wah susah tuh mas.. Balikpapan itu kota kecil sebenarnya...(daerah yang benar benar rame)
saya aja 1 jam keliling dari ujung kota ke kota selesai.. air bersih gali dari tanah susah.. kalo menurut saya kota ini bertahan hidup hanya karena masih adanya perusahaan minyak... harga barang2 lebih mahal di balikpapan di bandingin kota di jawa kota ini sekarang infrastrukturnya sudah berantakan. dengan ditumpukya mall mall di satu area dengan jalan protokol yang kurang besar, setahun lagi macetnya sudah sangat parah. pola jalan protokol yang mengikuti aliran air sungai ke laut, sehingga banjir juga parah... --- Pada Rab, 6/5/09, ENDARTO ENDARTO <[email protected]> menulis: Dari: ENDARTO ENDARTO <[email protected]> Topik: [Forum Prima] Ibu Kota Negara pindah ke Balikpapan ? Kepada: "forumprima forumprima" <[email protected]> Tanggal: Rabu, 6 Mei, 2009, 8:54 AM Al kisah dari seorang temen yang sedang menuntut ilmu di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kalimantan Timur, begini :“Bagaimana ya Pak, kalau Ibu Kota Negara dipindah ke Balikpapan ?” Komentar tersebut terlontar dari salah seorang mahasiswa dalam Kuliah Umum di Perguruan Tinggi tersebut. Komentar tersebut disampaikan kepada Ketua Panitia Anggaran DPR, Ir. I Emir Moeis, M.Sc., di mana saat itu beliau adalah sebagai Pembicara dalam kuliah tersebut. Sontak, sebagian besar peserta kuliah tersenyum tak terkecuali beliau, Bpk. Emir Moeis !" Terlepas feasible or not, saya coba memberikan beberapa catatan yang barangkali bisa dikatakan pihak yang setuju : Pertama, taukah anda bahwa hingga saat ini secara spasial, PDB Indonesia sebagian besar disumbang oleh P. Jawa, bahkan di tahun 2008 sumbangannya mencapai 57% dari PDB Indonesia, disusul Sumatera 23%, Kalimantan 10% dan seterusnya. Indikator tersebut memperlihatkan begitu jauhnya gap aktivitas perekonomian antara P. Jawa yg notabene sebagai Pusat Pemerintah dengan luar P. Jawa. Sudah hampir 64 tahun merdeka, ternyata pemerataan masih merupakan impian. Kedua, magnitude krisis financial global yang memaksa pemerintah mengambil kebijakan stimulus fiscal sebesar + 73 trilyun tentunya sebagian besar akan dinikmati P. Jawa karena ancaman PHK besar2an tentunya ada di sentra-sentra ekonomi yakni P. Jawa. Artinya, semakin banyak perputaran uang di P. Jawa. Belum lagi proyek-proyek infrastruktur yg ditawarkan dengan pola PPP, sebagian besar juga berlokasi di P. Jawa.. ! Ketiga, Sudah banyak program pemerintah yang tentunya diprakarsai Pemerintah untuk pembangunan ekonomi Indonesia Timur. Namun, karena investasi swasta tidak signifikan (tidak tertarik), maka belanja APBN dalam program tersebut hanya seperti membuang garam di lautan saja. Keempat, dari sudut pandang ibu kota negara incumbent saat ini, Jakarta, (kwkwkkwkkw) sudah berbagai macam program, operasi yustisi, pembongkaran lapak/gubuk liar, sampai operasi alam, banjir dan belum lama ini situ gintung, orang tetap akan berbondong-bondong ke Jakarta. Liat aja nanti abis lebaran ! Jakarta semakin sesak dan sulit ditata. Kelima, dengan atau tanpa predikat Pusat Pemerintahan, dengan infrastruktur yang sangat mendukung, P. Jawa dengan ikon Jakarta, Semarang, Surabaya akan tetap menarik bagi swasta untuk investasi, artinya P. Jawa akan tetap menjadi sentra ekonomi. Keenam, Balikpapan memiliki posisi yang cukup strategis dan tentunya multiplier effect yang ditimbulkan akan sangat sifnifikan dalam rangka pembangunan Kawasan Timur Indonesia,; Ketujuh, KPPN Tanjung Redep, KPPN Nunukan, KPPN Majene, KPPN Palaihari dan seterusnya akan semakin dekat tantunya di telinga temen2 Ditjen Perbendaharaan ! Kedelapan, Selamat datang buat temen-temen yang akan mutasi ke Borneo ? Salam dari Borneo ! Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers. yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

