kalo pdpt sy sih bagus aja  adakan test seleksi kppn prima IV dst.....(100 x
pun biarkan aja) kalo niatnya pimpinan cari (bibit ) pegawai unggulan yg
punya integritas,moral,penguasaan teknis yg baik + mumpuni (oke punya)
berdasarkan nilai  " A"  /  " BAGUS" / "AMAT BAIK"  lembaran2 kertas hitam
putih hasil tes seleksi tsb, walaupun hasil tsb secara formal/legal/standar
namun bukan berarti yg tidak lulus test tsb lalu dianggap : "KALAH/KURANG
BAGUS / KURANG BAIK/KURANG COCOK/TIDAK TEPAT/KURANG INTEGRITASNYA dsb" untuk
ditempatkan sbg pelayan masyarakat di KPPN prima/percontohan dibandingkan yg
lulus....., karena integritas/kpribadian/moral adalah perihal "DALAMNYA HATI
YG AKAN TERCERMIN KE SIKAP+PRILAKU+KEBIASAAN DSB" yg tdk mutlak bisa diukur
dari test tulis..., karena kita rasa masih banyk pegawai2 yg punya
integritas/moral/kepribadian baik (plus iman cukup) meskipun tidak ikut/tdk
lulus tes prima....saya kira.....

asalkan : niat menjaring/mencari pegawai unggulan tsb tidak
berlanjut/berujung/berimplikasi/mengarah+sbg dasar untuk
mengurangi/merasionalisasi/memensiunkan dini apalagi sampai memberhentikan
pegawai2 DJPBN non unggulan (yg tidak lulus tes+pegawai2 sepuh/40 th ke
atas)....,kita gak mau membayangkan ke arah situ deh....iih sereemmm...bisa2
kayak PT. DI dong......,ah kita tak mau berburuk sangka pada pimpinan2 kita
(mengingatkan ga apa ...ya ndak???!)

terus lagi yg perlu jadi pemikiran pimpinan pusat neh: coba dipikirkan bgm
caranya pegawai2 DJPBN ini mendapatkan pola penempatan/mutasi yg
"PASTI/TERATUR/TRANSPARAN/JELAS/RELATIF ADIL" baik bagi yg lulus tes maupun
yg gak lulus tes, maupun yg sudah mulai udzur/sepuh/40 th ke atas... baik
pelaksana maupun pejabat es. IV ke atas..., walaupun gak tahu persis
kita mungkin
(yg tdk lulus maupun yg lulus tes) ada yg merasa lebih baik tidak lulus tes
daripada lulus tes tapi kenyataannya mutasi penempatan jauuuuuuh....???/gak
sesuai yg diinginkan......, kali ya..
kalo bisa sih,,,, sekali mutasi..tuh :.penempatan selamanya (dgn .
mempertimbangkan gak terlalu jauh dg.daerah asal)....lumayan menghemat biaya
APBN (perjalanan dinas pindah), pegawai bisa merencanakan hidup lebih
baik+tenang (saving , tidak nomaden/bisa planning buat rumah di satu tempat
dsb)...., tapi ini jg berlaku buat pejabat es. IV ke atas....

kayaknya ini dulu deh...,

NB: oya dlm rangka mendukung niat baik+kebijakan menkeu, ada baiknya semua
pegawai depkeu, khususnya DJPBN mulailah dari diri sendiri/kembali ke hati
nurani /integritas masing2 untuk memberikan pelayanan yg baik tanpa embel2
KKN (mengharapkan/menerima/apalagi meminta uang dsb dari
mitra/satker/masyarakat yg kita layani),toh remunerasi yg kita terima
cukuplah untuk ngepulin asap dapur dsb, kecuali kita masih merasa kurang
...ya gak tahu lagi deh..
namun lagi:  sebaiknya jarak besaran/grade remunerasi antara bawahan dg
atasan,pelaksana dg pimpinan/pejabat jgnlah terlalu jauh (pelaksana/bawahan
kerjanya mati2an/terkuras tapi besaran grade kecil,di satu sisi
pimpinan/pejabat yg umumnya lebih banyak
koordinasi/penugasan/tandatangan/paraf tapi besaran grade tinggi/jauh nian
dg bawahannya, dg alasan : tanggung jawab pimpinan besar, padahal kalo ada
apa2 pelaksana/bawahan lah yg diubek-ubek selesaikan pekerjaan sampai beres)

kurang lebihnya hrp dimaklumi dlm rangka sumbang pendpt/pemikiran....
wassalam.





Pada tanggal 21/02/08, yohan gaol <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>   Mari kita melihat kebijakan yang diambil pimpinan mungkin untuk kebaikan
> kita dimasa mendatang...
> Walaupun mungkin diantara kita menyatakan test KPPN percontohan IV kurang
> gregat tetapi menurut saya tetap harus dilaksanakan...untuk memenuhi Staf
> yang akan ditempatkan pada KPPN percontohan berikutnya...
> Sekedar informasi pernah saya ngobrol dengan staf pengajar Psikologi UI
> dan beliau sudah sering melakukan Assestment Tes bagi perusahaan2 besar
> dalam rangka mencari Staf....staf yang profesioanal yang sesuai dengan
> kriteria perusahaan itu mengatakan...
> Bahwa test assesment apabila dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan
> hasilnya tetap akan sama terlebih kalau standart penilaian sama dan tujuan
> dari Assesment juga sama mencari staf yang dapat melayani (makanya mungkin
> sampai sekarang yang ditest adalah mereka yang belum pernah ikut test
> Assesement) jadi menurut beliau apabila sekarang ditest yang udah pernah
> ikut Assesment test tetap hasilnya kurang menggembirakan (dari sudut
> psikologi lho...)
> Beliau juga menyatakan bahwa Test Assesment sangat berbeda dengan Test
> Psikotest dalam artian kalau kita ngak lulus test Psikotes kita belajar
> kemungkinan kalau ditest bulan berikutnya bisa lulus... sedangkan kalau test
> ASSESSMENT TEST kalau tujuannya sama, minimal dapat diulang setelah 3
> tahun... itu juga ngak akan menjamin lulus...(ini sekedar informasi aja)
> Jadi mungkin itulah yang dijalankan oleh pimpinan kita...
> Tapi kalau ada teman berpendapat lain monggo....itu adalah hak kita semua
> dalam forum ini...
>
> B.LG
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke