--- In [email protected], "Yangkung" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> On Tue, 06 May 2008 05:31:57 -0000
> 
> Assalamu alaikum Wr.Wb
> Yth. Pak Agung & Milliser semua,
> Membaca postingan pak Agung saya jadi haru. Saya 
> sependapat dengan bapak soal mutasi prodip & laskar-50. 
> Ada baiknya jika kita dapat mensyukuri keadaan apapun yang 
> terjadi pada diri ini, khususnya menyangkut mutasi. Di 
> antara angkatan 75 eks PAIK, saya termasuk yang paling 
> panjang jalannya dan semua itu saya coba ambil sisi 
> positifnya. Pertama kali terkena mutasi tahun 1984, ke 
> Denpasar.  Ketika itu saya berpikir seperti pak Agung, 
> anggap saja sekalian menikmati indahnya Pulau Dewata dan 
> kebetulan dibiayai negara. Nyatanya, seperti pak Agung 
> ketahui, banyak aplikasi komputerisasi yang dimulai dari 
> Denpasar. DAPEM, Daftar Gaji dan IPEDA (sebelum jadi PBB), 
> adalah aplikasi2 yang mulai dirintis di Denpasar. Bahkan 
> kalau ditelusuri, konsep awal perubahan Kode Pembukuan 
> yang kemudian melahirkan KMK-217/1990 tentang Mekanisme 
> UYHD, juga dirintis di Denpasar. Artinya, sepanjang kita 
> mau melihat sisi positifnya, mutasi tidak perlu jadi momok 
> yang menakutkan. Uniknya, saat sudah mendekati masa-masa 
> pensiun, tahun 2004, saya masih terkena mutasi sebagai 
> imbas penggabungan organisasi. Tidak tanggung-tanggung, 
> mutasi sejajar ke Kanwil XXX DJPBN Jayapura. Dan setelah 
> 2,5 tahun di Papua, saat ini pun masih harus berkelana di 
> bumi Anoa, Kendari.
> Jadi seperti kata pak Agung, biarkan juru masak 
> kepegawaian DJPBN bekerja demi kita dan DJPBN secara utuh. 
> Nyatanya, dari beberapa postingan akhir2 ini, banyak 
> rekan-rekan, khususnya eks prodip yang makin arif dan 
> membanggakan kita semua.
> Itu saja tambahan saya, selamat terkena imbas mutasi, 
> jangan resah dan gelisah.
> 
> Wassalam,
> 
> Yangkung
>   
>   "Agung_Sayuta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Assalam'mualaikum Wr.Wb.
> > 
> > Buat Mas Kad Fold dan Akinari Hattori serta Rekan Form 
> >Prima,
> > 
> > > Mohon maaf kalau ada salah, semoga ada manfaat.
> > 
> > Wassalam'mualaikum Wr.Wb. Agung Sayuta.
> > 
> > 
> >
>saya setuju dengan pendapat Yth."Pak Yangkung". Dapat
ditambahkan,saya kira mutasi kemanapun tidak akan menjadi masalah
asalkan pola mutasinya jelas dan tersedia fasilitas yang memadai di
tempat baru (co;rumah dinas). Saya dengar kemaren di hotel sheraton
pas TOT KPPN Percontohan tahap 4, dalam presentasinya bu anandy
mengatakan bahwa ditargetkan pada tahun 2010 TKT bisa dinikmati semua
pegawai Ditjen PBN dan pada tahun 2013 tersedia rumah dinas bagi semua
pengemban "tour of duty". Semoga hal tersebut memang benar2 bisa
terlaksana sehingga kita tidak repot-repot memikirkan cicilan
kontrakan di tempat baru. (mikir cicilan KPR+ongkos mudik aja udah
pusing,untung mau ada TKT)
mengenai pola mutasi sendiri, katanya sih kemaren emang pola mutasi
itu memang bukan pola yang baku alias tidak pasti,tergantung kebutuhan
organisasi. menurut saya,memang pola mutasi memang perlu dibakukan.
pola mutasi yang baku secara psikologis akan membuat pegawai bekerja
lebih tenang,karena tidak terbebani "ketidakpastian". selain itu juga
lebih mempermudah planning pagawai ditempat yang baru (co; rencana
melanjutkan kuliah,nyekolahin anak,dll)
Saya sendiri baru mengalami penempatan pertama di KPPN Buntok, belum
selevel dengan "Pak Yangkung" yang telah menikmati tour ke banyak
wilayah di Indonesia. Pertama kali saya datang kesini saya sempat
mengeluh,karena memang suasananya sangat jauh berbeda dengan di jawa.
dan untuk pulang ke jawa saja membutuhkan waktu hampir 24 jam,karena
daerahnya yang sangat terpencil (berangkat jam 17.30,
buntok-banjarmasin 8jam, nunggu pesawat ampe jam 4.30, pesawat 1
jam,naek bis joga-sukoharjo +/- 2 jam, dah jam 17.30 lagi dah). Akan
tetapi setelah membaca di maillist,saya jadi bersyukur karena ada
teman2 kita yang tidak lebih beruntung dari saya. Dan
Alhamdulillah,baru 2 1/2 bulan ditempatkan selesai melaksanakan tugas
belajar diterima seleksi kppn percontohan tahap 4
Dari runtutan peristiwa diatas,saya baru menyadari bahwa sesuatu yang
kita pandang tidak mengenakkan kadang itu merupakan yang terbaik
diberikan Allah bagi kita. Setidaknya,saya pernah berwisata
menginjakkan kaki di bumi kalimantan (mungkin selanjutnya
ternate,jambi,bengkulu,lampung,ato jakarta 4),tepatnya di
buntok,sebuah daerah di Indonesia yang tidak pernah saya ketahui
keberadaannya sampai datangnya sk mutasi tahun 2005. Alhamdulillah
demikian opini saya dari KPPN Buntok, sebuah kantor yang indah di
pedalaman kalimantan tengah, di pinggiran sungai barito. btw,kapan ya
keluar sk mutasi kppn percontohan?
===========
Mohon maaf apabila ada salah kata ataupun ada pihak-pihak yang kurang
berkenan dengan tulisan saya. Saya juga manusia,yang penuh dengan
kesalahan (mungkin.......)

Kirim email ke