saya kok ga ngerti yang dimaksud yaa.. soalnya klo kalimat pengekspor jadi pengimpor malah jadi bikin bingung..
lebih bingung lagi "barang impor" kok disubsidi?? lebih aneh lagi kita produksi tapi ga perlu dihargai secara internasional, sementara impor kan pake harga internasional, pembukuan barang persediaanya bagaimana dong? maksudnya mungkin mas Noeh ini pro subsidi BBM yaa.. klo saya sih tidak, selama kita masih harus impor sebaiknya bbm tidak disubsidi. bahkan seandainya kita udah jadi eksportir lagi baiknya bbm tetap tidak disubsidi ga sebanding sama keburukannya. bbm naik emang serba susah, tapi itu pelajaran buat kita semua supaya hidup lebih efisien On 6/2/08, Noeh Cool Cash <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hahahaha, saya jd menertawakan diri sendiri > > Maafkan buat bayu biru dan milliser semua, saya salah ketik, harusnya > pengimpor bukan pengekspor.Terima kasih atas ralatnya. > > Harap maklum, kemaren terlalu bersemangat nulisnya dan tidak ada > editornya jadi salah deh. Tapi itu manusiawi, yang penting substansi > nya sampai ke pembaca. Web site presiden, koran, majalah, dan buku > best seller aja bisa salah ketik apalagi saya?! (hehehe, orang salah > selalu mencari pembenaran buat dirinya) > > -- ================================= Gautama Seti Financial Advisor
