Peringatan Hari Keuangan tahun ini diwarnai masalah-masalah berat yang
membebani Menteri Keuangan.
Mulai dari krisis ekonomi global yang mulai merambah Indonesia,
kemudian kepergian ibunda tercinta, dan yang terakhir isu yang beredar
bahwa kedudukannya terancam akan digeser.

Mengenai hal yang terakhir ini sempat menjadi headlines The Jakarta
Pos tanggal 22 Oktober
(http://www.thejakartapost.com/news/2008/10/22/efforts-seen-unseat-sri-mulyani-sources.html).
Berita ini tentu sangat mengejutkan karena pada periode yang sama Sri
Mulyani mendapatkan dua penghargaan tingkat dunia dari dua majalah
bergengsi. Emerging Market Asia menganugerahkan Asian Finance of The
Year 2008 seperti yang pernah diterimanya juga pada tahun 2006 lalu.

Penghargaan yang kedua adalah predikat Finance Minister of The Year
and Minister Contribution To Finance Award  2008 yang diterimanya dari
majalah EuroMoney.
Beberapa penghargaan yang diterima sebelumnya antara lain penobatannya
sebagai Tokoh Paling Berpengaruh di Asia oleh Singapore Institute of
International Affair (SIIA) yang diterimanya pada bulan Maret lalu.

Majalah Forbes juga memasukkannya dalam urutan ke-23 daftar 100 wanita
paling berpengaruh di dunia mengalahkan tokoh-tokoh berpengaruh
lainnya seperti Hillary Rodham Clinton, Aung San Suu Kyi dan Oprah
Winfrey.

Harian The Jakarta Post tidak mengungkapkan secara eksplisit alasan
yang mengancam kedudukan Menteri Keuangan, tetapi dari berbagai sumber
diperoleh informasi bahwa pembenaran politis berindikasi kuat
melatarbelakanginya.

Adalah Group Bakrie & Brothers yang menjadi sumber masalah. Group
perusahaan ini harus melunasi hutang jangka pendeknya sebesar hampir
13 trilyun karena imbas dari krisis ekonomi global.

Bakrie yang dibackup oleh Wapres Jusuf Kalla meminta pemerintah untuk
membail out saham-sahamnya, tetapi dengan tegas Sri Mulyani
menolaknya, meskipun untuk itu dia merelakan kedudukannya terancam. "I
am the Finance Minister, my job is to protect the state fund.
Companies have a job to protect their own financial affairs. If they
fail, it is their fault and they deserve to go bust."

Sudah terlalu banyak negara (baca: uang rakyat)  menyelamatkan Bakrie.
Tahun 1998 negara ikut menanggung utang group perusahaan ini. Kemudian
Lapindo yang menenggelamkan kehidupan masyarakat Porong, negara juga
ikut membayar kerugiannya.

Apakah ini harus terulang lagi saat krisis kembali melanda bukan hanya
Bakrie & Brothers tetapi juga berimbas keseluruh masyarakat Indonesia?

Tidak, kata "the iron lady" ini. Bahkan ketika terjadi perdebatan
sengit antara mensuspensi atau tidak terhadap ketiga anak perusahaan
Bakrie, yakni PT. Bakrie & Brothers,Tbk, PT. Bumi Resources,Tbk
(Perusahaan ini adalah pemilik saham Kaltim Prima Coal, perusahaan
tambang batubara terbesar di Indonesia yang bermasalah dengan
pembayaran royaltinya) dan PT. Energy Mega Persada, Tbk, Sri Mulyani
dengan tegas meminta agar suspensi dibuka.

Dengan dibukanya suspensi, mekanisme pasar yang akan menentukan
seberapa dalam saham mereka akan terpuruk. Sehingga kalaupun akan
membail out dalam harga terrendah, pemerintah tidak akan terlalu
dirugikan. Tetapi sikap ini justru dipelesetkan oleh lawan-lawan
politiknya bahwa Sri Mulyani tidak nasionalis, neoliberalism dan lain
sebagainya. (Siapa lebih nasionalis, yang menyelamatkan asset
segelintir orang ataukah yang membela kepentingan rakyat lebih
banyak?)

Sampai dengan hari ini suspensi terhadap ketiga perusahaan tersebut
belum dibuka oleh otoritas bursa efek, padahal seharusnya sudah
dibuka, sesuai dengan surat permohonan perpanjangan  suspensi yang
berakhir tanggal 28 kemarin.

Berita terakhir menyatakan bahwa saham Bumi Resources dibeli oleh
Northstar Pacific senilai US$ 1.3 milyar. Dan suspensi akan dibuka
besok, 3 November.
Apakah ini wujud kemenangan Sri Mulyani dan rakyat yang mendukungnya?
Apakah kedudukan Sang Dua Menteri sudah aman?
Beranikah SBY meralat keputusan terbaiknya selama menjabat presiden:
mengangkat Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan?

Wallahu alam.


NB:
Bagi yang ingin mengetahui pembelaan Wimar Witular terhadap Sri
Mulyani bisa dibaca di harian Seputar Indonesia tanggal yang sama 22
Oktober 2008, atau versi aslinya di
http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=970. Di
source terakhir ini juga bisa dibaca tentang Jawaban Staf Bakrie yang
dimuat pada harian Sindo tanggal 23 Oktober.
Di konsep, beberapa bagian dari tulisan ini saya link dengan source
asal, tetapi begitu dipindah ke imel kok ilang ya? Ada yg bisa bantu
saya?

NB atas NB
Selamat kepada Bpk Hari untuk jabatan barunya di PKBLU. Rasa-rasanya
sudah terlalu lama tidak menulis di milis ini.

Mohon maaf kepada Yangkung, kemarin reply saya mungkin kurang sopan.
Tanpa basa basi. Harap maklum, hidup di tengah hutan. Begitu terkirim
saya pikir2 kok kuwanen saya ini.

Kirim email ke