Saudara2ku...
Beberapa hari terakhir ini forum kita penuh dengan tanggapan SMS Keprihatinan.  
Benarkah kita prihatin untuk KORPS kita DJPBN? alhamdulillah kalau memang 
benar..  Atau jangan2 kita prihatin kalau2 dengan kejadian itu remun kita 
dicabut??? Kita prihatin karena Reformasi Birokrasi kita ternoda dengan 
tindakan segelintir warga kita, bahkan diantara kita ada yg menyerukan untuk 
pecat saja.. Apakah itu akan selesai?  Bagi yg dipecat (kalau terjadi 
pemecatan) selesai tugasnya sebagai pegawai DJPBN, itu jelas..  Tapi apakah 
cukup sampai disitu...

Ada cerita dari seorang teman, ternyata untuk menyadarkan seorang pencuri tidak 
dengan mengerahkan polisi, tapi dengan kiai... Kok bisa?? Ya ternyata seorang 
pencuri yang dihentikan aksinya oleh polisi dengan berbagai peralatan yang ada, 
suatu saat dia akan beraksi lagi, bahkan bisa lebih besar dari aksinya yang 
telah lalu dan tentunya lebih mewaspadai keberadaan polisi, sementara kiai 
menghentikan aksi seorang pencuri menggunakan hati, karena hati akan selalu 
ikut kemanapun empunya pergi..

Saudaraku..
Di sini saya belum sempat tanya bagaimana menghentikan aksi pencuri dengan hati 
itu, mungkin lain kali kalau teman itu hadir lagi.  Jadi memang disini saya gak 
bisa kasih solusi. Atau barangkali saudara2ku di forum ini  ada yang tau??

Ini saja dari saya.. Maaf kalau ada yang kurang berkenan/kurang pas.  Kalau ada 
yang mau koreksi, menambah atau komentar silahkan..

Kirim email ke