Ass....
Saya kagum melihat tulisan, dan mendengar arahan maupun paparan dari
para miliser sekalian. Kami sendiri senang jika para Pembuat kebijakan
bersikap luwes. artinya mau mendengar keluhan, saran, maupun kritik
dari dalam maupun luar. Bukan lagi menganggap orang yang bicara
sebagai orang yang berbahaya bagi bangsa dan negara (istilah seorang
miliser "unsecure path finder").
Bila masih ada anggapan seperi ini, Justru anggapan ini yang berbahaya
bagi kelangsungan Direktorat kita tercinta.
Tahun 2006 awal, saya pernah menanyakan kepada seorang rekan kerja
saya. Kenepa ya, orang jauh2 datang (3 jam perjalanan darat) hanya
untuk menanyakan 'SPM saya apa sudah jadi Pak?'
Terlepas dari hal lain, menurut kami ini tidak efektif dan tidak
efisien. Mengapa Kantor tidak punya semacam Customer service? yang
bisa di call, kemudian memberi penjelasan by phone?
(alhamdulillah, setidaknya 2008 ini ada Help desk resmi) meskipun
belum Client Service,dalam bahasa kami, yang betulan. Kalo customer
itu kesannya bisnis, kalo client mungkin lebih pas. Mohon dikoreksi
kalo di kamus artinya salah.
Ide mengenai Direktorat/Bidang/Seksi Pemimpi (Dreamer Division) saya
sangat setuju.
Hanya orang2 maju yang berpikir demikian. (kalo yang lain ingin
modern, ya pemikiran ini mesti disupport) Tahukah kita bahwa jaman
dulu, orang yang ingin terbang dianggap gila oleh lingkungannya. Dia
mencoba terjun dari kursi, dari atap dan pake sayap bahkan diikat di
layang2... Hingga ditemukan pesawat beserta mesinnya.Hari ini, ribuan
bahkan jutaan orang terbang, meski dengan cara yang berbeda.
Sebagai Dreamer, harapan kami masih sama, SATU APLIKASI untuk KPPN.
Dengan pembagian kewenangan melalui user, kita bisa bekerja dalam
database yang sama. Perbendaharaan, Bendum,Verak. Umum mengunakan
Aplikasi sebagai Satker
Aplikasi untuk satker mungkin ga ya kita satukan?? Aplikasi
SPM,sekaligus aplikasi gaji, dan terdapat menu2 Sakpa dalam Aplikasi
yang sama.
Polanya, satker bikin Gaji tiap bulan,selesai bikin gaji langsung
cetak SPM-nya. Lalu klik, data tersebut masuk sebagai bahan rekon
dalam aplikasi yang sama. (ga perlu nginput lagi di Sakpa macem
sekarang), kecuali ada SPM yang salah, perlu dikit perubahan. Tapi
tetap di Aplikasi satker. 

Mohon maaf bila ada tulisan yang salah.

Maju terus Teknologi Informasi Indonesia..

Wass...


Kirim email ke