Salah satu dari keunikan punggawa2 pada dirjen kita adalah mau tidak
mau mengikuti sekolah kehidupan, suatu pelajaran yang tidak ditemui di
institusi manapun,
kita mengalami quantum leap,
dari suatu kehidupan satu ke kehidupan yang  sama sekali berbeda,
dari sebuah rumah yang penuh cinta pergi ke sebuah sekolahan ternama
dengan kehidupan kampus yang penuh romansa kemudian pergi ke sebuah
kota terpencil dgn bahasa dan budaya berbeda, kemudian pergi ke sebuah
kehidupan tanpa saudara dan orang tua, bergaul akrab dengan orang
orang yang seratus persen tidak kita tau akarnya... 
begitulah berulang berulang dan berulang sampai pada batas toleransi
jiwa yang sudah tidak bisa ditahan...

dalam keadaan yang demikian, punggawa2 kita menjalani proses kedekatan
dengan penguasa alam raya,
sebelum tidur kita berbicara, berkeluh kesah dan bermanja manja hanya
kepada NYA,
terbangun pagi sambil berkata segala puji bagi MU masih memberi
kesempatan padaku untuk berbuat baik menabung bekal untuk perjalanan
panjang menemui MU.  
Dalam keadaan penuh cinta seperti itu, semua urusan dunia menjadi hal
yang remeh, tersenyum membaca semua surat edaran dan peraturan
permainan yang diterapkan, tersenyum betapa stressnya orang orang yang
dikejar deadline sebuah laporan,

hal jiwa menjadi halus kita berterima kasih betapa intitusi ini
merubah seorang bajingan jalanan menjadi manusia yang sempurna, 
hal jiwa menjadi cinta kematian mungkin intitusi mengalami kerugian,
betapa biaya tinggi mutasi bukan lebih memberikan semangat baru bagi
mereka, tapi menuai keapatisan, kesadaran kita betapa kecilnya urusan
dunia ini dan materinya dan betapa kita ditunggu oleh sesuatu yang
lebih besar dari  itu...  

so what gitu loh, get it on ... gw udah siaap...




 

Kirim email ke