Wa alaikum salam Mas Firman,
Sepengetahuan saya, sejak lahirnya Aklap tahun 2005 dengan PMK 39 , namanya rekon wilayah itu yaa triwulanan. Bagaimana mungkin tiap bulan ,kapan waktunya ia menggabung dari UAKPA nya padahal UAKPA nya harus rekon dulu ke KPPN . Segera aja di konfirmasi dengan yang bikin konsep surat tersebut , kesalahan bisa saja terjadi oleh siapa saja. Betul mas ini masalah kewajiban, kalau kita mewajibkan seseorang diluar yang semestinya itu termasuk KDL "kekerasan dalam LKPP ". Wassalam --- In [email protected], "..::look's-alert::.." <firmansya...@...> wrote: > > Aslm,,,,, > > Bapak2/ibu2/mas2 n mbak2 sekalian,,,mo nanya seputar PMK > 171/PMK.05/2007 tahun 2007, kebetulan beberapa hari yg lalu saya > mendapat tembusan surat dari kanwil yg ditujukan kepada Sekda > Provinsi, di surat tersebut dijelaskan bahwa UAPPA-W DK/TP diwajibkan > rekon setiap bulan,,,waktu itu beranggapan bahwa mungkin kanwil salah > bikin surat karena setelah saya cek dengan hardcopy PMK (yg lebih > mirip agenda) tersebut di pasal 27 dan pasal 31 dikatakan UAPPA-W > DK/TP "hanya" diwajibkan rekon setiap triwulan saja. > > Namun saya masih kurang sreg beranggapan jika sumbernya hanya satu > saja, lalu saya download softcopy PMK tersebut di ftp,,,setelah saya > dapat softcopy PMK tersebut disitu (pasal 27 dan pasal 31) dikatakan > UAPAA-W DK/TP diwajibkan rekon setiap bulan. > > Saya jadi bingung harus berpedoman yang mana???hardcopy dengan > softcopy kok beda???ini bukan hal sepele,,karena menyangkut kewajiban > satker,,,ada komentar atau masukan dari rekan2 prima yang lain??? > > Trims > Salam Prima >

