Ruang dan waktu adakalanya memberikan format/kesan yang berbeda atas suatu hal
yang sama. Begitu juga dengan email ini, susahnya juga kalo mengklaim bahwa ini
bukan kampanye. Malah kalo kita baca tulisan ini merupakan bantahan atas
isu-isu ("fitnah") yang berkembang belakangan ini.
Namun ada pelajaran terpenting yang saya sendiri bisa petik dari ungkapan
Fasial Basri jika itu semua betul, bahwa negeri ini masih menyimpan begitu
banyak mutiara-mutiara, baik itu personal maupun institusional, yang
memberikan harapan akan bersinarnya kembali kebangkitan dan kejayaan negeri
ini. Mutiara-mutiara yang kadangkala terlihat dan terdengar, merupakan cerminan
diri tuk lebih bijak dalam sikap.
Reformasi birokrasi yang sedang bergulir, semakin mengarahkan keinginan bangsa
menjadi bangsa yang berwibawa seperti Era Patih Gajah Mada dan bersih seperti
di Era Sultan Demak....
Kitakah mutiara-mutiara itu............Atau bersama merekakah kita sekarang dan
kedepan nanti....................
--- Pada Rab, 20/5/09, ryu amakusa <[email protected]> menulis:
Dari: ryu amakusa <[email protected]>
Topik: [Forum Prima] (bukan kampanye) Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal...
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 20 Mei, 2009, 11:23 AM
Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal...
Jumat, 15 Mei 2009 | 10:22 WIB
Oleh Faisal Basri *
Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya yang
enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah,
judul-judul bukunya selalu diawali dengan kata ”sinopsis”, ada Sinopsis
Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi Moneter, dan Sinopsis
Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu eko... (dipotong mod)