Ass.wr.wb.

Alhamdulillah, setelah komentar Mas Salman Harits yang cenderung netral dan 
bisa menangkap apa yang saya maksudkan, giliran komentar Sdri. Marlina Rus 
Ananti yang juga sangat menyejukkan.
Sesungguhnya apa yang saya tulis bukan berarti kita harus memperhatikan atau 
mempermasalahkan rangkap penghasilan dari perangkapan jabatan (meski 'fitnah' 
bisa muncul dari kondisi tersebut). Dan ingat, apa yang dibenci agama adalah 
membiarkan 'fitnah' muncul sementara kita bisa mencegahnya.  Rangkap 
penghasilan mungkin bisa saja dieliminir, agar tak terjadi kontroversi 
berkaitan dengan materi. Namun, bagaimana dengan kinerja? Bukankah Komut PT 
Bank Bukopin dan Jabatan Sekjen Bukan jabatan sepele, yang mudah untuk dibagi2 
waktunya, terutama sebagai Sekjen Depkeu. Soal kompeten, saya menaruh hormat 
(tidak berlebihan) kepada DR. Mulia P. Nasution, sepak terjang beliau tidak 
perlu diragukan.  Tapi beliau JUGA MANUSIA.  Nah, untuk menghindari dampak 
negatif dari sudut pandang apapun dan manapun, saya mempertanyakan apakah tidak 
ada putra di negeri ini yang memiliki kapasitas untuk menduduki (sebagai wakil 
pemerintah) komut di PT Bank Bukopin.  Sudah miskinkah
 negeri ini dari SDM yang luar biasa cerdas ini.
So, objektif saja dan tak perlu emosi berlebihan menanggapi kritik kpd orang2 
yang memang berasal dari kalangan kita.
Wallahu a'lam...Jazakallahu khairon
Wass.wr.wb.
Alfakir...fil ardhillah




________________________________
From: Marlina Rus Ananti <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 2, 2009 4:47:43 PM
Subject: [Forum Prima] Komentar ttg Sesjen Depkeu Rangkap Jabatan Komut Bukopin






Dear Milisers,

“Silakan bela menkeu kalian habis2 an.....tapi ingat MENKEU JUGA MANUSIA!”, 
demikian tantang “Gus Dur Gondhes” setelah menemukan bukti bahwa Menkeu yang 
selama ini sering dipuji dan dibela habis-habisan ternyata telah “menjilat 
ludahnya sendiri”.  Kelihatannya “Gus Dur” memang sudah lama menunggu saat yang 
tepat untuk menunjuk “noda/kesalahan” Bu Menteri supaya mereka yang selama ini 
terlalu mendewa-dewakan Bu Menteri sadar bahwa Bu Menteri juga (adalah) 
Manusia. Pertanyaan saya, apakah sel... (dipotong mod)

Kirim email ke