Wah, hebat ntuh bro Noeh Cool Cash. Gw jd ingt Joseph E Stiglitz. Mg lalu gw
baca2 "Globalization and Its Discontents" di Gramedia.
Gw penasaran, mo nanya neh....apa betul kata "mengekpor" n "pengekspor" dlm
kalimt d bwh ini. Klo yg gw tangkep seh sptny "mengimpor" n "pengimpor". Tp
gw yg bego kali ya. Mohon pencerahannya.
"Negara kita adalah produsen minyak bumi, meskipun belum mencukupi
kebutuhan nasional akan tetapi kita juga tidak "mengekpor" semua (asumsi
yang digunakan selama ini seolah-olah kita sepenuhnya "pengekspor" BBM, subsidi
yang diberikan adalah semua konsumsi dalam negeri berdasarkan
harga minyak dunia), ini keliru."
Gw jg penasaran, skrg neh org pd ribut gara2 BBM naek (bensin naek 4500 jd
6000) n pmbagian BLT nyasar. Tp gw heran, hrg bensin > 6000 d kampung Borneo
n d pdalaman Papua dr dl kok gada yg ribut n demo mnta BLT yah...... Ktany
globalisasi ntuh bsa nyatuin hrg minyk dunia, tp kok ga bsa nyatuin hrg minyk
di smua daerh d Indonesia ya....
Heran, gw heran tenan-tenan...
>From Bayu Biru with Love
Ketik G spasi H.....Gw Heran tenan-tenan.....
----- Original Message ----
From: Noeh Cool Cash <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, May 26, 2008 2:46:43 PM
Subject: [Forum Prima] Re: jangan korbankan rakyat kecil
Negara kapitalis adalah negara yang menerapkan standard ganda,
hipokrit, atau bermuka dua. Jadi bukannya alergi atau apriori terhadap
negara kapitalis tetapi pada kenyataannya memang demikian. Sebagai
contoh, Amerika Serikat sebagai dedengkotnya kapitalis liberalis
nyata-nyata telah membuktikan hal tsb. Dulu, merekalah yang paling
getol atau ngotot untuk diterapkannya globalisasi di semua negara di
dunia, mereka memprakarsai NAFTA, AFTA, dan sederet kawasan
perdagangan bebas lainnya. Namun kini, mereka menyesali apa yang telah
gembar-gemborkan karena pada beberapa bidang justru mereka kalah
bersaing dengan negara lain,
Mananggapi masalah kenaikan harga BBM, saya ingin mengungkapkan
beberapa hal di sini (weits, udah kaya pengamat ekonomi yang
kerjaannya cuma mengkritik pemerintah aja gua!) :
Negara kita janganlah manganut liberalisme ekonomi, yang mendasarkan
penjualan BBM dalam negeri mengikuti harga pasar minyak mentah dunia.
Negara kita adalah produsen minyak bumi, meskipun belum mencukupi
kebutuhan nasional akan tetapi kita juga tidak mengekpor semua (asumsi
yang digunakan selama ini seolah-olah kita sepenuhnya pengekspor BBM,
subsidi yang diberikan adalah semua konsumsi dalam negeri berdasarkan
harga minyak dunia), ini keliru.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/