Konsep OSCA Kembangkan Pemakaian Linux di Indonesia

Komunitas Linux Indonesia yang dimotori pakar Linux Indonesia, I Made
Wiryana, memiliki rencana untuk mengembangkan dan memperluas pemakaian
Linux di Indonesia, khususnya bagi para mahasiswa. Hal tersebut
dinyatakan oleh Made kepada wartawan sesaat sebelum meluncurkan sistem
operasi Linux Trustix Merdeka di Hotel Ambhara Jakarta, Jumat
(27/10/2000).

"Kami akan merealisasikan konsep Open Source Campus Agreement (OSCA)
yang sifatnya sebagai sebuah komitmen moral ke kampus-kampus di
Indonesia," ujar Made.

Menurut Made, OSCA tidak bersifat eksklusif. "Karena sifatnya moralitas,
maka tidak perlu adanya tanda-tangan resmi. Uang tidak berbicara dalam
OSCA," tambah Made kepada detikcom. Ditambahkan oleh Made bahwa konsep
OSCA akan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap piranti
lunak impor yang mahal.

Menurut Made, kampus yang sepakat atas konsep OSCA tersebut akan dibantu
dan didorong dalam mengimplementasikan dan mengembangkan Linux bagi
kepentingan sesama praktisi Linux dan teknologi informasi Indonesia. 

"Komunitas Linux Indonesia akan membantu menyediakan infrastruktur dan
technical editor.

Sedangkan dari kampus akan diminta untuk turut mengembangkan Linux dan
konsep open source. Selain itu diharapkan setiap kampus dapat membuat
modul-modul perkuliahan yang dapat didistribusikan di internet, sehingga
kampus lain dapat saling bertukar dan menggunakan modul tersebut.

"Dengan adanya modul yang dibangun bersama dengan gratis dan dapat
digunakan oleh pihak lain, maka kita dapat menekan biaya pendidikan
serendah mungkin. Misalnya ITB tidak perlu membuat modul kuliah A karena
sudah dibuat oleh UI, sedangkan UI tidak perlu membuat modul kuliah B
karena sudah dibangun oleh ITB. Demikian seterusnya untuk kampus-kampus
lain," ujar Made.

Kalau cita-cita OSCA ini tercapai, maka diharapkan Indonesia dapat
memiliki sumber daya manusia yang bernilai tinggi, menghormati Hak atas
Kekayaan Intelektual dan mengurangi ketergantungan terhadap
produk-produk piranti lunak luar negeri.

"Selain itu bisa saja suatu saat nanti Indonesia akan dapat dikenal
sebagai negara pengekspor teknologi informasi dan piranti lunak, seperti
di India," ujar Made menutup perbincangan. (dbu)



<font size=1 face="verdana,ariel,geneva">
<b>***  Private and Confidential   ***</b>
The information in this email is confidential and is intended only for the person(s) 
named. 
Any other distribution, copying or disclosure is prohibited. If you are not the 
intended recipient, 
please notify the sender immediately or telephone on +44 (20) 7730 1111
</font>

Kirim email ke