Untuk Lembaga Layanan Publik seperti KPPN, untuk aspek penghargaan atas 
penilaian kinerjanya saya sepakat dengan Aryn tapi untuk aspek etos Kerja 
profesional saya sepakat dengan a_soderi... Ambil jalan tengah.. Tidak juga.. 
Karena kedua hal itu merupakan indikator dari kerja-kerja yang kita lakukan. 
Satu sisi ada pengakuan penghargaan dari luar dan juga sarana tuk aktualisasi 
diri...
Jadi inget lagunya Chrisye feat ahmad dani... Jika surga dan neraka tak pernah 
ada masihkah kau sujud kepadanya... 
Jadi tuk maksud aryn kita membutuhkan semacam iso... maksudnya dalam bahasa 
jawa ISO (bisa) melayani negara dan masyarakat dengan layanan yang optimal. Dan 
disinilah tugas Lembaga Penilaian Layanan Publik atas kinerja Lembaga2 Layanan 
Publik. Tuk KPPN di tahun 2008 kita dah dinilai loh sama KPK, dan hasil kita 
masih harus malar melakukan perbaikan ke arah yang terus baik.
Nah kang a_soderi.. Kebaikan dan kemajuan juga perlu diumumkan agar mampu 
memacu pihak lain tuk ikut baik dan maju. Jadi keikhlasan tidak selalu tidak 
mempunyai imbal balik.. Betul walaupun kita memang sedikitpun punya keinginan 
untuk mendapat balasan.
Semoga tulisan yang sulit dimengerti ini bisa sedikit menambah sumpeknya millis 
ini....

--- Pada Sen, 25/5/09, a_soderi <[email protected]> menulis:

Dari: a_soderi <[email protected]>
Topik: [Forum Prima] Re: Mungkinkah Pelayanan KPPN meraih Sertifikat ISO ?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 25 Mei, 2009, 4:51 PM











    
            
            


      
      Mohon maaf, tetangga ikut nimbrung

KPPN meraih Sertifikat ISO ya mungkin, mungkin aja

Tapi pertanyaan berikut: apa memang perlu?

Jangan sampai kita terjebak pada slogan, penghargaan, sanjungan-sanjungan yang 
terkadang akan menjadikan takabur, berbangga diri, puas terhadap apa yang telah 
dicapai dan melupakan substansi.



Karena yang saya tahu, untuk mendapatkan ISO perlu biaya, tentu bila instansi 
pemerintah yang mengajukan ISO biayanya diperoleh dari negara, nah biaya-biaya 
untuk mendapatkan penghargaan menurut saya mubazir. Dan perlu diingat bahwa 
bila swasta yang memperoleh penghargaan karena profit oriented, maka nilai 
tambah perusahaan tersebut terdongkrak dengan harapan meningkatnya penjualan 
barang/jasa dari layanan perusahaan tersebut ke konsumen. 

Akan berbeda dengan institusi pemerintah yang berorientasi pada public oriented 
(pelayanan masyarakat tanpa imbalan), misalnya KPPN, apakah dengan KPPN 
mendapat ISO, maka bendaharawan dari daerah lain akan mengajukan permintaan 
pembayaran yang telah mendapat ISO, tentu tidak?  Bagi KPPN mungkin sekedar 
kebanggaan, 



Lagi pula yang perlu kita lakukan adalah bekerja dengan ikhlas dengan tidak 
mengharapkan apa-apa dari apa yang dilakukan, bila baik maka itulah seharusnya  
kita lakukan, bila pekerjaan kurang baik/pelayanan kurang maksimal itulah yang 
harus kita perbaiki. Baiknya layanan semata-mata  kewajiban dengan tidak 
menginginkan suatu balasan, imbalan bahkan penghargaan sekalipun.

Mohon maaf bila salah alamat dan maksud. Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa  
sekedar sharing apalagi menggurui.



--- In forumpr...@yahoogro ups.com, "aryn220874" <aryn220874@ ...> wrote:

>

> Barusan dengan bantuan mbah Google coba mencari topik yang menarik. Kebetulan 
> saya lagi tertarik dengan masalah ISO dan sudah ada instansi pemerintah yang 
> memperoleh sertifikat ISO yaitu ditlantas.  Kemudian saya minta mbah google 
> untuk menelusuri ISO Ditlantas, ternyata sudah ada beberapa Ditlantas yang 
> memperoleh sertifikat ISO. Yang terbaru Mei 2009 ini Ditlantas Polda Aceh 
> memperoleh sertifikat ISO 9001. Yang memulai pertama kali adalah Ditlantas 
> Polda Metro Jaya bahkan telah telah memperoleh sertifikat ISO yaitu sejak 
> 2006. Lalu saya coba membuka website Ditlantas Polda Metro Jakarta Raya, 
> terdapat tulisan yang berjudul "Layanan BPKB Ditargetkan Raih ISO 9001" 
> diterbitkan tanggal 22 Agustus 2006 dan "Satpas SIM Polda Metro Dapat ISO" 
> diterbitkan tanggal 12 Juni 2006 ( kalau sempat silahkan temen – temen 
> miliser membacanya ). Ternyata yang dilakukan oleh Ditlantas tersebut sangat 
> mirip sekali dengan yang dilakukan oleh KPPN seperti mesin nomor
 antrean, pusat informasi, loket pengurusan, dan pemangkasan waktu pelayanan. 
Jadi saya kira pelayanan KPPN dapat juga meraih sertifikat ISO tersebut. Untuk 
itu perlu dukungan dari semua pihak terutama dukungan dari pimpinan Ditjen 
perbendaharaan untuk merealisasikannya. Bagaimana temen2 miliser ada mendukung?

>




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. 
Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke