Pa Nagayamuni, kata orang, di Kalimantan ada pemeo 3 B, Beburungan... orang suka melihara burung, burung tiung misalnya, Bebatuan... orang suka pake batu mulia, kecubung misalnya, Bebinian... orang suka... Jadi kalo pa Sadar_Pbun menanggapi suatu masalah mengumpamakan burung itu wajar saja toh. Tapi saya yakin Beliau tidak suka dengan B yang ketiga, Bebinian.
Visi DJPBN "Menjadi Pengelola Keuangan Negara Yang Profesional...." kiranya telah cocok benar. Bagaimana tidak. Dengan membaca milis Rekan Forum Prima dalam mengomentari "perjalanan panjang ditengah miskinnya infrastruktur" pa Subasita, patutlah berbangga hati. Dari sekedar cerita pengalaman perjalanan, ternyata komentar dapat berkembang sampai ke masalah otonomi daerah... hebat. Pa Subasita, dengan melihat langsung kondisi infrastuktur dan letak geografis Satker yang penuh perjuangan menempuh perjalanan ke KPPN, dengan waktu tempuh berjam-jam bahkan berhari-hari, dan tidak jarang mereka patungan carter mobil, dan setelah sampai ke KPPN ternyata pencairan tertolak, rekonsiliasi tertolak (milis Mas Noeh Cool Cash). Sungguh... tidak sampai hati. Kita semua tahu, di samping letak geografis, masalah pokok yang dihadapi Satker yaitu SDM. Satker-Satker seperti ini bertebaran di bumi nusantara, di Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTT, NTB, Sumatera, bahkan Jawa. Pa Subasita, dengan mengalami langsung medan perjalanan yang begitu berat, mungkinkah mendiskusikan solusi penyederhanaan aplikasi yang harus dioperasionalkan Satker. Misal untuk aplikasi SPM, pada uraian SPM dikunci dengan kode MA, dan ... Demikian, mohon maaf, semoga bermanfaat. Agung Sayuta --- In [email protected], "nagayamuni" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > sadar_pbun (Bp. Safri Darwis) Kepala KPPN Pangkalan Bun. Apa Kabar Pak? > Betul apa yg bapak ungkapkan. Kita mesti belajar dr tawakalnya burung. > Lha wong burung aja bisa, kenapa manusia yg banyak akalnya nggak bisa. > --- In [email protected], "sadar_pbun" <sadar_pbun@> wrote: > > > > Aswb,Pak Nano ! > > Janganlah merinding pak, dibalik serba minim tadi mungkin masih ada > > potensi alam di kalimantan masih belum sepenuhnya kita gali, > > bergurulah pada burung " Burung keluar pagi hari dalam keadaan lapar > > dan kembali kesarangnya dalam keadaan kenyang " > > >
