Yth milisers dan sidang milis yang saya mulyakan,
Bukan bermaksud menempatkan diri sebagai oposan, sebagaimana PDIP, melainkan 
hanya ingin mencoba menjadi partner yang baik. Partner yang baik diharapkan 
mampu mengkritisi beberapa aspek yg kurang kondusif dalam kehidupan 
berorganisasi.
Terus terang saya agak terkejut dan setengah miris membaca surat faksimili 
tertanggal 12 Oktober 2009 (baru diterima 26 Oktober) tentang permintaan 
peserta PPAKP.
sesuai isi faksimil disebutkan registrasi tgl 25 dan pembelajaran efektif 
tgl.26 Oktober 2009 setelah dikonfirmasi kami masih diijinkan untuk mengikuti 
program ini. Akan tetapi kebetulan nama yang masuk dari kantor kami sedang 
menjalani cuti penting, upaya untuk mencari peserta penganti sudah dilakukan 
tetapi dari beberapa calon alternatif yang bersedia ternyata waktunya 
berbenturan dengan kepentingan pribadi yang sudah tersekedul terlebih dahulu. 
Alhasil tidak ada peserta dari kantor kami. Dipoint terakhir dari faksimil 
tersebut juga disebutkan bahwa biaya perjalanan dari dan ke tempat 
penyelenggaraan program menjadi tanggungan peserta.
Saya menangkap ini sangat kontradiktif dengan "Upaya kerja keras menghapus 
Disclaimer". Sebuah program nasional ternyata (meski mungkin hanya sekedar 
peserta tambahan saja) tapi kurang mendapat porsi yg sepantasnya. Terlebih di 
saat saat banjir SKPK melanda daerah program ini menuntut pendanaan pribadi 
dari peserta. Agak ironi dengan program kejar tayang "Perjalanan Dinas" yang 
diselenggarakan Kantor Pusat.

Semoga hal ini menjadi perhatian dimasa mendatang. Semestinya PPAKP mendapat 
porsi pendanaan yang mencukupi, dibanding sekedar program Belanja Perjalanan 
Dinas. Dijaman serba elektronik dan paperless rasanya agak mengada ada jika 
sebuah perjalanan dinas yang mahal hanya ditujukan untuk menjemput sejumlah 
berkas (dari remote area) yang  sebenarnya justru sudah dikirim melalui 
berbagai alternatif pilihan pengiriman yang ada (ke Kantor Pusat).

Satu lagi berkaitan dengan menumpuknya lulusan S2 (Dalam dan Luar) dikantor 
Pusat. Saya kira daerah juga membutuhkan mereka, kehadiran mereka dapat menjadi 
stimulus pemacu semangat dan etos kerja sekaligus. Akan lebih bermanfaat dari 
pada sekedar menunggu promosi/ penempatan. Kebijakan telah digariskan bahwa 
eselonisasi harus melalui jalur assestment, seyogyanya (maaf bukan iri) mereka 
juga harus menempuh jalur yang sama. 

Demikian sidang milis yang terhormat, kiranya program kerja 100 hari kabinet 
SBY memberi inspirasi bagi "kabinet" kita untuk membuat 100 hari program kerja 
yang lebih effektif/ effisien untuk TA 2010.
Lebih kurangnya mohon maaf. 

Salam Hangat dari Kendari

HaBeWe

Kirim email ke