rasanya yang dibahas disini 'core-nya' bukan masalah aplikasi...

soal edit-mengedit DB ini masih wajar...
karena tanggungjawab ISI database itu sekarang masih ada ditangan 
KPPN masing-masing
bukan pada DSP

yang salah itu :
saya ngedit DB SP2D KPPN Surabaya 2 dari sini, jakarta ...
karena saya tahu password-nya ...
ini salah... dan ini CRIME !!!

soal lisensi ? siapa yang punya lisensi MySQL ? ya MySQL AB..
bukan DSP

kalau sampeyan senang dengan metode aplikasi, lebih aman.. dsb...
itu preferensi sampeyan...
saat ini realitanya... gimana ?
dilapangan gimana ?

kalau DB MySQL ini terpusat... dan kemudian misal saya administratornya,
terus ada mas Bedes (misalnya yah :D) yang masuk ke DB tanpa 
permission dari saya...
negdit sembarangan...
ya saya tuntut...
saya laporin... kalo' bisa sampeyan saya ajuin ke pengadilan...
(walah kok jadi gini :_( )

bukannya selama ini jika ada masalah dengan DB yang tanggungjawab itu 
kantor masing-masing ? dalam hal ini KK yang nanti pasti nyalahin supervisor ?
jadi, ya masih wajar kalo' ada yang nanya cara ngedit DB
toh yang ditanyakan bukan cara ngedit aplikasi...
apalagi, saat ini belum ada yang mengumumkan apa yang menjadi "key" tersebut...

PS : saya sering ngutak-atik AQUA dengan menambah NESCAFE atau MILO...
dan rasanya juga jauh lebih enak... apalagi kalo' diutak-atik pake 
Dispenser terus jadi AQUA Panas..


At 13:06 17/01/2008, you wrote:

>Mengamati banyaknya tanggapan mengenai Peng-editan Aplikasi SP2D, 
>menurut pendapat saya sendiri kayaknya tidak etis. Maaf bukan 
>berarti kita menyalahkan si "Pengobrak-abrik" database SP2D. Pembuat 
>Program (DSP) sebagai pihak yang memegang lisensi sekaligus pemilik 
>produk, tentunya tidak menginginkan, hasil karyanya diobrak-abrik. 
>Mereka punya kode etik dan privasi yang tentu saja tidak bisa 
>seenaknya kita langgar.
>
>Terhadap segala macam permasalahan Aplikasi, saya lebih cenderung 
>menyelesaikannya secara Prosedur Aplikasi, emang lama dan lambat, 
>tapi itu jauh lebih Aman dan tidak melukai perasaan Programmernya. 
>Jika memang mentok, baru kita tanyakan ke DSP, selanjutnya ya kita 
>tunggu Update selanjutnya. Sebaiknya kita juga menyadari bahwa 
>kewenangan kita hanya sebatas User, jadi kita patuhi saja 
>batas-batas kewenangan itu.
>
>Saya ingat waktu itu, klo nggak salah DSP akan membuat SINGLE 
>DATABASE, tapi entah kapan akan terealisir. Saya yakin kalau itu 
>terwujud tidak akan lagi tangan-tangan kreatif yang bisa 
>mencampurinya. Bagi yang punya kemampuan pemrograman, kenapa nggak 
>bikin "Aplikasi Tandingan" saja daripada mengutak atik karya orang. 
>Syukur-syukur klo buatan kita bisa dipresentasikan ke DSP. Ibaratnya 
>kalau kita bisa bikin Produk Air Mineral, kenapa juga harus 
>ngutak-atik AQUA supaya enak rasanya, khan mendingan kita bikin Merk 
>Tanndingan..."BEDESQUA".....betul, nggak???


- Sent from my JamurBerry(r) non-wireless device

jamur_kuping
h4nafi [at] depkeu.go.id
ym : h4nafi
----
This e-mail may contain trade secrets or privileged, undisclosed, or
otherwise confidential information. If you have received this e-mail in
error, you are hereby notified that any review, copying, or distribution of
it is strictly prohibited. Please inform us immediately and destroy the
original transmittal. Thank you for your cooperation.

Kirim email ke