Assalamualaikum wr wb,

Wilujeng siang juga, kamana wae. Salam kenal kembali
dari saya. Saya mah bener-bener lagi prihatin. Soalnya
makanan kegemaran saya tempe dan tahu harganya jadi
gak keruan. Beberapa hari sempat menghilang dari
pasar. Para pengrajinnya terancam bangkrut, para
pekerja dari para juragan tempe tahu juga terancam
PHK. Harga kedelai naik dari Rp 3.800 menjadi Rp 7.500
hanya dalam waktu sebulan. Setelah 3 kali mengalami
kenaikan. Juragan tempe dan tahu terkaget-kaget,
ketika habis jual produknya, hari berikutnya sudah
tidak bisa beli lagi kedelai yg mahal. Modal habis.

Tapi ternyata tempe tahu itu bahan pokoknya 100 %
impor. Keren juga. Impor dari Amerika dan Agentina.
Para juragan tempe tahu lebih senang menggunakan
kedelai impor drpd produk domestik, krn kualitasnya
lebih baik, gampang mekar, dan hasil per kg lebih
banyak. Mereka tidak tahu bahwa kedelai itu merupakan
hasil dari suatu reka yasa genetik (transgenik) yg
pada saat ini tengah menjadi kontroversi di negara2
maju. Dan negara maju melarang masuknya produk
transgenik ke negaranya. Katanya bisa memicu kanker.

Konon, ladang-ladang kedelai berubah menjadi
ladang-ladang jagung untuk memproduksi etanol sebagai
bahan bakar biofuel yg lebih menguntungkan. Krn harga
barang competitornya sangat mahal, yaitu minyak bumi.

Kontroversi biofuel nampaknya terus berlanjut, tak
kurang Dirjen FAO , dari badan dunia PBB, khawatir
bila kampanye biofuel begitu gencar dan harga minyak
bumi semakin tak terkendali, maka di kawatirkan
kedepan dunia akan kekurangan biji2an pangan alias
kelaparan. karena ladang-ladang bahan pangan akan
berubah menjadi ladang sawit, jarak dan tanaman
komoditi (non pangan lain) untuk keperluan bahan
bakar.

Wassalam,
Subasita
fr The Heart of Borneo.

--- dedicahriadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Assalamualaikum Wr.Wb
> Selamat Malam milisi yang saya hormati.
> Wilujeng Siang buat kang Asep nukasep mohon maaf
> baru menyapa dan
> nimbrung kembali di milis FP ini, padahal si Akang
> teh udah berkali2
> say hello ke saya. Juga Kang Jimie alhamdulilah saya
> masih seperti
> yang dulu (maksudnya belum beranjak dari
> Mamuju..he..he.. ) buat Abang
> Rahman anak betawi di Selayar bagaimana bang angin
> ROB di Selayar sama
> dengan di Muara angke ngak?? Masih bisa nyebrang
> pake Ferry ke daratan
> Sulawesi Selatan toh?? Mas Habewe yang energik
> bulak-balik dari
> Kendari ke Raha dan Sekarang balik lagi ke Kendari,
> Pak Hari Ribowo
> ketemu lagi ya pak di FP walau kita belum pernah
> bersua Face to Face,
> Salam kenal buat pak Subasita dan Teman2 yang
> lainnya..
> Beberapa hari kemarin saya "tertidur"  tidak membaca
> email yang
> kelihatannya sudah mulai beragam dan rame ya.. Saya
> suka risi mau
> nulis apa gitu, habis komentarnya hebring-hebring
> euy...
> 
> Boleh dong komentar dikit tentang situasi akhir2 ini
> mudah2 masih bisa
> disimak ya..
> Pertama :
> Kok saya tidak melihat bahwa teman2 mengulas
> mengenai Tahun 2007,
> mumpung masih awal tahun sebenarnya ini saat terbaik
> untuk merefleksi
> dan instropeksi dalam menimbang apa yang telah di
> perbuat selama tahun
> lalu tentang prestasi dan kegagalan kita. Banyak hal
> harapan2 yang
> belum dikesampaian di Tahun 2007 mudah2 bisa
> terwujud di Tahun 2008.
> Saya pun lagi merenung apa saya lebih baik dari
> kemarin..
> Ditahun 2008 ini kelihatannya terjadi pengulangan
> sejarah bagi DJPB,
> dulu ketika awal tahun 2007 pada saat MPN
> diluncurkan hiruk pikuk
> persoalan muncul bertubi2 hingga akhirnya belum
> terselesaikan dengan
> manis di akhir 07, sekarang 2008 masalah2 Bendum
> masih menjadi
> persoalan yang mudah2 masih bisa terselesaikan
> dengan Segera. Mudah2
> kita bisa melangkah kedepan tidak berputar-putar
> terus pada masalah
> yang hampir sama. Jangan2 gara2 hal seperti ini
> kinerja DJPB dianggap
> buruk ujung2 nya kita harus siap dengan segala
> konsekuensinya bahwa
> Remunerasi akan di tinjau ulang. 
> 
> Kedua :
> Saya sedikit ingin mengomentari masalah Pro Kontra
> APBD Sepakbola,
> komentar beberapa teman sangat beragam, saya ingin
> menyampaikan
> keprihatinan atas lemahnya jiwa bangsa indonesia
> atas nilai
> kewirausahaan (istilah kerennya entrepreneur) maunya
> kok di Suapin
> melulu. Rada sulit memang kalau kita melihat bahwa
> sepakbola di
> Indonesia ini hanya menjadi pengembira saja prestasi
> juga tidak lebih
> tingkat Asia Tenggara itupun ngak juara2. Jadi
> apapun yang dilakukan
> tetap sepakbola hanya "jago Kandang" saja. 
> Menjadi Profesional pun susahnya minta ampun. Saya
> sangat setuju
> dengan komentarnya Kang Acep yang lugas (yang dimuat
> di Gorontalo
> Post) untuk saatnya subsidi sepak bola oleh pemda di
> hentikan, menjadi
> profesional tentunya. Pemda saja masih minta2 dana
> ke Pusat masak di
> embat juga untuk hal2 yang sebenarnya klub2 sepak
> bola bisa lakukan
> secara mandiri. Saya sih cuma rada pesimis kalau mau
> bilang
> profesional, karena jiwa pemimpin di idonesia
> koruptif yang suka
> berjamaah. 
> 
> Ketiga :
> Saya juga turut prihatin kang jimie atas kejadian
> yang bertubi-tubi
> menimpa republik ini, saya kira aneh bin ajaib
> republik ini yang
> katanya "Kolam Susu" tongkat kayu pun jadi tanaman,
> kacang kedelai
> saja susahnya minta ampun, beras dan lainnya sampai
> kelapa sawit,
> Minyak  harus menghilang dan antri dimana2. Siapa
> yang salah, apa ini
> salah urus.    
> Mudah2an ini bukan karena ajab dari Tuhan atas
> kelakuan buruk
> KITA-KITA yang (kembali lagi) suka korupsi
> berjamaah. Kasus Dana DKP,
> Kasus BLBI sampai ke Masalah korupsi Mobil Pemadam
> Kebakaran jelas2
> ini ada aliran dana yang mengalir kemana2. Hiiy 
> 
> Wassalam
> 
> Dedi ti Mamuju
> 
> NB : Masih adakah mutasi dalam waktu dekat ini..??
> (mudah2 ada
> perhatian untuk teman2 di remote area)
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "jm_hndsm"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Selamat sore milisi around the world,
> > Kang Acep masih suka skoteng ( Stel, Konsen dan
> panteng) milis ini
> > walau ( sok ) sibuk. demikian juga pastinya Dedi
> mamuju, rahman
> > selayar, nanang marisa ( di transfer ke Palu
> yah...) Dr santo di
> > manado, dan cak cak bodas ( pengamat aktif
> tersembunyi ) keluarga
> > besar DJPB.
> >  
> > banyak sekali kejadian yang memprihatinkan kita
> sebagai bagian dari
> > bangsa ini, mulai dari bencana yang nggak juga ada
> habisnya,
> > minyak tanah yang kata om menteri ESDM tak ada
> masalah (om ini nggak
> > nonton tipi apa yah... ) harga harga barang poko
> naek ( terigu, daging
> > dan gula ), sakitnya eyang, terakhir soal kacang
> kadele.
> > tapi dibalik semua itu selalu saja ada kejadian
> yang membuat saya
> > optimis bahwa bangsa ini berjalan ke arah yang
> lebih baik...
> > saya lihat betapa sigapnya ibu rina bupati karang
> anyar mengerahkan
> > segala daya yang ada untuk menolong korban
> longsor, saya juga
> > menyaksikan respon cepat bu mentri mari elka
> telpon telponan sama bu
> > ani  membicarakan bebas bea masuk impor kacang
> kedelai...
> >  terakhir saya juga menyaksikan pertandingan
> cantik dan fair putaran
> > final copa indonesia, kalo ini bukan ibu ibu tapi
> Rahmad Darmawan yang
> > menang.
> > 
> > 
> > Jamie.
> >
> 
> 
> 



      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke