Bpk Budisan yang responsif Mungkin ini adalah perkembangan baik dari reformasi, suatu keterbukaan dan transfaransi. Sosialisasi Budisan tentang GFMRAF membuka pengetahuan kami tentang GFMRAF. Kami yang ada didaerah, hampir sedikit mengetahui tentang perkembangan di pusat. Terimakasih Budisan atas sharingnya, dan kami harap GFMRAF juga mensuport informasi lebih yg disampaikan Budisan karena GFMRAF adalah salah satu agen untuk Transparansi.
GFMRAF dalam image kami adalah suatu forum/kelompok pengkaji tentang Reformasi kedepan, namun dari penjelasan singkat Budisan nampaknya yg di munculkan adalah sisi pembiayaannya. Hal tersebut membuat kami dan teman2 membahasnya dalam obrolan dikantor, sesudah olahraga jumat-an dan diwarung makan jawa yang ada di pelosok sini. Dalam forum tersebut (yang mungkin sama-sama sedikit tahunya) ditambah informasi dari teman-teman yang pernah di pusat, isu yang baiknya kita bahas disini juga adalah "PENTING-nya GFMRAF" untuk organisasi kita (Depkeu). Pemahaman kami saat ini tentang GFMRAF (setelah dikompile dengan berbagai hasil dari "seminar lokal") GFMRAF adalah suatu lembaga yang dibentuk untuk mensuport dari sisi administrasi suatu program pemutakhiran teknologi dan pola penerimaan dan pengeluaran negara. Project ini dibiayai oleh bank dunia. Kami tidak faham apakah ini jenisnya pinjaman atau hibah ? ). Secara sederhananya kita akan menggunakan pola dan teknologi yang maju dalam mengelola penerimaan dan pengeluaran negara diseluruh Indonesia, sehingga kekurangan2 yang masih banyak dengan sistem saat ini akan tertutupi. Hal tersebut pada dasarnya adalah inisiasi yang baik dan sangat positif sekali. Namun dalam perkembangnnya beberapa tahun setelah implementasi GFMRAF, kita didaerah belum merasakan "informasi" perkembangnnya dan pengaruh bagi kami. Apa ada kesalahan di sosialisasi perkembangan GFMRAF ? atau ada kesalahan dalam pelaksanaan yang telah dilakukannya, sehingga kita2 yg di DJPB tidak tau perkembangan GFMRAF yg jelas2 ada dirumah sendiri. (kedepan kami berharap ada sosilisasi perkembangan dan hasil GFMRAF). Lepas dari hal tersebut, sepertinya GFMRAF-kita ini (katanya) belum melakukan apa-apa (maaf kalo salah, mohon dikoreksi), sehingga kami tidak mendengar apa2 ttg GFMRAF didaerah. Hal yang penting sebenarnya bukan pada "informasi GFMRAF" atau "telah melakukan apa"-nya namun yang terpenting adalah: apakah GFMRAF ini banyak manfaatnya bagai negara (khususnya terkait pengelolaan keungan negara) atau banyak mudharat-nya. Meskipun sederhana, sedikit sarkasme dan tidak sekolahan pertanyaan inilah yang harus dijadikan dasar oleh Pemimpin kita sebagai pengambil keputusan untuk menyatakan GO / No-GO untuk GFMRAF. Konon katanya GFMRAF itu akan melakukan sesuatu yang mubazir dan kalo diperiksa BPK/pemeriksa lain, itu In-efisiensi. Meskipun demikian itu belum tentu benar khabarnya, kami tetap akan mendukung adanya GFMRAF jika memang GFMRAF akan memberikan sesuatu kemajuan bagi keuangan negara dimasa depan. Ini adalah makna sebenarnya bukan pada takaran " bahwa KPPN itu akan mentereng seperti Bank, canggih dan tampak smart" TIDAK, karena kita tidak butuh "kulit". Bukan itu, namun akan lebih dititikkan pada: kemajuan penerapan fungsi2 pemerintahan yang baik sehingga pelayanan kantor pemerintah akan menjadi lebih baik. Sebenarnya kita patut berbangga dengan "rumah tua" kita, pola pengelolaan keuangan yang ada di indonesia meskipun terdapat beberapa hal yang tidak benar dalam prakteknya, namun jangan juga lupa, indonesia keuangannya banyak diwarnai oleh hukum belanda, yang mana belanda merupakan salah satu negara tempat lahirnya hukum, dengan demikian ada hal2 yang telah dipertimbangkan secara hukum saat itu (ICW dll-nya). (hidup ICW !! ) Ternyata dalam prakteknya hal tsb kita jumpai juga kebenarannya, dengan kata lain pola keuangan kita saat ini (prakteknya) bukan lah semata barang tua yang rongsokan, TIDAK. Untuk itu jika GFMRAF programnya adalah utk perbaikan tata ADMINISTRATIF keuangan, maka sebenarnya bisa di-kombine dengan pola yang selama ini dan sampai saat ini berlaku, ya jadi seperti diatas: Jangan yang ada sekarang mau di-buang" Mungkin terlalu banyak menyimpang tulisan ini, kembali pada isue pertama bahwa GFMRAF itu dibutuhkan untuk moderenisasi kantor kita. Apapun itu GFMRAF dan perkembangannya, secara normatif kami mendukung GFMRAF, karena ini adalah kebijakan, namun yang perlu dipikirkan para pengambil kebijakan adalah: apakah GFMRAF ini bermanfaat bagi Negara ini? Karena apapun itu, kami dan kppn lainnya (sejumlah 178 KPPN) didaerah ini, akan terpengaruh dengan apa yg dilakukan dipusat. Kami berdoa semoga DJPB kedepan makin baik. Untuk berkembang kedepan pola/ praktik perbendaharaan yang ada saat ini bukanlah hal yang terlalu jelek untuk dibuang. Jika perbaiki jaringan listrik dirumah, sebaiknya kita tidak membongkar jaringan dan konstruksi fisik yg ada dengan menggantinya dengan jaringan listrik hotel bintang 5 yang sepertinya bakal tidak akan terpakai oleh kita, jangan2 bahkan listrik tidak akan menyala dibeberapa tempat, mesin cuci mati, AC rusak dan pada akhirnya, yang kita beli mahal-mahal tersebut akan dijual ke tukang rongsokan yang sering lewat rumah, karena "Kebijakan berikutnya" adalah : "dengan terpaksa (demi kelancaran pemerintahan) memutuskan untuk :kita kembali lagi ke kehidupan yang lama" Si-instalatir listriknya telah kembali ke-bengkelnya dengan "laba yang besar" sedang tetangga rumah kita yang menjadi pengusung si- instalatir juga bisa tidur pulas karena juga telah di-sharing remah- remah sisa sarapan si-instalatir. Semoga pemahaman ini tidak terlalu menggampangkan masalah dan tidak terlalu mempersulit keadaan. Jika keadaan seperti ini, nampaknya kita sendiri pemilik rumah, anak2 dari bapak kita , harus segera bangkit dari pertengahan mimpi ini, sebelum hitungan "kredit bank" Bapak kita terus bertambah angkanya, sebelum si-instalatir mengeksploitasi kita, sebelum kita ditinggal hanya dengan bangun pagi yang semalaman dipenuhi dengan mimpi buruk. Semoga topik ini bisa menghangat, agar kami dapat wawasan lain tentang hal ini, karena kami di daerah hanya bisa "bersurat" seperti ini tentang apa yang kami dengar. Dan semoga teman-teman lain di pusat bisa mengambil peran lebih dan tidak terlalu memandang rendah pada kami yang dipelosok, karena kami juga bertelinga dan anda-2 harusnya bisa lebih peka pada perkembangan. Atau saya yang harus segera kembali ke pusat he..he..
