On Wed, 30 Aug 2000, Iman S. H. Suyoto wrote:

> > kacau dicetak.  Nah model LaTEX ini memakai prinsip Device
> > Independent.  Jadi dia akan menampilkan yang terbaik di device milik kita.
> 
> atau sebenernya apapun (ga harus latex) yang device independent. word
> processor kalo device independent okeh aja kan?! :-) makanya di word
> processor sering ada print preview.
> btw, banyak ya, para graphics designer dan jago dtp yang bertahan di
> mac.

Memang tidak harus LaTEX (ada banyak text processor, yads, dsb).  Berbeda
dg hasil yang dibuat oleh preview dari wordprocessor karena word processor
sebagian besar menerapkan penyimpanan data secara "presentasei" bukan
struktural.

Sehingga ketika dia harus preview --> di monitor (bagus) bisa terjadi
tetpai ketika dicetak bukan keluar the best.  

Kalau untuk graphics biasanya diterapkan suatu "layer" lagi misal menganut
seperti standard PHIGS (sekaranya yg barunya sudah ada).  Device
indepence dari Mac ini diterangkan oleh Tog (si disainernya Mac) di buku
judulnya "Tog on Interface"

> yah, no software is perfect, lah. tapi yang jelas, banyak orang bekerja
> dengan daya visualnya.
> makanya di posting sebelumnya saya bilang, ada yang lebih suka angka
> besarannya keliatan "bagus", ada yang lebih suka gambar di layarnya
> keliatan bagus.

Memang untuk beberapa pekerjaan "mengandalkan visualisasi bisa
bagus" (misal disain poster, brosur) tapi kalau untuk CAD yang harus
presis maka tidak bisa lagi mengandalkan visualisasi (atau juga misal
ketika kita harus mengenerate visualisasi yang secara "logika harus benar"
(biasanya pakai graphics tool semacam dot, da vinci dll).

Visualisasi secara kontekstual juga bisa bervariasi.. suatu tulisan saya
yang lama sekali :

Ini menggunakan  visualisasi teknik "Fish Eye", tentunya visualisasi
kontekstual ini akan berbeda sekali dg visualisasi yang untuk kebutuhan
mata.

http://wiryana.dhs.org/old_stuff/fish_eye/

Sedangkan untuk teknik visualisasi yang tidak saja harus "enak di
mata" tapi benar secara logis bisa diliat contohnya di :

http://www.rvs.uni-bielefeld.de/software/WBdot/wb2dot.html


> dan ada juga orang yang pengen satu tool bisa macem-macem.
> ini banyak terliat di paket-paket word processor sekelas microsoft word,
> wordperfect, atau lotus wordpro.
> mereka mulai dari sebagai paket word processor "yang penting bisa ngetik
> di komputer" sampe punya kemampuan mendekati dtp.

Sepintas selalu cara ini benar.. tetapi analisis HCI menunjukkan bahwa
cara itu kurang tepat (cognitive load akhirnya besar), plus biaya yang
terlalu besar untuk tool tersebut

> pernah pake kfm, kan mas? (caelah, so' yakin)
> itu kan file manager, tapi bisa dipake browsing juga.

kfm sekarang ditambah (di KDE2) menjadi Konqueror.  kfm berfungsi
sebtulnya sebagai browser.   Saya sendiri kurang favorit dg model ini 8-)

> dari sisi pembuat, kan, yang penting programnya dipake (minimal
> diinstall) orang seneng dia.
> asal, user tau aja buat apa tool itu. atau tool itu "akal"-able (baca:
> bisa diakalin :-) ) bisa dibikin melakukan apa aja.

He.he. vendor pengennya untung.. tapi konsumen yang harus menerima
"bloatware".  Artinya sebagian besar feature yang dibayar tidak pernah
dipakai (he.he. mungkin di Indonesia karena tidak membayar jadi tak
menghitung).

Mungkin bisa baca tulisan saya yang mengambil hasil survei dari tingkat
kepentingan feature program Office :

Memilih aplikasi perkantoran (Office application)
http://wiryana.dhs.org/artikel/Office-Application/

> ya yang ga perlu ga usah di-install :-) (kalo bisa, hehehe).
> paket word processor modern semestinya sih bisa bikin dokumen yang
> terstruktur juga tanpa harus memaksakan "kerumitan" teknis yang harus
> dihadapi pemakai seperti misalnya membuat dokumen terstruktur dengan
> xml.

Seharusnya memang jaman sekarnag ini aplikasi word processing XML-based
8-) (akhirnya balik lagi khan ke structural document model ala
LaTEX..he.he)

> teman saya pernah menunjukkan skripsinya dia yang ditulis full dengan
> word processor, dan dia dengan senang hatinya menunjukkan bahwa
> dokumennya bisa terstruktur, bikin daftar isinya bisa otomatis,
> penomoran halamannya bisa ganti dari gaya romawi ke arab ketika
> diperlukan, dll.

Berbeda... coba aja ganti style, ubah format.. belum kalau kita sudah
masukkan fungsi "pengarsipan".  Saya sendiri sudah pernah ngalamin koq
seperti ini (waktu S2, saya bikin segala macam Macro untuk nulis thesis
saya.. pakai Amipro, supaya bikin Head enak, Sub Section, nomor persamaan,
nomor gambar dsb).  Tapi terus terang jauh lebih enak pakai Lyx dalam hal
perubahan format dan kekonsistenan struktur (ini yang sulit dilakukan oleh
word processing).  (saya baru saja konversi dan nulis dalam Lyx 150
halaman... dan terasa jauh lebih mudah daripada waktu saya nulis pakai
wordprocessor... nggak pusing lagi soal konsistensi).

Misal bila saya ingin menentukan bahwa layout gambar dengan ketentuan :

- Di tempat yang ditentukan
- Kalau tidak cukup di bagian atas halaman
- Kalau tidak cukup di halaman selanjutnya berdiri sendiri.

Nah dg model Lyx (atau LaTEX) hal ini mudah dilakukan, tapi dg Word
Processor..he.he harus edit satu-satu tuh gambar, digeser-geser.

Salah satu kelemahan Word Processor adalah kesulitan menjaga
"konsistensi" hasil. (saya tahu jarang skripsi di Indonesia dicheck
konsistensi cetakannya...he.he.he kalau dulu saya yang jaga gawang adalah
librarian yang "ketat" banget soal spasi, font, margin, typeface, jadi
terasa rasanya harus ngerubah tipografi 2 minggu karena ketidak
konsistenan ini.

> yang penting, kutau yang kumau (lho, kok jadi iklan sprite) :-) (btw, di
> jerman, iklan sprite kaya gimana sih :-) )

Saya sudah mengalami masa berbaga Word Processor, Text Processor.. cuma
ingin berbagi penglaman bahwa untuk model tulisan buku, thesis, dan yang
membutuhkan konsistensi (dokumen hukum, kontrak, surat penting) akan lebih
tepat memakai structural document (misal pakai LaTEX dg berbagai front
end).

IMW


------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA

Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip     : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP       : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml

Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.

Kirim email ke