Al kisah dari seorang temen yang sedang menuntut ilmu di salah satu Perguruan 
Tinggi Negeri di Kalimantan Timur, begini :“Bagaimana ya Pak,  kalau Ibu Kota 
Negara dipindah ke Balikpapan ?” Komentar
tersebut terlontar dari salah seorang mahasiswa dalam Kuliah Umum di Perguruan 
Tinggi tersebut. Komentar tersebut disampaikan kepada
Ketua Panitia Anggaran DPR,  Ir. I Emir
Moeis, M.Sc., di mana saat itu beliau adalah sebagai Pembicara dalam kuliah
tersebut.



Sontak, sebagian besar peserta
kuliah tersenyum tak terkecuali beliau, Bpk. Emir Moeis !"


Terlepas feasible or not,
saya coba memberikan beberapa catatan yang barangkali bisa dikatakan pihak yang
setuju :

 

Pertama, taukah anda bahwa
hingga saat ini secara spasial, PDB Indonesia sebagian besar disumbang oleh P.
Jawa, bahkan di tahun 2008 sumbangannya mencapai 57% dari PDB Indonesia,
disusul Sumatera 23%, Kalimantan 10% dan seterusnya. Indikator tersebut
memperlihatkan begitu jauhnya gap aktivitas perekonomian antara P. Jawa yg
notabene sebagai Pusat Pemerintah dengan luar P. Jawa. Sudah hampir 64 tahun
merdeka, ternyata pemerataan masih merupakan impian.

 

Kedua, magnitude krisis financial global yang memaksa pemerintah mengambil 
kebijakan stimulus fiscal sebesar +
73 trilyun tentunya sebagian besar akan dinikmati P. Jawa karena ancaman PHK
besar2an tentunya ada di sentra-sentra ekonomi yakni P. Jawa. Artinya, semakin
banyak perputaran uang di P. Jawa. Belum lagi proyek-proyek infrastruktur yg 
ditawarkan dengan pola PPP,
sebagian besar juga berlokasi di P. Jawa.. !

 

Ketiga, Sudah banyak program
pemerintah yang tentunya diprakarsai Pemerintah untuk pembangunan ekonomi
Indonesia Timur. Namun, karena investasi swasta tidak signifikan (tidak 
tertarik), maka
belanja APBN dalam program tersebut hanya seperti membuang garam di lautan
saja. 

 

Keempat, dari sudut pandang
ibu kota negara incumbent saat ini, Jakarta, (kwkwkkwkkw) sudah berbagai macam 
program, operasi yustisi, pembongkaran
lapak/gubuk liar, sampai operasi alam, banjir dan belum lama ini situ gintung,
orang tetap akan berbondong-bondong ke Jakarta. Liat aja nanti abis lebaran ! 
Jakarta semakin sesak dan
sulit ditata.

 

Kelima, dengan atau tanpa
predikat Pusat Pemerintahan, dengan infrastruktur yang sangat mendukung, P.
Jawa dengan ikon Jakarta, Semarang, Surabaya akan tetap menarik bagi swasta
untuk investasi, artinya P. Jawa akan tetap menjadi sentra ekonomi.

 

Keenam, Balikpapan
memiliki posisi yang cukup strategis dan tentunya multiplier effect yang
ditimbulkan akan sangat sifnifikan dalam rangka pembangunan Kawasan Timur 
Indonesia,;

 

Ketujuh, KPPN Tanjung Redep,
KPPN Nunukan, KPPN Majene, KPPN Palaihari dan seterusnya akan semakin dekat
tantunya di telinga temen2 Ditjen Perbendaharaan !

 

Kedelapan, Selamat datang buat
temen-temen yang akan mutasi ke Borneo ?

 

Salam
dari Borneo !


      Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke