Kerja adalah
amanah
(Jansen
Sinamo : 8 ETHOS)
Di areal
pembangunan sebuah bendungan raksasa, seorang pekerja bernama Tigor terperosok
ke dalam lubang yang cukup dalam sehingga ia tak mampu keluar sendiri. Dia
berteriak keras minta pertolongan.
Seorang
lelaki perlente berdasi dan berkacamata hitam mendengar terikan itu. Dia
menengok kedalam lubang, melirik ke jam Rolex ditangan kirinya, lantas pergi
tergesa-gesa. Rupanya keperluan lain pemimpin proyek itu lebih penting daripada
nyawa seorang pekerja.
Beberapa
saat berlalu, seorang insinyur, kontraktor proyek tersebut, mendengar teriakan
itu lalu mendatanginya. Dia memandang ke lubang dan menggeleng-gelengkan
kepalanya. Sambil berkacak pinggang ia memberikan ceramah kepada Tigor, “ Hei,
mengapa kau begitu ceroboh sampai terjerumus begini?” Kalau berjalan jangan
melamun dong! Itu mata jangan nggak dipake. Kamu payah sekali, diareal ini
lubang Cuma satu, kamu kok terjerumus juga. Berjalan saja tidak becus, apalagi
memasang batubata! Nanti kalau sudah keluar, hati-hati OK?! Setelah berkata
demikian, ia pun pergi.
Beberapa
menit kemudian, seorang mandor menghampiri bibir lubang tersebug. Ia pun
berusaha menolong, “Saya akan membantumu. Kuulurkan tanganku ke bawah dan
ulurkan tanganmu ke atas. Jika berhasil kutangkap, tanganmu akan kutarik
keluar, OK”. Lalu mereka mencoba saling mengulurkan tangan, tetapi tidak
berhasil. Lubang itu terlalu dalam, dan mandor itu pun menyatakan menyesal tak
dapat menolongnya.
Setengah jam
kemudian, Bonar, seorang pekerja lain mendekati lubang itu, dan terkejut karena
temannya terperangkap. Ia menoleh ke kiri kanan. Dilihatnya segulung tambang
besar terttumpuk di kejauhan. Tanpa menunda-nunda lagi diambilnya tambang besar
itu, diikatkannya pada sebatang tonggak lalu ujungnya diikatkan ke pinggangnya.
Segera dia turun. Dengan hati-hati kakinya dijejakkan ke dinding lubang. Bonar
mencurahkan segenap keberaniannya, seolah-olah nyawa Tigor tergantung padanya.
Sesampainya di dasar lubang ia berkata, “Hei, aku Bonar. Kau naik ke pundakku,
pegang talinga yang erat, kita akan keluar dari lubang ini.” Tigor menurutinya,
menaiki pundak Bonar dan berhasil menggapai tali. Setapak demi setapak mereka
mendaki dinding sumur. Akhirnya mereka berhasil keluar lubang maut itu.
Kisah ini
memang Karikatural, tapi paling tidak masing-masing tokohnya menggambarkan
sikap orang terhadap amanah yang terkandung dalam pekerjaannya. Bagaimana
dengan kita dan unit dimana kita bekerja..??? Peran apakah yang kita ambil atau
terpaksa dimainkan… bisakah kita berperan lebih dari satu tokoh.
Dalam kesimpulannya penulis menyebutkan :Manusia amanah : tujuan amanah yang
terpenting adalah agar kita semua menjadi manusia yang sungguh-sungguh
bertanggungjawab :
a.b.c. Pemegang amanah harus berkompetensi teknis agar hasilnya baik dan
berkompetensi etis agar hasilnya benar...
Mungkin tulisan ini pernah dimuat di millis ini, mohon maaf jika begitu. Paling
tidak dengan ini saya secara pribadi minta penyegaran tuk mewujudkan point c...
apa yang perlu dan harus saya lakukan tuk diri dan unit kerja ini ...Terima
kasih...
Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo!
Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]