Hallo Ndra, iya dah lama sy jg nggak nulis
sy ditanyain temen apa yang sy dapet setelah berjalannya waktu
berkali kali melintasi garis equator yang membelah utara dan selatan
sy bilang sy nggak berubah banyak , tapi sy dirubah banyak
dia bilang coba lo ceritain singkatnya aja 
ya sy ceritain persis seperti yg sy tulis ini,
bahwa cara sy memandang hidup berubah total 
dari mencari menjadi dicari...
and its fun, 
life goes on easy
sy jadi lebih siap dengan apapun yang akan datang di depan.

--- In [email protected], "indra_jabrix" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Wah makin terpelosok....makin bijaksana lo Zem...
> udah lama gak buka milis prima...
> 
> Jabrix
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "jm_hndsm" <jm_hndsm@> wrote:
> >
> > Salah satu dari keunikan punggawa2 pada dirjen kita adalah mau tidak
> > mau mengikuti sekolah kehidupan, suatu pelajaran yang tidak ditemui di
> > institusi manapun,
> > kita mengalami quantum leap,
> > dari suatu kehidupan satu ke kehidupan yang  sama sekali berbeda,
> > dari sebuah rumah yang penuh cinta pergi ke sebuah sekolahan ternama
> > dengan kehidupan kampus yang penuh romansa kemudian pergi ke sebuah
> > kota terpencil dgn bahasa dan budaya berbeda, kemudian pergi ke sebuah
> > kehidupan tanpa saudara dan orang tua, bergaul akrab dengan orang
> > orang yang seratus persen tidak kita tau akarnya... 
> > begitulah berulang berulang dan berulang sampai pada batas toleransi
> > jiwa yang sudah tidak bisa ditahan...
> > 
> > dalam keadaan yang demikian, punggawa2 kita menjalani proses kedekatan
> > dengan penguasa alam raya,
> > sebelum tidur kita berbicara, berkeluh kesah dan bermanja manja hanya
> > kepada NYA,
> > terbangun pagi sambil berkata segala puji bagi MU masih memberi
> > kesempatan padaku untuk berbuat baik menabung bekal untuk perjalanan
> > panjang menemui MU.  
> > Dalam keadaan penuh cinta seperti itu, semua urusan dunia menjadi hal
> > yang remeh, tersenyum membaca semua surat edaran dan peraturan
> > permainan yang diterapkan, tersenyum betapa stressnya orang orang yang
> > dikejar deadline sebuah laporan,
> > 
> > hal jiwa menjadi halus kita berterima kasih betapa intitusi ini
> > merubah seorang bajingan jalanan menjadi manusia yang sempurna, 
> > hal jiwa menjadi cinta kematian mungkin intitusi mengalami kerugian,
> > betapa biaya tinggi mutasi bukan lebih memberikan semangat baru bagi
> > mereka, tapi menuai keapatisan, kesadaran kita betapa kecilnya urusan
> > dunia ini dan materinya dan betapa kita ditunggu oleh sesuatu yang
> > lebih besar dari  itu...  
> > 
> > so what gitu loh, get it on ... gw udah siaap...
> >
>


Kirim email ke