I Made Wiryana wrote:
> 
> Misal bila saya ingin menentukan bahwa layout gambar dengan ketentuan :
> 
> - Di tempat yang ditentukan
> - Kalau tidak cukup di bagian atas halaman
> - Kalau tidak cukup di halaman selanjutnya berdiri sendiri.
> 
> Nah dg model Lyx (atau LaTEX) hal ini mudah dilakukan, tapi dg Word
> Processor..he.he harus edit satu-satu tuh gambar, digeser-geser.

saya melihat ini bisa sebagai suatu kelebihan juga.
ada dokumen yang harus konsisten, ada juga yang enakan ga konsisten
penampilannya.
btw, kalo tau caranya, ga harus geser-geseran tuh :-).

> Salah satu kelemahan Word Processor adalah kesulitan menjaga
> "konsistensi" hasil. (saya tahu jarang skripsi di Indonesia dicheck
> konsistensi cetakannya...he.he.he kalau dulu saya yang jaga gawang adalah
> librarian yang "ketat" banget soal spasi, font, margin, typeface, jadi
> terasa rasanya harus ngerubah tipografi 2 minggu karena ketidak
> konsistenan ini.

2 minggu? sehari juga kelamaan :-).

> > yang penting, kutau yang kumau (lho, kok jadi iklan sprite) :-) (btw, di
> > jerman, iklan sprite kaya gimana sih :-) )
> 
> Saya sudah mengalami masa berbaga Word Processor, Text Processor.. cuma
> ingin berbagi penglaman bahwa untuk model tulisan buku, thesis, dan yang
> membutuhkan konsistensi (dokumen hukum, kontrak, surat penting) akan lebih
> tepat memakai structural document (misal pakai LaTEX dg berbagai front
> end).

buat saya, sih, tetep aja. yang penting, kutau yang kumau.


ishs

------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA

Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip     : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP       : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml

Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.

Kirim email ke