Assalamualaikum Wr Wb.. Tergerak rasanya hati ini mendengar kritikan Pak PHK (Pakerti Hutomo Kinaryo) menyangkut APLIKASI yang ada di DJPB.. Saya sependapat dengan mas PHK.. bahwa Aplikasi hendaknya di launch setelah melalui percobaan yang komprehensif.. sehingga ketika di implementasikan di lapangan sudah tidak ada masalah lagi. Namun saya tidak sependapat soal kemacetan di lapangan disebabkan karena Aplikasi dibuat secara gratisan.
saya tidak mempermasalahkan apakah aplikasi itu dibuat oleh VENDOR kaliber internasional atau cuma dibuat secara gratisan oleh tenaga internal, karena untuk kasus di DJPB ini hasilnya akan sama saja.. Kenapa? Khusus untuk aplikasi yang di gunakan di KPPN, kita ketahui ada bebarapa aplikasi antara lain aplikasi SP2D, aplikasi Bendum, aplikasi Vera, dan kini ada aplikasi Gaji. mendengar dan meneliti keluhan temen temen di KPPN saya bisa berpendapat bahwa pembuatan aplikasi di DJPB selama ini rata rata hanya mementingkan immplementasi di lapangan tanpa melihat (tanpa koordinasi) dengan unit2 di kantor pusat yang sebetulnya juga membutuhkan data dari aplikasi yang dibuat tersebut. Atau dengan kata lain, tidak ada koordinasi antara si pemakai dengan si pembuat aplikasi. Kalaupun kemudian ada koordinasi, permintaan dari unit2 itu munculnya satu per satu (tidak sekaligus) Nah, kalau begini keadaannya, aplikasi yang dibuat VENDOR kaliber internasional, pasti nya akan mengalami hal yang sama dengan tenaga2 intern yg gratisan itu. Kurangnya koordinasi antara si pembuat dengan unit2 di kantor pusat ini mengakibatkan terlalu banyak aplikasi yang digunakan, bahkan ada unit yang kemudian membuat aplikasi sendiri. Dan setelah di terapkan di lapangan, ternyata aplikasi2 tersebut sering tidak connect satu sama lain. sehingga membuat kewalahan pegawai di KPPN. Saya percaya bahwa tenaga intern kita tidak kalah handal dengan vendor yang sdh berpengalaman.. kita bisa membuat aplikasi sendiri tanpa bantuan orang luar.. namun ada syarat nya.. yang seperti saya ungkapkan diatas.. yaitu harus ada koordinasi.. bila sudah ada koordinasi, satu aplikasi saja sudah cukup, karena satu aplikasi tsb bisa digunakan oleh semua unit yang memerlukan.. Sementara belum punya satu aplikasi spt tsb diatas, kita tetap berjalan dengan aplikasi tambal sulam. itulah yang ditulis oleh temen2 di awal tahun 2008 ini (ternyata yang didaerah juga termasuk handal) Karena aplikasi belum lancar mereka diskusi bagaimana mengatasinya. saya pernah menyambut baik tulisan soal edit meng edit aplikasi SP2D di milis FP. bahkan hari ini ada lagi tulisan soal kelemahan aplikasi gaji. tulisan2 spt itu saya anggap sebagai informasi mengenai permasalahan di lapangan.. berasal dari pegawai di lapangan yang menguasai cara meng edit aplikasi tulisan mereka dibaca dan di ikuti oleh temen temen di KPPN lain. hendaknya tulisan2 itu juga dibaca oleh temen2 pembuat aplikasi di kantor pusat utk segera memperbaikin apliksasi tsb.. dan menyebarkan lagi ke daerah. demikian dulu dari saya kalo ada koreksi silahkan.. wassalam ----- Original Message ---- From: Pakerti Hutomo Kinaryo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, January 17, 2008 9:17:47 AM Subject: Balasan: [Forum Prima] Re: data base aplikasi SP2D 2008 bisa di edit (TIDAK LUCUU !) Dari banyaknya keluhan tadi maka pimpinan DJPB hrs mawas diri, apa sebenarnya yang terjadi dibalik itu semua. Apabila aplikasi dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan SDM internal yang ada. Tetapi ternyata macet disana-sini. Ada pertanyaan mendasar yg hrs di alamatkan pada kemampuan SDM yg bekerja atau membangun aplikasi dimaksud. Apabila aplikasi di buat oleh vendor, mungkin kemampuan vendor yg patut di pertanyakan. Atau pilihan vendor yg tidak pas. Barangkali perlu di pertanyakan pula. --- antfebria <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], "Ary Nugroho" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Kenapa tidak memakai database engine yang lebih > formal, misalnya Oracle > > SQL Server, ABAP > > Ada yang bisa memberi penjelasan?? > > > > ary > > > yaa mahal toh mas... > kita khan harus beli, sementara mysql gratisan. > cukup handal kok... > maaf... > > ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/ Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. Hentikan sekarang juga. Yahoo! Groups Links ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ [Non-text portions of this message have been removed]
