Dear miliser,
Ada suatu pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik.
Saya sangat setuju dengan pepatah ini, apalagi kalo diimplementasikan 
dalam suatu kegiatan yang sifatnya rutin, yang masih akan dijumpai 
lagi masa masa mendatang. Kejadian kejadian yang kurang enak, ketidak 
efisien-an dan ketidak-efektif-an, regulasi regulasi yang tidak perlu, 
kebijakan kebijakan yang masih jauh dari harapan semua itu dapat 
direfleksi kembali  untuk mendapatkan way out yang lebih baik. 
Harapannya tentu kendala kendala yang dihadapai masa yang lalu tidak 
akan terulang kembali.

Kalo menyimak 'kendala' yang ada di lingkup DJPB sepertinya kita masih 
berputar putar pada masalah yang itu itu saja. Agak mengherankan 
sekaligus memprihatinkan memang. Aplikasi tercatat mengalami beberapa 
perubahan dan perbaikan, tetapi permasalahan yang sama selalu terulang 
kembali. Sepertinya kita (DJPB) susah keluar dari lingkaran setan.

Dalam kesempatan ini saya mengajak para milis untuk mengungkapkan apa 
apapa yang masih menjadi kendala yang harus dipecahkan. Tidak usah 
takut ditertawakan, siapa tahu dari ide yang sederhana tersebut akan 
menjadi inspirasi bagi pihak pihak yang berkepentingan, semuanya itu 
tentu untuk kebaikan bersama dan demi kemajuan instansi yang sama sama 
kita cintai.

Saat ini ada wacana bahwa ada ancaman kesinambungan remunerasi yang 
telah sama sama kita nikmati. Ibu Ani telah mengeluarkan suatu warning 
buat kita bahwa jika Laporan Keuangan Pemerintah Pusat masih 
mendapatkan predikat disclaimer lagi maka ada kemungkinan remunerasi 
yang kita nikmati akan dicabut kembali. Lantas tugas siapakah untuk 
membuat LKPP yang qualified itu?  Dit APK kah atau Subdit AKLAP atau  
Seksi Vera? Jawabnya adalah bukan. Itu adalah tugas kita bersama.
Suatu laporan yang baik tentu diawali dengan data sumber yang baik 
pula. Ada istilah dalam bahasa tegal 'garbage in garbage out' yang 
kira kira kalo diterjemahkan oleh pedagang kue: brownies yang lezat 
dibuat dari tepung terigu no.1, gula asli, susu yg tidak kadaluarsa, 
coklat asli, alat pemanggang yang canggih, dan tentunya tak lepas dari 
koki yang mumpuni yang mampu meracik semua bahan baku dengan peralatan 
yang canggih sehingga tercipta brownis yang tidak hanya lezat tapi 
juga penampilannya juga mengundang selera.

Menurut catatan saya ada beberapa kendala yang masih akan dijumpai di 
tahun 2008 jika permasalahan tidak segera diatasi, antara lain:
1. Perbaikan aplikasi MPN (sisi penerimaan); selama ini yang saya 
tangkap pihak bank hanya mementingkan keuntungannya sendiri. Maksud 
saya, dalam hal Setoran Pajak dan PNBP ada kesan yang penting uangnya 
masuk dulu. Sementara data data yang ada dalam SSP, SSBP ataupun SSPB 
tidak diinput secara benar, dan keseluruhan. Artinya petugas (teller) 
hanya menginput sebagian data data saja ke dalam aplikasi MPN dan 
cilakanya NTB dan NTPN tetap keluar. Efeknya, data yang tidak lengkap 
ini apabila disajikan dalam LKPP tingkat kuasa BUN akan memunculkan 
realisasi realisasi tanpa kode satker, BA, Es 1, Fungsi, sub fungsi 
dan program. Sehingga akan menyesatkan/ susah dipahami oleh pemakai 
maupun pemeriksa laporan. Memang data ini (sispen.dbf) masih bisa 
diperbaiki dengan langsung mengedit di data sourcenya. Tapi ini adalah 
tindakan yg seharusnya tak perlu dilakukan bahkan  merupakan tindakan 
yg tidak sesuai dgn prosedur. Karena prosedur yg benar adalah pihak 
Bank/ Kantor pos-lah yg harus melakukan perbaikan. Kendalanya jika 
harus menunggu perbaikan dari bank/ kantor pos  maka LKP bendum akan 
terkendala, LKPP vera juga tidak mampu memenuhi jadwal.
Harapannya: Ada perbaikan aplikasi MPN sedemikian rupa sehingga jika 
data data SSP, SSBP ataupun SSPB tidak diinput secara keseluruhan dan 
benar maka NTB ataupun NTPN tidak keluar. Atau paling tidak ada 
setressing kepada bank bank persepsi dan Kantor Pos akan pentingnya 
menyampaikan data yang akurat (ADK sispen) kepada KPPN. Seandainya 
pihak bank tidak mampu melakukannya (karena kesibukannya) paling tidak 
aplikasi (MPN) bendumnya diperbaiki (tambah menu rubah/edit) dan 
bendum diberi wewenang untuk mengedit penerimaan yang belum diinput 
secara sempurna.
2. Kebijakan rekonsiliasi (sisi pengeluaran/ belanja); mengingat tidak 
semua satker memerlukan uang muka, maka penundaan SP2D bagi satker yg 
tidak memenuhi kewajiban rekonsiliasi agar diberlakukan untuk semua 
jenis belanja kecuali keperluan belanja gaji.
Harapannya; dengan terselenggaranya rekonsiliasi data akan tersaji 
laporan yang akurat.
3. Pengawasan Uang Persediaan agar lebih diperketat.

Usulan untuk tahun 2008 dan tahun tahun mendatang.
1. DJPB perlu membuka/ membentuk suatu unit yang bertugas untuk 
bermimpi/ berkreasi. Kesan yang saya tangkap terhadap aplikasi 
aplikasi yang ada sekarang ini adalah merupakan ide ide (pejabat) yang 
dipaksakan 'maaf' untuk dibuatkan programnya. Sehingga dalama 
implementasinya aplikasi yang ada seakan akan berjalan sendiri sendiri 
dan sering berubah ubah seiring dengan perubahan pejabat itu sendiri. 
Untuk itu perlu dibentuk unit yang mampu menampung orang orang yang 
mempunyai daya kreasi (mimpi) yang tinggi yang mampu mengcreate 
aplikasi secara keseluruhan. Bukan unit yang terdiri dari para 
programer tetapi unit yang menggaji siapa saja yang mampu menciptakan 
ide ide dan mepresentasikan ide ide tersebut untuk kemudian dipilah 
mana yang terbaik untuk disodorkan kepada pasukan programer untuk 
membuatnya.
2. Membentuk Tim pembinaan/ investigasi tersendiri yang terdiri 
pegawai KPPN dan Kanwil. 
Yang paling tahu apakah suatu satker bermasalah atau tidak (dalam 
pelaksanaan) adalah KPPN, untuk itu perlu kewenangan bagi KPPN untuk 
bersama sama dengan kanwil setempat membentuk suatu tim pembinaan/ 
investigasi tersendiri (temporer dan situasional). Pembinaan yang 
dilakukan selama ini menurut saya 'sekali lagi maaf' adalah pukul 
rata. Sehingga hasil yang dicapai juga hanya rata rata bahkan sering 
tidak berpengaruh terhadap (tingkat pemahaman) beberapa satker. Untuk 
itu satker perlu diklasifikasikan. Untuk satker yang sudah 'mandiri' 
mungkin hanya memerlukan pengawasan saja, tetapi bagi satker yang 
masih 'bermasalah' perlu mendapat perhatian tersendiri.

Untuk sementara hanya itu saja yang bisa saya paparkan, saya yakin 
banyak ide ide dari temen temen yang perlu dituangkan.


>From Kendari
HaBeWe.
 



Kirim email ke