ternyata nymbung banget mas,hehehe
toh pada kenyataannya, nama suatu produk/inovasi baru..
selalu digunkan nama penemu/pencipta sebagai nama/merk..
mungkin dilingkungan instansi kita juga seperti itu,heheh
walaupun kasat mata..
salam..

Pada 16 Januari 2009 10:56, arahman231 <[email protected]> menulis:
> Pada saat Negara memerlukan pembiayaan untuk menutup deficit
> yang bukan berasal dari luar negeri, dilelanglah surat utang Negara ke
> pasar dengan seri FRxxxx. Contohnya, pada akhir Juli 2004 lalu SUN
> menyerap dana Rp 3,5 triliun dari lelang SUN berjangka waktu lebih
> dari 12 bulan seri FR0023 dari total obligasi yang akan diterbitkan
> pada tahun tersebut senilai Rp 32,5 triliun.
> Keberhasilan mendapatkaan sumber pembiayaan lain di luar
> pinjaman luar negeri dengan menerbitkan SUN seri FRxxx tak dapat
> dilepaskan dari peran Kepala Pusat Manajemen Obligasi Negara
> Departemen Keuangan saat itu. Sehingga wajar saja jika ada yang
> mengaitkan penamaan SUN seri FRxxxx dengan Fuad Rahmany (FR), Kepala
> PMON saat itu.
> Ketika pertama kali launching Modul Penerimaan Negara (MPN),
> terbayang di pikiran saya sebuah buku tebal yang memuat seluruh aspek
> penerimaan negara, mulai dari pengertian, jenis, mekanisme penerimaan
> Negara dan seluruh sistem yang terkait. Ternyata bayangan saya salah.
> Modul Penerimaan Negara adalah sebuah aplikasi penerimaan Negara yang
> menggabungkan 3 aplikasi sebelumnya ada: Sispen pada Bank/KPPN, MP3
> pada Ditjen Pajak dan EDI pada Ditjen Bea Cukai.
> Terlepas dari itu semua, ternyata ada saja yang memelesetkan MPN,
> modul Penerimaan Negara menjadi Mulia Panusunan Nasution (MPN), yang
> saat launching aplikasi tersebut beliau menjabat Direktur Jenderal
> Perbendaharaan.
> Pada saat diperkenalkan Rekening Tunggal Perbendaharaan atau Treasury
> Single Account, dimaksudkan agar manajemen kas pemerintah dapat
> dilakukan berdasarkan international best practices. Dalam system TSA,
> seluruh penerimaan dan pengeluaran dilakukan melalui satu rekening
> pemerintah yang ada di bank sentral.
> Saat ini, penerapan TSA dinilai berhasil meskipun banyak hal yang
> harus disempurnakan. Terlepas dari itu, lagi-lagi ada saja yang punya
> ide untuk memelesetkan TSA dengan "Tata Suntara Action" untuk
> mereferns system tersebut dengan Tata Suntara yang saat itu menjadi
> Direktur Pengelolaan Kas Negara, unit Es 2 di DJPBN yang bertanggung
> jawab terhadap pelaksanaan system tersebut.
> Demikian halnya terjadi di penghujung tahun anggaran 2008 ketika
> Kantor Pusat meminta data perkiraan realisasi anggaran dan rencana
> pencairan dana bulan Oktober, Nopember, dan Desember 2008. Untuk
> mendukung permintaan tersebut, dilaunchinglah sebuah aplikasi yang
> disebut PERAN 2008.
> Terlepas dari terkait tidaknya Perkiraan Realisasi Anggaran dan
> Rencana Pencairan Dana 2008 dengan akronim PERAN 2008, sekali lagi
> tampaknya ada usaha untuk memelesetkan akronim PERAN dengan "PRAM"
> yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi Perencanaan Kas Direktorat
> Pengelolaan Kas Negara . Memang saat itu Wibawa Pram Sihombing, S.E.,
> Ak. adalah orang yang paling berkompeten terkait permintaan data
> realisasi anggaran dan rencana penarikan dana.
> Kini beliau sudah menempati pos barunya sebagai Pj. Kepala KPPN Tipe
> B Rantau Prapat berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor
> 915/KM.1/UP.11/2008 tanggal 24 Desember 2008. Posisinya digantikan
> oleh Moch. Abdul Kobir, SE, SST. AKT, MSi, M.Com yang baru saja
> menyelesaikan pendidikan S2 di Curtin University of Technology,
> Australia. Ah, jangan-jangan di TA 2009 ini akan ada lagi permintaan
> realisasi anggaran dan rencana penarikan dana dengan menggunakan
> aplikasi KOBIR 2009, kepanjangan dari KOndisi Bulan Ini dan Rencana
> penarikan dana 2009.
> Terakhir yang mengusik naluri keisengan saya adalah ketika
> dibentuknya Direktorat Sistem Manejemen Investasi (SMI) berdasarkan
> Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.01/2008, direktorat baru yang
> merupakan koalisi "partai PDI" dengan "partai PPP". Entah kenapa
> tiba-tiba pikiran iseng saya kembali melayang bertanya-tanya apa
> hubungannya Bu Menteri Sri Mulyani Indrawati (SMI) terkait dibentuknya
> Direktorat Sistem Manajemen Investasi (SMI). Ah, semoga hanya
> kebetulan saja.
> Pada akhirnya, seandainya 2014 nanti saya mendapat amanah menempati
> pos di Bagian Pengembangan Pegawai saya akan membuat aplikasi atau
> system Recipe And Hint of Management of Anger and Negotiation yang
> saya singkat RAHMAN2014. Semoga.
> Semua ini hanya tulisan santai saja. Mungkin seperti Kelirumologi-nya
> Om Jaya Suprana. Tidak ada maksud merendahkan seseorang pejabat atau
> institusi. Sekalipun ada yang tersinggung, mohon dimaklumi.
>
> Salam Iseng Selalu
> Rahman @ KPPN Benteng Selayar
>
> 

Kirim email ke