On Sat, 16 Sep 2000, Djoko Susilo wrote:
> >emotional. Gaya bahasa yang digunakan orang bisa saja "menipu". Sebagai
>
> Gaya bahasa ini yang justru sering membuat salah tafsir.
> Buktinya, sudah ada yang terusik dan komplain. Dua dokter lagi... 8-)
Galileo dulu dicomplain orang satu negeri 8-)
> >seorang akademisi sepertinya kita tidak bisa berdiri di sudut
> Justru akademisilah yang harus berpandangan netral. Apa yang benar harus
> dikatakan benar, apa yang salah ya harus dikatakan salah (mengutip tanggapan
> bung IPBS). Kalau akademisi saja sudah tidak netral, siapa lagi yang bisa
> diharapkan menegakkan kebenaran. Praktisi jelas sulit diharapkan. Apalagi
> politikus.
Mengatakan kebenaran adalah suatu usaha memihak kepada publik (in the
public interest). Suatu contoh nggak mungkin akademi (misal ahli gunung
berapi) mengucapkan sesuatu yang "benar" tetapi tanpa melihat kepentingan
publik.
Saran saya kembali lagi silahkan mengacu ke "kode etik" profesi. Biasanya
di tingkat paling atas selalu diletakkan "demi kepentingan publik".
> Dengan menegakkan argumentasi yang netral inilah diharapkan kepentingan
> publik bisa dibela.
Saya rasa "publik" yang saya maksud adalah pelaku TI dan pengguna produk
TI secara luas 8-). Sehingga memberikan ifnormasi seluas-luasnya
merupakan suatu sarana memperkaya pengetahuan pbulik dalam mengambil
keputusan. Sebagai contoh, banyaknya "iklan" akan suatu produk, tanpa
diimbangi dg kritik terhadap prdouk itu dari pihak lain tentu akan bisa
menyebabkan terjadinya pembentukan selera.
Memang proses seperti "memburuk/buruk-kan" dan menkritik suatu produk
belum lazin di Indonesia (dianggap membela), tetapi kalau anda membaca
majalah di sini (saya pernah menitipkan pada bung Eko), itu adalah tugas
akademi dan media. Bila anda tertarik saya bisa berikan majalah
perbandingan produk di sini yang dimanfaatkan oleh orang banyak untuk
membeli produk. Setiap produk software/hardware keluar selalu akan
di"caci-maki" (saya sedikit hiperbol) kekurangannya.
Bersikap netral bukan berarti diam.. tetapi mencoba memberikan informasi
seluas-luasnya (sesuai dg yang diketahuinya) dan membiarkan publik
menentukan pilihannya.
Mungkin akademisi kita yang sering kurang kritis bila masalah teknologi
(sehingga kita hanya jadi follower) dan jadi konsumen yang
baik. Perbedaan lingkungan ini mungkin yang membedakan mana "netral" dan
mana tidak netral.
Oh iya.. kalau anda sering membaca RISKS anda mungkin akan bisa memahami
maksud saya "kritik ke produk demi kepentingan publik".
IMW
------------------------------------------------------------------------
Forum Komunikasi Penulis-Pembaca MIKRODATA (FKPPM)
Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.
Memakai, Menyebarluaskan, dan Memperbanyak software bajakan adalah
tindakan kriminal.
Please check with the latest AVP update before you ask about virus:
ftp://mikrodata.co.id/avirus_&_security/AntiViral_Toolkit_Pro/avp30.zip