Dear Milisers,

Makasih buat bu Marlina, pak BudiMan n pak BudiSan atas pndpt n komennya.

Mnrt gw, aplikasi n database utk DR/Time-Sheet itu (sbaiknya) hrs ada.  
Aplikasi DR bsa bantu kita utk mmprmudah lakukn analisis data dibandingkn klo 
ia hrs dlakukn scara manual. Tp hasil analisis mel aplikasi DR mestinya jg 
dindaklanjuti oleh pimpinan kita.  Klo peg kita lbh, mestinya ya dkurangi.  Klo 
kualifikasi SDM kita tdk penuhi standar kbutuhn SDM kita, ya diupgrade.  Klo 
kapasitas/potensinya sdh mntok n sulit diupgrade spy matching ama kbutuhan 
kita, ya kita relakan aja mrka ‘idle’ sambil tunggu masa pensiun tiba.  Kecuali 
klo Menpan dah stuju (aturan main dah mmbolehkn) mrka dberikan pesangon (Golden 
Shakehand).    

Gw stuju bangt ama usulan bu Marlina, peg yg trlambat (TL) ato yg pulang duluan 
(PSW) jgn dpotong TKPKNnya.  Kecuali klo, ngutip bu Marlina, “durasi (lama 
waktu) kehadirannya di kantor kurang (lebih kecil) dari durasi kehadiran yang 
dipersyaratkan (seharusnya dipenuhi)”.  Mudah2n pimpinan kita di kantor pusat 
jg stuju. 

Absolutely gw stuju n bsa terima semua kritikan yg dsampaikn oleh bu Marlina.  
Gw jg stuju ama pndpt pak Budisan bhw “Penerapan DR atau ‘Time-Sheet’ di 
lingkungan DJPBN pada prinsipnya harus ‘well-prepared’ dan jangan terlalu 
merepotkan pegawai”.

Soal Analisis Beban Krja (ABK), gw yakin aplikasi DR bsa mmberikan hasil 
analisis beban krja yg jauh lbh baik dr yg bsa dberikan oleh model ABK yg dbuat 
oleh Setjen Depkeu.  Sbaliknya, gw ga yakin model ABK yg dlakukan oleh Setjen 
Depkeu bsa merekam beban kerja keg2 rapat/pembahasan masalah/koordinasi 
internal, ngutip pak Saiful Islam, “which is” mempunyai peran n kontribusi 
signifikan bagi pncapaian target kinerja organisasi.  Bayangkn what will 
happen, klo gada rapat/pembahasan masalah/koordinasi internal antara atasan n 
bawahn.  Bayangkn pula, klo keg RAPAT yg notabene mrupakn ‘tupoksi utama’ 
(“core business”) para pejabat di kantor pusat tidak diakui/dihargai sbg beban 
kerja.  Patut dsesalkn jg klo keg yg spenting rapat, (mnrt pak Budisan) dlm 
konteks jabatn fungsional, trnyata tdk dberikan angka kredit. Selain itu, konon 
stiap nambah keg/ubah proses bisnis unit pmbina jabatn fungsional hrs ajak 
pjabat Menpan utk lakukan survei/ujipetik
 beban kerjanya.

Lastly, mnrt gw, “it’s time to throw ‘ABK model-lama’ (survei Angka Kredit) 
away n install your DR/Time-Sheet in a right way”.


>From Bayu Biru with Love
Ketik IT spasi T spasi OW spasi A spasi N..W….It’s Time to Throw your Old Ways 
n Adopt your New creative Ways….

“Sekadar mengingatkan, apakah kita telah memberikan sebagian uang/barang kita 
untuk Saudara-Saudara kita yang sedang mengalami musibah Gempa di Sumatera?  
Apabila belum, maka sekaranglah saatnya kita memberikan sebagian dari apa yang 
kita miliki kepada mereka yang saat ini sedang menderita, dan membutuhkan 
bantuan kita, karena musibah gempa di Sumatera.  Terimakasih kepada mereka yang 
telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam upaya meringankan penderitaan 
Saudara-Saudara kita di Sumatera.”  (From Bayu Biru with Love)        

--- On Mon, 10/5/09, budisan <[email protected]> wrote:
From: budisan <[email protected]>
Subject: Re:[Forum Prima] Met Pagi, DR(Time-Sheet)!
Date: Monday, October 5, 2009, 12:43 AM
Para Milisers yang budiman,

Ide mas Bayu Biru dan tanggapan bu Marlina tentang DR yang diposting di
milis ini mengingatkan saya pada kegiatan Analisis Beban Kerja (ABK)
beberapa waktu lalu yang diinisiasi oleh Setjen Depkeu (yang mungkin
akan digunakan sebagai bahan masukan bagi peninjauan kembali grading
remunerasi), Angka Kredit (KUM) untuk Jabatan Fungsional ciptaan
Menpan, dan Time-Sheet KPK. 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke