Assalam ww, Terimakasih Pak Hari, saya terus terang tidak tahu apa yang terjadi di dalam oraganisasi DJPB terkait dg masalah aplikasi ini. Yang menurut Bapak salah satunya adalah kurangnya koordinasi di tingkat pusat. Berarti salah satu penyebabnya telah teridentifikasi dan terjawab. Jadi solusinya sudah bisa dibuat.
Saya sependapat dengan Bapak ( dg asumsi vendor pasti bekerja berdasarkan suatu pesanan ), jadi vendor sehebat dan sekaliber apapun hebatnya, kl di tengah jalan diminta melakukan penyesuaian/perubahan akibat kurangnya koordinasi, pasti akan terkesan tidak punya kompetensi. Saya juga tidak mengatakan gratisan itu belum tentu jelek (menurut Sdr Jamur Kuping sebenarnya bukan gratis ttp free 2 use). Sdr Jamur Kuping juga mengatakan bahwa system yg di pakai tidak ada bedanya dengan yg lain2 (sbgmn di tanyakan oleh Sdr Ary) cukup handal, suer. Tetapi yg saya tidak mengerti, apa mm anggaran untuk pembangunan sistem ini tidak tersedia? Sehingga alasan yang di kemukakan adalah karena GRATIS. Bukan alasan lain. Itu yang menggelitik saya untuk berkomentar. Saya tidak mengatakan bahwa SDM di DJPB tidak handal. Tapi hanya melontarkan suatu pertanyaan, apabila aplikasi (an sich) macet sana sini krn pembangunannya yg kurang sempurna. Isu itulah yg mesti di teliti. Sebenarnya saya hanya merangkum dari apa yang di tulis dan di keluhkan oleh teman2 dan diskusi diantara mereka dalam FP ini. Kalau ternyata mm bukan itu persoalannya, ya syukur alhamdulillah. Memang SDM yg handal pastilah mutlak harus di punyai oleh DJPB. Untuk membawa organisasi ini mencapai misinya dg sukses. Wassalam, Pakerti Hutomo --- Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum Wr Wb.. > > Tergerak rasanya hati ini mendengar kritikan Pak PHK > (Pakerti Hutomo Kinaryo) menyangkut APLIKASI yang > ada di DJPB.. > Saya sependapat dengan mas PHK.. bahwa Aplikasi > hendaknya di launch setelah melalui percobaan yang > komprehensif.. > sehingga ketika di implementasikan di lapangan sudah > tidak ada masalah lagi. Namun saya tidak sependapat > soal kemacetan di lapangan disebabkan karena > Aplikasi dibuat secara gratisan. > > > > Khusus untuk aplikasi yang di gunakan di KPPN, kita > > bahwa pembuatan aplikasi di DJPB selama ini rata > rata hanya mementingkan > immplementasi di lapangan tanpa melihat (tanpa > koordinasi) dengan unit2 di kantor pusat yang > sebetulnya juga membutuhkan data dari aplikasi yang > dibuat tersebut. Atau dengan kata lain, tidak ada > koordinasi antara si pemakai dengan si pembuat > aplikasi. > Kalaupun kemudian ada koordinasi, permintaan dari > unit2 itu munculnya satu per satu (tidak sekaligus) > Nah, kalau begini keadaannya, aplikasi yang dibuat > VENDOR kaliber internasional, > pasti nya akan mengalami hal yang sama dengan > tenaga2 intern yg gratisan itu. > > Kurangnya koordinasi antara si pembuat dengan unit2 > di kantor pusat ini mengakibatkan > terlalu banyak aplikasi yang digunakan, bahkan ada > unit yang kemudian membuat aplikasi sendiri. > Dan setelah di terapkan di lapangan, ternyata > aplikasi2 tersebut sering tidak connect satu sama > lain. > sehingga membuat kewalahan pegawai di KPPN. > > Saya percaya bahwa tenaga intern kita tidak kalah > handal dengan vendor yang sdh berpengalaman.. > kita bisa membuat aplikasi sendiri tanpa bantuan > orang luar.. > > > > > wassalam > > ----- Original Message ---- > From: Pakerti Hutomo Kinaryo > <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, January 17, 2008 9:17:47 AM > Subject: Balasan: [Forum Prima] Re: data base > aplikasi SP2D 2008 bisa di edit (TIDAK LUCUU !) > > > --- antfebria <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > --- In [email protected], "Ary Nugroho" > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Kenapa tidak memakai database engine yang lebih > > formal, misalnya Oracle > > > SQL Server, ABAP > > > Ada yang bisa memberi penjelasan?? > > > > > > ary > > > > > > yaa mahal toh mas... > > kita khan harus beli, sementara mysql gratisan. > > cukup handal kok... > > maaf... > > > > > > > > > ________________________________________________________ > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo.com/ > > > > Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. > Hentikan sekarang juga. > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
