Assww, pak B. Sudrun Yth.

Kayanya tidak semua lelaki sama, kata p. Basofi dalam
lagu dangdutnya, demikian juga dengan Kasubag Umum,
saya mendengar ada Bendaharawan Pengeluaran yang
berkat gemblengan mental spiritual waktu jadi
mahasiswa Prodip ga mau macam2, lebih baik "tidak"
dari pada dapat yang tidak halal, sampai2 secara halus
ketika diforum tanya jawab menyampaikan minta
"dicontohi" oleh atasan2 nya (Kanpus,Kanwil & KPPN)
untuk menegakkan Misi Reformasi Birokrasi Depkeu.
Memang dalam menghandle Sang Tamu Dinas sekarang
kayanya makan buah Simalakama, untuk itu ada "wacana"
yang baik (eligible by system) untuk memback up Sang
Tamu Dinas seperti yang diusulkan Bapak dua orang anak
satu cucu p. Subasita kepada Kanpus yaitu agar
dialokasikan  "dana makan untuk tamu" dalam DIPA
Kanwil maupun KPPN, karena hal ini masih dalam tanda
petik gray area (daerah abu2), mengapa?, biaya tiket
pesawat, biaya hotel sudah ada (given), tapi ketika
waktu makan tiba apakah dibiarkan begitu saja (cuek)
Sang Tamu Dinas tersebut pamit untuk pergi makan
karena membawa uang harian perjadin? atau kita ajak
makan dari uang gaji? atau kita yang diajak dan
dibayari mereka? mengapa Gubernur, Bupati bisa menjamu
makan tamunya dari dana APBD (legal), mengapa kita
waktu jadi tamu Kanpus untuk sosialisasi/Radin bisa
dijamu makan dan diberi uang harian plus honor?
mengapa Kanwil dan KPPN kok belum bisa menjamu makan
tamunya dari dana APBN? (ga usah makan kertas, balpoin
dsb.), sampai ada Pejabat yang ga bilang2 datang di
satu kota, baru memberitahukan setelah posisinya sudah
boarding di Bandara mau kembali pulang, jangan-jangan
karena merasa khawatir merepotkan kali ya .......   
Mudah2an "wacana" tersebut diatas bisa terwujud,
sehingga tidak mungkin Kasubag Umum makan buah
Simalakama, karena buah itu aslinya tidak pernah ada.
Semoga.

Salam


------------------------------------------------
Waspadalah, waspadalah KPK mau masuk kppn dimana saja
Bersih itu indah, ikhlas(free of charge) itu amanah
reformasi birokrasi Depkeu.


--- Bedes Sudrun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Selama manusia masih ijo ngliat duit susah, mas
> diterapkan.
> mereka akan itung2an tenaga dan waktu,"kita udah
> capek2 bikin ini dan itu, mondar-mandir kesana
> kemari, masa gak dapet apa2" itu seloroh mereka,
> walaupun sebenarnya sudah tugas dia, malah kadang2
> dapat honor resmi. Tapi, ya itu tadi mas.... duit
> menjadi barang berharga yang susah untuk ditolak..
> Kita gak usah jauh-jauhlah,  kantor kita sendiri
> aja, Coba tanyain Kasubbag Umum, (pejabat pengadaan)
> mana yang gak Korupsi. Aku berani potong leher
> (ayam) kalau ada yang jujur. Sekecil apapun pasti
> ada, apa dengan alasan untuk dana taktis, melayani
> tamu, kegiatan olahraga dan seni. Mana mau mereka
> keluar kocek sendiri untuk jamu tamu, apalagi tamu
> itu pejabat pusat / kanwil. Gak percaya lagi, coba
> aja tanya ke anggota milis ini (barangkali ada yang
> sedang jadi pejabat pengadaan). Berapa banyak
> kuitansi fiktif yang sudah dikeluarkan?, Berapa
> banyak pengadaan yang telah dimarkup?, Berapa banyak
> kertas yang telah dimakan? 
> Kita mungkin sudah berhasil menolak KKN dari pihak
> luar, tapi bagaimana dengan kedalam (nonsen).......
> Bahkan ada Pejabat kita yang berani mengatakan,
> "DIPA itu kan kan kewenangan KPA, jadi mau
> di"revisi" jadi apa aja, juga urusan KPA"
> (Naudzubillah min dzalik). Dimana semangat reformasi
> pejabat seperti itu? Dunia-dunia, mau jadi apa,
> kalau semua pejabat kita berpikiran seperti itu.
> Beli kertas jadi Nasi pecel, beli bolpoin jadi Nasi
> Kotak, beli komputer jadi bon restoran. 
> Walah wis jadi mumet mikirin negara, mendingan
> mikirin diri sendiri aja, yang penting masih bisa
> kasih makan anak  bini dengan gaji  bulanan.
> Kebahagiaan bukan diukur dari uang, mas, karena
> kebahagiaan datang, kalau kita bisa menikmati apa
> yang telah kita punyai saat ini, Betul begitu???...
> 
> -----
>


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke