Tadinya saya nggak mau ikutan thread ini .. tapi kareana da sesuatu yang
kurang tepat jadi tampaknya perlu "turun gunung..he.eh."
On Fri, 15 Sep 2000, Erik Tapan wrote:
> Suatu saat kalau Linux membuktikan bahwa dia lebih baik mengapa takut.
> Coba pelajari bagaimana MS bisa menaklukkan WS dan Lotus.
> Atau juga DOS.
Ini pola pandang yang berbeda... antara Linux vs MS vs DOS. Linux itu
bukan produk milik suatu persh jadi kuncinya adalah "pemberdayaan
user" untuk melakukan pilihan. Linux sendiri tidak peduli apaklah bisa
menaklukkan atu tidak (persh distro-nya yang mungkin peduli).
Linux bukan milik Red Hat, bukan milik SuSE. bisa aja jadi milik "Caping
Merah" mungkin kebetulan persh itu adalah milik Florry. atau persh
Indonesia lainnnya.
> Orang Linux sebaiknya mulai belajar hal-hal yang dilakukan Microsoft.
> Cuman karena gengsi, sehingga hal-hal yang berbau Microsoft dijauhkan.
> Yha -kecuali mau bikin gebrakan sendiri- susah jadinya.
Lho siapa sih orang Linux ?.-. Linux itu bukan proprietary milik satu
persh.. ini yang jelas sangat berbeda paradigmanya.
Yang sulit banyak hal yang dilakuakn MS sebetulnya kurang benar.. (dan
ketika dicomplain maka dianggap gengsi... )
> Cuma kalau seperti orang-orang Linux lakukan sekarang (terang-terangan
> saja), saya koq kurang sreg yha ?
Kembali lagi saya bingung "orang-orang linux itu siapa" ? pengguna Linux,
penjual distro Linux.
Ini paradigma yang berbeda sekali, beda dg ketika debat gencar misal OS/2
vs Windows, Windows vs Mac. Kedua-duanya bukan "pemilik" produk tetapi
"pemakai.
Pada Linux.. si pemakai menjadi "pemilik".
> Coba tiru langkah-langkah MS (jangan dihujat maksud saya).
> Penghujatan (menggunakan emosi) kepada pihak lain membuat pikiran kita
> tertutup, tidak bisa melihat yang baik.
> Kalau ada yang negatif yha nggak usah ditiru.
> Ataukah MS itu maju karena negatifnya ?
MS tidak melakukan penghujatan ?... give me a break man... anda bisa baca
di banyak buku soal penghujatan via strategi FUD mereka... (yang baru
rame... antar komentar Ballmer dan Gates).
Apa perlu saya berikan contoh-contohnya.. (saya nggak mau melakukan hal
itu ntar bisa dibilang anti MS).
Ini masalahnya bukan antara OS tetapi antara paradigma yang berbeda. Di
satu sisi paradigma yang memandang user itu adalah "konsumen yang harus
diekspoitasi", sedang di satu sisi adalah paradigma yang memandang "user
adalah yang menentukan segalanya".
Sebagai dokter mungkin bung Erik Tapan pernah mengalami situasi seperti
ini,.. Anda datang ke kampung, melihat penduduk setempat buang air di
depan rumah.
Anda sebagai dokter yang datang ke kampung itu lalu protest,.. itu kurang
sehat.. dsb. Terus si penduduk bilang.. "anda koq repot sih... saya aja
udah idup dengan cara ini lebih dari 50 tahun dan baik-baik saja".
Sama saja.. khan.. anda punya etika profesi untuk menyampaiakan "apa yang
benar" dari sisi kedokteran.
Rekan-rekan Linux punya etika untuk menyampaiakan apa yang merugikan bagi
masyarakat dari sisi pemahaman IT mereka. Karena seringkali ada sesuatu
hal (atau banyak hal) yang merugikan tapi tidak disadari.
IMW
NB : saya tidak suka mengambil analogi, tetapi terpaksa saya melakukan
ini.
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA
Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.
Please check with the latest AVP update before you ask about virus:
ftp://mikrodata.co.id/avirus_&_security/AntiViral_Toolkit_Pro/avp30.zip