Yth. Pak Faisal, Saya kurang memahami pertimbangan untuk menyarankan agar proyek IT Bank Dunia ini harus jalan terus, padahal tingkat kegagalannya antara 65%-80%. Ini berarti tingkat keberhasilannya hanya 20 sd 35%. Sedangkan untuk investasi lainnya tingkat keberhasilan 50% saja mungkin kita tinggalkan. Tolong dijelaskan lebih lanjut agar kita semua dapat memahaminya. Terimakasih, Tardjani
--- noor faisal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > YthMbak Marlina, Mas Agung, dan teman-teman miliser, > > Terusterang saya sependapat dengan teman-teman > semuanya bahwa: > Kita dan semua staf DJPB pada umunya seharusnya > tidak alergi ataupun tabu atas suatu proses dan > hasil Reorganisasi. Tentunya organisasi kedepan > diharapkan bisa lebih solid dan dapat menjawab > tantangan zaman, tetapi tentunya reorg itu sendiri > bukan dilakukan secara tiba-tiba tetapi > bagaimana reorg ini sesuai dengan visi dan > wawasan DJPBN ke depan, serta merupakan hasil > telahan yang optimal dengan mempertimbangkan > cost dan benefitnya sesuai pendapat Mas > Agung.Diharapkan kalau organisasinya solid, apa > yang dilontarkan Mas agung dan Mbak Marlina bahwa > teman2 di daerah lebih konsern atas aturan main di > lapangan (hasil reorg) bisa lebih terjawab. > Bagaimana bisa membuat peraturan/ketentuan kalau > misalnya dari tupoksi saja masih belum jelas dan > tumpang tindih?Saya juga setuju atas peran > direktorat teknis untuk diperkuat, yang kata Mas > Agung mempunyai fungsi pelayanan eksternal, dan > tentunya fungsi sekretariat > untuk mensupport semua Dit dan instansi vertikal di > daerah. Mungkin saya hanya mengemukakan bahwa > peran sekretariat dalam proses perubahan (change > management) harusnya sangat besar, dalam arti > bagaimana mendorong perubahan pada semua fungsi > perbendaharaan, pada semua direktorat. Saya > sependapat dengan Mas Agung atas wacana fungsi > koordinasi (dan pengendalian), sekretariat hanya > mengkoordinasikan hal-hal yang terkait sebagai > pengguna anggaran ke dalam, sedangkan koordinasi > pelaksanaan fungsi BUN dilaksanakan oleh dit. teknis > terkait. Mengenai ketentuan/peraturan, DSP focus > kepada ketentuan/peraturan sebagai BUN tetapi > ketentuan/peraturan yang mengikat ke dalam > ditetapkan sekretariat.Terkait dengan IT > Strategy, kalau boleh saya sampaikan kepada Mbak > Marlina, memang sempat dibentuk tim IT Strategy > (sebagaimana dikemukan Pak Budi) yang diharapkan > keluarannya dapat dijadikan acuan pengembangan IT > perbendaharaan > ke depan, dijadikan acuan untuk memutuskan > apakah usulan suatu sistem/sub > system/aplikasi/hardware perlu dilanjutkan atau > tidak. Pemilihan Pak BIG dan Bu Wiwing dikarenakan > mencari orang yang memahami IT (bukan karena > sebagai Kabag Keuangan) (CMIIW). Mungkin > pernyataannya begini: kalau user yang buat strategy, > bagaimana mengendalikannya? Saya berharap > apabila tupoksi atas IT strategy ini tertampung > di Dit baru tidak menghalangi check and balances > antara user dan policy maker. Tentunya > keleluasan yang dikemukakan Mbak Marlina atas > pengembangan IT itu terjawab tetapi harus sejalan > dengan IT strategy yang diharapkan ada. IT > strategy juga diharapkan bisa menjawab saran Mas > Agung untuk menentukan beli atau swakelola.Kalau > saya berpendapat terhadap wacana Kakek KPPN, > saya sendiri berkeinginan dengan tupoksi DSP > yang lebih jelas, instansi vertikal dapat menanyakan > suatu ketentuan, menyampaikan > permasalahan, menunggu penyelesaian kepada satu > direktorat saja. Dit SP (dulu dengan permasalahan > IT) ini lah yang menjawab, menampung, > berkoordinasi, dan membuat/menyesuaikan ketentuan > yang dibutuhkan. Walaupun kalau boleh > menambahkan pendapat Mbak Marlina, Saya berharap > DSP bukan hanya sebagai petugas pemadam kebakaran, > yang baru aktif ketika muncul permasalah dan > bukan hanya bertugas meng-harmonisasi-kan, > tetapi bagaimana dapat menginventarisir, > memperbaiki, mengusulkan sistem perbendaharaan > yang diharapkan ke depan. Sehingga dapat menjawab > kesesuaian bisnis proses dengan SPAN.Kembali > kepada instansi vertikal, diharapkan bisa lebih > dapat dibina oleh orang tua/kakeknya di pusat > bukan hanya DSP tetapi juga Dit/Set. Saya melihat > sebelumnya, kurangnya koordinasi rencana kerja > antara dit di pusat dengan instansi vertikal di > daerah. Mohon maaf pengalaman ngurus membagi > anggaran kantor daerah tidak > memperlihatkan rencana kerja dit di pusat, atau > rencana kerja daerah tidak memperhatikan rencana > kerja pusat. Misalkan bagaimana > menghubungkan/mengkoordinasikan rencana kerja > Dit Aklap dengan rencana kerja Bid Aklap dan Seksi > Vera yang selama ini terlihat masih terlihat > jalan sendiri2, begitu juga dengan dit > lainnya.Sepertinya pendapat Mbak Marlina yang > terakhir yang perlu dicamkan, bahwa at all cost kita > semua staff DJPBN harus mendukung kegiatan > IFMIS/SPAN. Memang pasti akan banyak biaya dan > waktu yang kita korbankan. Mbak Marlina > mengemukakan 3-7 tahun, pengalaman beberapa negara > ekstension waktu penyelesaian sering dilakukan. > Mengenai biaya jelas besar, baik dari loannnya > sendiri, biaya pendamping, juga termasuk biaya > pembentukan Dit baru itu sendiri (betul tidak > Mbak?). Semoga pak Piyush Desai (laporan pak > subasita) bisa menjelaskan secara obyektif seberapa > besar tingkat kegagalan proyek IT Bank Dunia > (Heeks 2006 mengatakan tingkat kegagalan proyek > IT mencapai 65%-80%). Tentunya semua itu membuat > kita harus lebih berhati-hati. Mbak Marlina > beberapa pakar berpendapat tidak tepat untuk > balik badan, biaya (sunk cost) yang diserap > sudah tinggi, lebih baik maju terus menyelesaikan PR > yang ada (CMIIW). > Wassalam. > > (Maju terus Direktorat Perbendaharaan!) > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Never miss a thing. Make Yahoo your home page. > http://www.yahoo.com/r/hs > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > ------------------------------------ > > Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. > Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links > > > > > tardjani.blogspot.com ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
