Menanggapi tulisan pak (?) Very Rose ([EMAIL PROTECTED]) sebagaimana tersebut 
pada bagian bawah email ini, saya ingin minta penjelasan/konfirmasi lebih 
lanjut tentang informasi sebagai berikut:

Menurut Very Rose, dokumen white paper diterbitkan pada tahun 2001.  Sementara 
dalam tulisan pak Budisan disebutkan bahwa "Lahirnya  proyek GFMRAP merupakan 
upaya pemerintah untuk mewujudkan ide reformasi di bidang keuangan negara yang 
telah dirumuskan dalam Buku Putih (Reform of the Public Financial Management 
System in Indonesia, 2003)".  Menurut saya, informasi pak Budisan yang benar 
karena setahu saya KPMK yang menyusun white paper tersebut baru dibentuk pada 
bulan April 2001.   Sementara itu, menurut informasi yang saya dapatkan dari 
internet ( http://www.pu.go.id/ditjen_mukim/peraturan/Umum/inpres_5_03.pdf ), 
white paper yang nama resminya ternyata adalah Inpres no. 05 tahun 2003 
(tentang Paket Kebijakan Ekonomi Menjelang dan Sesudah Berakhirnya Program 
Kerjasama Dengan IMF) tersebut baru diterbitkan pada bulan September 2003.  

Selain itu, Very Rose juga menulis "Pengembangan SPAN hanyalah salah satu 
subkomponen dlm gfmrap, meski subkomponen inilah yg mendapat alokasi dana 
terbesar".  Sementara itu pak Budisan menulis "SPAN yang komponen biaya(fisik 
dan non-fisik)nya sekitar US$ 80 juta.." dan "Proyek GFMRAP yang nilai 
keseluruhannya sekitar US$ 250 juta menurut rencana akan diselesaikan dalam 
kurun waktu 12 tahun (2004-2015) yang dibagi dalam 3 fase, yakni GFMRAP-1 
(2004-2008), GFMRAP-2 (2006-2010) dan GFMRAP-3 (2010-2015)".   Apakah benar 
alokasi dana untuk sub-komponen SPAN merupakan yang terbesar dibandingkan 
dengan sub-komponen GFMRAP lainnya.  Atau barangkali alokasi dana untuk 
sub-komponen SPAN adalah terbesar dibandingkan dengan sub-komponen lain dalam 
(komponen Public Financial Management pada) GFMRAP-1?  Mudah-mudahan pak Very 
Rose bisa menjelaskan masalah perbedaan tersebut.

Mengenai pendapat pak Very Rose tentang perlunya pengembangan SPAN yang 
memanfaatkan perkembangan IT supaya KPPN tidak terus-terusan ndeso, I fully 
agree with you. 

----- Pesan Asli ----
Dari: Very Rose <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 26 Februari, 2008 12:32:07
Topik: Re: [Forum Prima] Re: Sosialisasi SPAN ala Budisan +

Pada 2001, pemerintah menerbitkan White Paper (reform of the public financial 
management system in Indonesia) yg mendeklarasikan langkah reformasi dlm 
pengelolaan keuangan negara. 
.....
 Pengembangan SPAN hanyalah salah satu subkomponen dlm gfmrap, meski 
subkomponen inilah yg mendapat alokasi dana terbesar sekaligus yg paling 
menentukan keberhasilan proyek ini . Mengapa demikian?

Di lain pihak SPAN adalah peluang akan kejelasan. Sebuah alternatif akan 
seperti apa perbendaharaan ke depan. Jika SPAN terus, atau apapun namanya, visi 
DJPBN sekarang akan memiliki platform. 
Orang awam yg pernah ke bank pasti agak heran jika suatu saat pertama sekali 
berurusan dng KPPN. Sama2 narik duitnya kok yg satu ndeso banget.
Melihat kembali reformasi pengelolaan keuangan negara yg lalu, maka semangat 
utama dari pengembangan SPAN adalah modernisasi. Seperti mode fashion yg tidak 
selamanya buruk, maka mode IT seharusnya juga mampu kita manfaatkan. Apalagi 
input dan output kita kan sebenarnya berupa database, kecuali kita puas dng 
kondisi yg seperti sekarang dan jarang pergi ke bank.


roup | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity
 5New Members
Visit Your Group 
New business?
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.
Special K Group
on Yahoo! Groups
Join the challenge
and lose weight.
Best of Y! Groups
Check it out
and nominate your
group to be featured.. 
 


      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke