Sebelum kita menerapkan SPAN yang katanya merupakan suatu sistem
teritegrasi yang melibatkan beberapa satker tentu perlu sosialisasi
dan uji coba yang matang agar kasus MPN tidak terulang lagi.  Dan
menurut saya kalau kita mau melakukan ujicoba, cobalah kita ambil
beberapa tempat, jangan langsung seluruh wilayah, atau hanya wilayah
yang fasilitasnya lengkap saja.  Barangkali bisa kita ambil kombinasi
dari tempat yang "sudah maju" dan "masih primitif". Dari tempat-tempat
tersebut nanti bisa kita lakukan evaluasi apa kira-kira kendala yang
dihadapi untuk daerah yang sudah maju dan apa kendala yang dihadapi
untuk darah yang "masih primitif", karena kalau kita hanya ambil
misalnya surabaya saja, itu hanya akan mewakili daerah yang sudah maju
 (walaupun di surabaya masih ada satker yang masih tergantung sama
cuaca, kalau mau nyebrang tunggu cuaca baik, tunggu jadwal kapal),
tapi perlu juga ambil wilayah di indonesia timur, atau indonesia
tengah yang masih banyak tantangan, termasuk SDM dan juga perangkat
lain yang harus dicari ke wilayah lain.
Jadi dari beberapa wilayah yang diambil dan diharapkan mewakili hampir
seluruh  wilayah kerja kita, dapat dilakukan analisis dan evaluasi apa
kendala yang ada, bagaimana solusinya, agar apa yang kita harapkan
dari penerapan SPAN ini bisa tercapai... 

Semoga bermanfaat, sukses SPAN... 


--- In [email protected], "Endah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], cip cipto <ciptocum@> wrote:
> >
> SPAN merupakan langkah maju dan pekerjaan besar bagi DJPBN dimasa 
> depan . Tentu ini pekerjaan besar karena Pak P.Mulia Nasution sewaktu 
> soft launching MPN menyatakan bahwa MPN merupakan salah satu modul 
> dalam SPAN. Maka tentunya SPAN akan membawa perubahan yang mendasar 
> terhadap sistem, prosedur kerja yang tentu harus didukung perangkat 
> IT,sistem,prosedure dan SDM yang memadai.Oleh karena itu perlu 
> langkah-langkah strategis dalam menyongsong implementasi SPAN 
> sehingga pada saatnya diimplementasikan SPAN dapat berjalan dengan 
> baik. Pengalaman MPN dalam pelaksanaanya banyak hambatan dan 
> permasalahan. Oleh karena itu SPAN merupakan suatu sistem teritegrasi 
> yang melibatkan beberapa satker tentu perlu sosialisasi dan uji coba 
> yang matang agar kasus MPN tidak terulang lagi. Oleh karena itu 
> melalui forum ini saya harapkan ada pencerahan dari teman-teman 
> kantor pusat DJPBN untuk memberikan pemahaman tentang SPAN dan 
> langkah-langkah
> >  strategis apa yang akan dilakukan oleh DJPBN dan khususnya kepada 
> Pak Budi Santoso di DSP bisa turut memberikan pencerahan tentang 
> SPAN.     
> 
> 
> Endah says:
> Harapan saya, mudah-mudahan SPAN bukan merupakan penyusunan sistem 
> dan aplikasi yang "mulai dari nol" lagi, tetapi lebih pada 
> menyempurnakan apa yang sudah ada selama ini, hanya belum running 
> well sebagaimana mestinya.
> Ada keluhan yang sampai ke telinga saya:
> 1. "Aplikasi SAKPA yang terintegrasi dengan SPM saja masih sering 
> bermasalah, kok mau lebih jauh lagi seperti SPAN"
> 2. " MPN yang sudah jalan saja masih bermasalah kok konon mau buat 
> SPAN yang lebih kompleks lagi"
> 
> Namun demikian, mudah-mudahan, komentar-komentar tersebut justru 
> dapat menjadi cambuk untuk menghasilkan karya terbaik. Semoga, amin.
> 
> Mohon maaf bila kurang berkenan
> 
> Salam,
>


Kirim email ke