Bangsa ini terlalu gengsi untuk jualan pulsa.
Bisnis pulsa mampu mendatangkan omset triliunan. Semestinya sebelum 
melepas beragam operator kepada temasek Indonesia mesti waspada. Ada 
apa ini Temasek yang merupakan salah satu holding company dibawah 
dep keua-nya singapura kok berambisi menguasai jaringan 
telekomunikasi Indonesia. Saya menganggap ini sebagai salah satu 
keteledoran (kalo nggak boleh disebut kebodohan) rezim penguasa. 
Dalam salah satu editorialnya (saya lupa edisi keberapa) tabloid 
pulsa pernah mengulas kerugian yang mesti ditanggung negeri ini 
(baca rakyat  ini) karena diakuisisinya jaringan telekomunikasi oleh 
pihal luar negeri (Temasek). Kerugian itu bukan hanya berupa aliran 
dana (triliunan rupiah) ke kantong temasek (baca singapura). Tetapi 
juga dimata Singapura kita ini "telanjang bulat". Rekaman 
pembicaraan via seluler dapat diakses dengan mudah oleh negeri jiran 
tersebut. Bayangkan jika pembicaraan yang disadap itu adalah 
pembicaraan presiden, menteri, tokoh politik, pengusaha besar. dan 
dari kesemuanya itu tetap saja rakyat indonesia juga yang menjadi 
korban.

Momentum 100 tahun kebangkitan nasional semestinya dijadikan sebagai 
pijakan untuk kembali kepada tujuan bangsa indonesia sebagaimana 
diamanatkan UUD 1945.
Tapi yang saya lihat sekarang momentum ini hanya digunakan untuk 
membangun citra oleh (dua) petinggi partai. Masa kampaye pilpres 
masih lama lagi tapi sudah ada yang tiap tiap hari menghaburkan 
koceknya demi pencitraan dirinya melalui media televisi. Pemimpin 
semacam ini mudah-mudahan tidak mendapat jatah jabatan di masa 
mendatang.

Dari Kendari

HaBeWe
tahukah Anda bahwa ongkos produksi sebuah Short Message Service 
(SMS) tidak sampai Rp.15

--- In [email protected], "kabei_pernah_disini" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Melihat iklan Indosat versi kebangkitan nasional, terlihat nyata 
bahwa
> Indosat secara tersirat ingin “mengejek” bangsa Indonesia. 
Dari iklan
> tersebut, terdapat dua cerita yang saling berhubungan, yaitu 
tentang
> Indosat itu sendiri serta tentang Megawati Presden Republik 
Indonesia



Kirim email ke