Pada saat Negara memerlukan pembiayaan untuk menutup deficit
yang bukan berasal dari luar negeri, dilelanglah surat utang Negara ke
pasar dengan seri FRxxxx. Contohnya, pada akhir Juli 2004 lalu SUN
menyerap dana Rp 3,5 triliun dari lelang SUN berjangka waktu lebih
dari 12 bulan seri FR0023 dari total obligasi yang akan diterbitkan
pada tahun tersebut senilai Rp 32,5 triliun.
Keberhasilan mendapatkaan sumber pembiayaan lain di luar
pinjaman luar negeri dengan menerbitkan SUN seri FRxxx tak dapat
dilepaskan dari peran Kepala Pusat Manajemen Obligasi Negara
Departemen Keuangan saat itu. Sehingga wajar saja jika ada yang
mengaitkan penamaan SUN seri FRxxxx dengan Fuad Rahmany (FR), Kepala
PMON saat itu.
Ketika pertama kali launching Modul Penerimaan Negara (MPN),
terbayang di pikiran saya sebuah buku tebal yang memuat seluruh aspek
penerimaan negara, mulai dari pengertian, jenis, mekanisme penerimaan
Negara dan seluruh sistem yang terkait. Ternyata bayangan saya salah.
Modul Penerimaan Negara adalah sebuah aplikasi penerimaan Negara yang
menggabungkan 3 aplikasi sebelumnya ada: Sispen pada Bank/KPPN, MP3
pada Ditjen Pajak dan EDI pada Ditjen Bea Cukai.
Terlepas dari itu semua, ternyata ada saja yang memelesetkan MPN,
modul Penerimaan Negara menjadi Mulia Panusunan Nasution (MPN), yang
saat launching aplikasi tersebut beliau menjabat Direktur Jenderal
Perbendaharaan.
Pada saat diperkenalkan Rekening Tunggal Perbendaharaan atau Treasury
Single Account, dimaksudkan agar manajemen kas pemerintah dapat
dilakukan berdasarkan international best practices. Dalam system TSA,
seluruh penerimaan dan pengeluaran dilakukan melalui satu rekening
pemerintah yang ada di bank sentral.
Saat ini, penerapan TSA dinilai berhasil meskipun banyak hal yang
harus disempurnakan. Terlepas dari itu, lagi-lagi ada saja yang punya
ide untuk memelesetkan TSA dengan "Tata Suntara Action" untuk
mereferns system tersebut dengan Tata Suntara yang saat itu menjadi
Direktur Pengelolaan Kas Negara, unit Es 2 di DJPBN yang bertanggung
jawab terhadap pelaksanaan system tersebut.
Demikian halnya terjadi di penghujung tahun anggaran 2008 ketika
Kantor Pusat meminta data perkiraan realisasi anggaran dan rencana
pencairan dana bulan Oktober, Nopember, dan Desember 2008. Untuk
mendukung permintaan tersebut, dilaunchinglah sebuah aplikasi yang
disebut PERAN 2008.
Terlepas dari terkait tidaknya Perkiraan Realisasi Anggaran dan
Rencana Pencairan Dana 2008 dengan akronim PERAN 2008, sekali lagi
tampaknya ada usaha untuk memelesetkan akronim PERAN dengan "PRAM"
yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi Perencanaan Kas Direktorat
Pengelolaan Kas Negara . Memang saat itu Wibawa Pram Sihombing, S.E.,
Ak. adalah orang yang paling berkompeten terkait permintaan data
realisasi anggaran dan rencana penarikan dana.
Kini beliau sudah menempati pos barunya sebagai Pj. Kepala KPPN Tipe
B Rantau Prapat berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor
915/KM.1/UP.11/2008 tanggal 24 Desember 2008. Posisinya digantikan
oleh Moch. Abdul Kobir, SE, SST. AKT, MSi, M.Com yang baru saja
menyelesaikan pendidikan S2 di Curtin University of Technology,
Australia. Ah, jangan-jangan di TA 2009 ini akan ada lagi permintaan
realisasi anggaran dan rencana penarikan dana dengan menggunakan
aplikasi KOBIR 2009, kepanjangan dari KOndisi Bulan Ini dan Rencana
penarikan dana 2009.
Terakhir yang mengusik naluri keisengan saya adalah ketika
dibentuknya Direktorat Sistem Manejemen Investasi (SMI) berdasarkan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.01/2008, direktorat baru yang
merupakan koalisi "partai PDI" dengan "partai PPP". Entah kenapa
tiba-tiba pikiran iseng saya kembali melayang bertanya-tanya apa
hubungannya Bu Menteri Sri Mulyani Indrawati (SMI) terkait dibentuknya
Direktorat Sistem Manajemen Investasi (SMI). Ah, semoga hanya
kebetulan saja.
Pada akhirnya, seandainya 2014 nanti saya mendapat amanah menempati
pos di Bagian Pengembangan Pegawai saya akan membuat aplikasi atau
system Recipe And Hint of Management of Anger and Negotiation yang
saya singkat RAHMAN2014. Semoga.
Semua ini hanya tulisan santai saja. Mungkin seperti Kelirumologi-nya
Om Jaya Suprana. Tidak ada maksud merendahkan seseorang pejabat atau
institusi. Sekalipun ada yang tersinggung, mohon dimaklumi.
Salam Iseng Selalu
Rahman @ KPPN Benteng Selayar