Saya setuju dengan pendapat Mas Jamur Kuping ini :

"Dari mana rumus ibokota=pusat perekonomian?"Barangkali secara teori juga belum 
pernah ada ahli ekonomi yang menyampaikan, tapi menurut saya lo ya, untuk kasus 
Indonesia, kalo dulu ibu kota negara bukan Jakarta, Jakarta akan tetap maju 
perekonomiannya tidak akan serumit seperti sekarang pengaturannya (klo ada 
musibah saling menyalahkan), dan kalau dulu ibu kota negara di Balikpapan, 
misalnya, maka kesenjangan tidak akan terjadi seperti sekarang.Saya bukan 
hendak, menyalahkan pendahulu2 kita lho, saya hanya ingin menyatakan bahwa 
untuk Indonesia, dengan kultur eksosbud masyarakatnya, antara pusat 
pemerintahan dengan pusat ekonomi tetap memiliki korelasi yang positif.contoh 
Mas, dulu ibu kota Propinsi Riau di Tj. Pinang, kemudian pindah ke Pekanbaru n 
sekarang Pekanbaru menjadi tujuan perantau regional Sumatera. 
"ini kan hubungannya sm sjarah"Emang seh, Kalo Abdel bilang "O Iya..ya". Tapi 
apa nggak bisa sih beda2 dikit dengan sejarah, lha itu, "amandemen UUD "45 
bisa....... ! (apel to apel nggak yach...!Nach yang ini, saya sangat setuju Mas 
!
"Intinya,kl mw sulawesi maju.."

"Kalimantan maju.."

"Sumatera maju..."

"Coba bangun jalan tol,plabuhan jg bandara disitu.."Tapi, kayaknya susah Mas, 
coba liat aja "peta pembangunan infrastruktur" yang akan dibiayai dengan pola 
"Public Private Partnerships", untuk pembangunan jalan TOL, paling panjang ya 
di Jawa.




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan 
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke