memang benar pak Judul yang Bapak create itu cocok sekali dengan keadaan 
sebenarnya. Kami memang merasakan kehilangan berita karena lama sekali pak Suba 
Sita tidak muncul dengan tulisan tulisan nya yang berbobot dan up to date..
pertama saya ingin menyampaikan juga laporan dari semarang.. bahwa hari selasa 
dan rabu yang lalu telah berkumpul kepala KPPN sejawa tengah, untuk 
mendengarkan paparan petugas dari kantor pusat mengenai Mekanisme Rekening 
Khusus yang baru.. selain itu di ruangan yang berbeda juga di kumpulkan para 
petugas dari seksi vera untuk mendengarkan ceramah dari Bidang AKLAP mengenai 9 
materi yang berkaitan dengan bidang vera.. Pemaparan Bidang AKLAP berlangsung 
sampe Selasa Sore.. sementara setelah selesai bincang mengenai reksus, kepala 
KPPN dikumpulkan untuk mendengarkan oleh oleh RAPIMTAS 27-29 Feb 2008. 

Hari Rabu mumpung ada kepala KPPN di semarang, telah di gagas acara pertemuan 
dengan para pimpinan Bank Persespi se kota semarang.. yang juga di hadiri oleh 
Kakanwil Pajak beserta jajaran nya se kota Semarang, dan kepala Bidang Sistem 
Pembayaran dari Bank Indonesia Semarang.. Topik yang di bicarakan adalah 
Evaluasi Pelaksanaan Penerimaan Negara 2007 dan strategi untuk tahun 2008. 

Masing masing Ka Kanwil yaitu Perbendaharaan dan Pajak menyampaikan sambutan 
yang berkaitan dengan penerimaan negara, di lanjutkan dengan paparan BI 
mengenai RTGS..  

Dari pertemuan itu dapat disampaikan secara garis besar beberapa masalah yang 
mungkin tidak tercium /terdeteksi oleh kita selama ini.. antara lain : 
1. perubahan status bank BRI dari kt pembantu menjadi kt cabang.. ternyata 
merubah status nya tidak lagi sebagai Bank Persepsi, sehingga para Wajib Pajak 
maupun Wajib Bayar di Majenang, harus pergi ke cilacap untuk menyetorkan pajak. 
2. Bank Persepsi mengalami hambatan untuk menambah counter. karena akan sulit 
memenuhi permintaan KPPN agar LHP yang dikirim tetap terinci.. itu sebabnya 
mereka ragu ragu membuka lebih dari satu counter persepsi di Bank ybs. 
3. KPPN sebaliknya merasa berkeberatan bila menerima LHP yang tidak terinci. 
karena merasa dikerjain oleh bank persepsi.. kalau bank persepsi nya cuma 7 
buah tidak masalah, tapi KPPN semarang I mempunyai 21 bank persepsi.. 
4.Bendaharawan seringkali di tolak menyetorkan di bank swasta.. apabila mereka 
tidak merupakan klient (mempunyai rekening di bank tsb) padahal kita ketahui 
bahwa bendaharawan tidak boleh membuka rekening lebih dari satu. 
5. para Wajib Pajak rasanya enggan membebankan setoran ke rekening nya yang ada 
di bank tersebut.. padahal setoran mereka kebanyakan pake uang receh, sehingga 
cukup memakan waktu bagi petugas bank untuk menghitung uang.. 
6. Bank /Pos Persepsi selama ini mengeluh tidak memdapatkan apa apa dalam hal 
mengurus setoran pajak/pnbp.. tapi mereka di kenakan biaya RTGS oleh BI.. 
7. kebiasaan Wajib Pajak menyetor pada akhir tahun (pada saat limit waktu) 
merupakan budaya yang sulit dirubah.. dan ini ternyata menyulitkan bank 
persepsi, sebagai contoh pada jam jam terakhir sebuah Rumah Sakit Umum Daerah, 
menyetorkan sebanyak 500 SSP sekaligus yang mau tidak mau terpaksa di terima 
oleh Bank Persepsi, sehingga ada dua bank yang terlambat melimpahkan ke Rek Kas 
Negara pada saat yang ditentukan, sehingga terkena sanksi denda.
dan lain lain.. yang akan kami sampaikan secara tertulis sebagai hasil notulen 
kami kepada Bp Dirjen.. 

Kedepan, kami akan terus mengadakan pertemuan segi tiga ini. (pajak, 
perbendaharan dan perbankan, termasuk BI sudah bersedia selalu hadir) untuk 
mengambil jalan yang paling baik dalam melaksanakan penerimaan negara. 

mungkin demikian dulu yang dapat saya paparkan. Mudah2an dapat dijadikan bahan 
perbandingan oleh temen temen di propinsi lain.. apakah memang sama hal nya 
dengan yang terjadi di semarang.. 
kurang lebih nya minta maaf..  
wassalam 


----- Original Message ----
From: suba sita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, March 23, 2008 3:10:39 PM
Subject: [Forum Prima] Lama rasanya menghilang

Assalamualaikum ww,

Rasanya lama tidak nulis, jadi pegel semua tangan ini
dan kaku.
Saya baru saja dipanggil ke kanpus untuk ikut rapat
soal MPN. Ceritanya orang pusat kepingin denger suara 
dr daerah/lapangan sebagai bahan masukan. Suara daerah
di wakili oleh Kakanwil Palangkaraya dan kakanwil DKI.
Hari itu hari kamis tanggal 13 Maret 2008.

Dari paparan Dir SP, nampaknya MPN akan terus
mengalami penyempurnaan2  antara lain bgmn ketika MPN
link dg RTGS, bahkan bgmn MPN terhubung dengan Sistem
Kliring Nasional (SKN) ditahun tahun mendatang. 

Saya, seiring dengan perkembangan ini, memberikan
masukan dan mengusulkan untuk dilakukan survey
terlebih dahulu thd bank2 persepsi, mengapa mereka
tidak patuh terhadap per dirjen no 78. Biar lebih fair
juga di kirim  questioner kpd KPPN, satker/wajib
setor, sbg bahan cek silang. Misalnya mengapa bank2
koq hanya menerima setoran sampai jam 10 pagi, pdhl
mestinya sampai jam 15.00, berapa lama proses NTPN
bisa di peroleh dll. Berapa lama proses mulai dr wajib
setor menyetorkan uang dan sampai tuntas. Bagaimana
sih sbenarnya bandwidth MPN saat ini di bandingkan dg
sistem di perbankan dsb.  Kita perlu mendengarkan
mereka semua. Kita simak persoalan mereka sebelum kita
memutuskan sesuatu kebijakan tertentu, yg bisa2 hanya
sepihak sifatnya. Bapak DJ kmdn memerintahkan kpd Dir
PKN untuk mendesain kustioner dimkasud. 

Hari ke 2, hari jumat, tgl 14 Maret 2008, dilakukan
rapat di ruang rapat DJ. Rapat dibuka oleh Dir PKN
untuk membuat pointers sbg bahan questioner sbgmn
dimaksud oleh bpk DJ. Sy bersama dengan Kakanwil DKI,
beberapa Ka KPPN Jakarta, kasubdit PKN dan jajarannya,
Kabag OTL, para pejbt. DSP, mendesain suatu
kuestioner, sbgmana di tugaskan oleh Bpk Dirjen.
Nantinya qstnr ini akan di kirim ke kanwil2, untuk
meneliti semua unsur terkait dg MPN.

Hari Sabtu, dan minggu refreshing dan sy tetap di
tahan  di Kanpus. Karena hari Senin, tgl 17 Maret
2008, ada rapat membahas penolakan SPM2 Satker oleh
KPPN, krn adanya ketidak sesuaian penggunaannya dg BAS
(Bagan Akun Standar). Kelihatannya, masalah ini lebih
serius. Krn mennyangkut pencairan dana. Hari Rabu tgl
19 Maret 2008, (pagi s/d siang) ada seminar terbatas
TSA, Pembicara dari IMF, yi Mr Ian Lienert dan Mr
Piyush Desai. Acara ini dihadiri oleh semua unsur
Eselon I, BI, Perbankan, World Bank, ADB (?). Kanwil
di wakili Kanwil Jakarta, kanwil Bandar Lampung,
Kanwil Palangkaraya, Kanwil Surabaya. Pemapar
menyampaikan International Best Practices on TSA dari
negara2 yg telah menerapkan TSA (contoh umumnya dari
negara2 maju). Sore harinya jm 16.00 kmi di kumpulkan
kembali oleh Bp DJ untuk membahas hasil rapat BAS vs
DIPA hr Senin sebelumnya.  Dalam rapat tadi juga perlu
di rumuskan langkah langkah yg di perlukan untuk
mengatasi permaslahan tadi. Berkumpulah di sana Dir
PA, Dir APK, Kakanwil DKI, Sy dan teman2 Ka KPPN
lingkup Jakarta, Tangerang, dan tentu saja para
pejabat eslon 3 kantor pusat terkait. 
Hari Kamis dan jumat tgl 20 dan 21 maret 2008 libur,
long long wk n. 
Eh koq jadi catatan harian nih.

Mudah2 an sebentar lagi akan ada kebijakan terkait
DIPA Vs BAS ( catatan : masih harus di bicarakan pula
dg DJA) Semoga.

Wassalam,
Subasita




      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/


------------------------------------

Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links




      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke