Aslm.Wr.Wb. Den Boedhi, Mas Hadi dan milliser yang setia, Pilpres dan pil-pil lainnya memang beda banget nuansanya antara negeri Paman Sam dan negeri kita. Menjelang pencoblosan di berbagai distrik, sebagaimana dirilis sebuah stasiun TV swasta, komentator sempat meragukan Obama akan menang karena alasan warna kulit. Walaupun hasil jajak-pendapat lebih banyak yang memenangkan Obama, tetapi keraguan tetap muncul. Semua itu pupus setelah pada hari pencoblosan Obama benar-benar unggul dan siap melaju ke gedung putih. Mc Cain sebagai kandidat yang kalah, dengan ketegaran seorang senator, dalam pidatonya juga langsung mengucapkan selamat kepada Obama. Saya jadi ingat sebuah kalimat bijak : "Be proud and unbending in defeat, yet humble and gentle in victory". Banggalah dengan kekalahan dan rendah hatilah dalam kemenangan. Lebih kurang demikian maknanya. Dan kalimat ini cukup pas dialamatkan, baik kepada Mc Main maupun Obama. Keduanya memang negarawan dengan jiwa besar. Sifat dan perilaku seperti di atas, sebagaimana Mas Hadi utarakan, memang baru sebatas mimpi bagi kita. Sekalipun ikrar telah ditandatangani oleh para kandidat, begitu mengetahui dirinya kalah, lupa sudah dengan ikrarnya. Massa (baca : preman) dikerahkan dengan berbagai dalih. Demo, anarkis merusak berbagai fasilitas umum dan fasilitas pemerintah. Entah kapan warga negara negeri ini siap menerima kekalahan sebagai sebuah kebanggaan selama muara dari upaya memenangkan diri dalam sebuah pil adalah untuk memperoleh berbagai fasilitas dan kemudahan menumpuk harta kekayaan. Apa akibat dari semua itu? Seorang pejabat pemda pernah berujar kepada saya bahwa jabatan di instansinya bukanlah jabatan karir melainkan jabatan loyalitas. Kursi yang didudukinya amat tergantung pada tingkat loyalitas, bukan kapabilitas. Pergantian kepala daerah selalu membuat dirinya was-was. Nah, jika kemudian ditarik benang-merah dengan institusi kita, tentu menjadi harapan, pola assesment yang dilakukan untuk menjaring kandidat-kandidat yang tepat mengisi jabatan tertentu, adalah dalam rangka lebih mengedepankan kapabilitas "the right man on the right place". Untuk itu nasehat bijak di atas layak juga disampaikan kepada rekan-rekan, baik yang lulus maupun tidak lulus seleksi calon pejabat eselon-3. Khusus kepada yang tidak lulus atau belum mendapat kesempatan, jangan kecil hati. Yakinlah, segala usaha dan ikhtiar anda berbanding lurus dengan hasil yang anda peroleh. Anda hanya belum tahu kapan waktunya. Selamat mengayuh biduk kehidupan, sukses menyertai anda.
Wassalam, Yangkung > semoga dapat menjadi pencerahan > dan mohon maaf buat den boedhi kalo comment saya g >nyambung nih... > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ============================================================================================================================ "Flexi - Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta." "Speedy - Gratis internetan unlimited dari pkl. 20.00 s/d 08.00 se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan Purwakarta." ============================================================================================================================ Nikmati akses TelkomNet Instan Week End Net hanya Rp 1.000/jam. Berlaku untuk Sabtu-Minggu, khusus Jawa Tengah dan DIY s/d 31 Desember 2008. ============================================================================================================================ "Kini telah hadir Protector, layanan keamanan online yang dapat digunakan langsung saat menjelajahi internet kapan saja dan di mana saja. Dapatkan secara GRATIS layanan Protector hingga 31 Desember 2008. Klik ke: http://protector.telkomspeedy.com".

