Setelah dua tahun menjalani kuliah (Tugas Belajar) di DIII Khusus
Akuntansi STAN, akhirnya kembali ke buntok juga.Senin, 3 oktober 2008
adalah hari pertama saya bekerja di kppn buntok. Jadi ingat pepatah,
sepandai-pandai tupai ngabur, akhirnya datang ke buntok juga...(salah
dhink....
Sewaktu dalam perjalanan ke buntok, saya sebenarnya sempat shock
melihat kondisi geografis sepanjang jalan menuju ke buntok. Yang ada
hanya hutan belaka, rumahpun jarang-jarang. ditambah lagi jalan yang
rusak, tanpa penerangan membuat perjalanan darat banjarmasin-buntok
selama 8 jam seperti perjalanan 1 tahun waktu akherat.....
Sampai di buntok, terlihat jalanan yang sangat sepi karena buntok
adalah kota tanpa angkot dan lampu merah. Benar2 lengkaplah rasa shock
saya menghadapi situasi seperti itu.
but, aniway busway amuntay hidup harus tetap berjalan. so,
sabar....ambil hikmahnya aja.enjoay aja lah, daripada mikir
berat-berat malah bisa stress. Ntar lama-lama pindah dari sini juga
(semoga.....)
==========
Tambahan:
Buat ibu anandy (semoga beliau membaca mailist ini), saya mohon agar
apabila istri ingin ikut pindah megikuti suami agar jangan dipersulit.
Istri saya saat ini masih bekerja di KPPN Wonosari. Ibu tolong diingat
kata2 pak siswo sewaktu kuliah umum D3 Khusus/D4. "Jangan suka
memperlakukan orang lain jika kita tidak menyukai diperlakukan seperti
itu juga"
Saya juga ingat kata2 terakhir ibu waktu memberikan pembekalan kepada
kami sebelum berangkat kembali ke kantor, " orang brilian tidak hanya
bisa mengkritik, tapi juga harus bisa memberikan usulan/solusi". Kalau
saya usul sih bu, bagaimana kalau mutasi suami-istri dijadikan satu
paket. Sehingga menghindari penumpukan pegawai wanita di suatu tempat
(co: suami mutasi keluar jawa, istri2 yg sudah terlanjur di jawa tdk
mau ikut kembali ke luar jawa).terimakasih
ARIF
KPPN BUNTOK

Kirim email ke