Menanggapi postingan pak Budisan mungkin dapat saya pilah sebagai berikut :
Seorang pengarang tidak lepas dari idealisme dan kepentingan pribadi.
Seorang penerbit sama juga or sami mawon dengan penulis.
Penerbitan dari sebuah karya tulis yang mengikuti trend baik politik atau 
situasi tertentu biasanya lebih besar kepentingan pribadi dibanding idealisme 
penulis.
Kita juga jangan terlalu mengagungkan seorang penulis berasal, apakah dari 
sebuah lembaga perguruan tinggi ataukah seorang Doktor jebolan PT negara besar 
atau seorang penulis yang biasa-biasa saja, karena tidak dapat dipungkiri lagi 
saat ini sudah banyak intelektual dan pakar yang sudah "terbeli" sehingga 
tulisannya telah mengabaikan daya nalar dan kepatutan sebagai seorang ilmuwan.
Semoga kita terhindar dari hal-hal yang demikian........!!! kalau yang ini kata 
Bimbo pak Budi.

Salam dari Kota Pala - Fakfak

--- Pada Rab, 20/1/10, budisan <[email protected]> menulis:

Dari: budisan <[email protected]>
Judul: [Forum Prima] Korban “Century-GATE”
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 20 Januari, 2010, 11:05 AM







 



  


    
      
      
      Para Milisers yang budiman,



Jumat lalu saya belanja dua buku di Gramedia.  Buku yang satu berjudul “Korupsi 
Mengorupsi Indonesia”, sekitar 1150 halaman, harga Rp 135 ribu.  Buku yang lain 
berjudul “Century-GATE”, sekitar 245 halaman, harga Rp 70 ribu.  Saat ini saya 
masih menikmati buku “Korupsi Mengorupsi Indonesia” yang tebalnya menyaingi 
novel serial “Harry Potter”.  



Yang membuat saya kecewa adalah ketika saya “membongkar” (MEMbaca BOlak-balik 
untuk meNGenal KARya jurnalistik) “Century-GATE”. Buku yang ditulis Herdi 
Sahrasad (kandidat Doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) tersebut ternyata, 
menurut saya, serupa dengan (dan tidak lebih baik dari) “Gurita Cikeas”.  Di 
dalam “teks jurnalisme politik” tersebut terlalu banyak informasi 
(kalimat/paragraph) yang diulang-ulang, terlalu banyak kesalahan redaksional 
karena mengejar target-terbit, analisis terhadap motivasi (latar belakang) 
kebijakan “bailout” terlalu melebar di permukaan (kurang fokus/mendalam) , dan 
informasi dan analisis yang disajikan lebih terkesan untuk mencapai tujuan 
politis tertentu daripada untuk membuat permasalahan kasus Century menjadi 
terang-benderang.



Terus terang, saya menyesal membeli buku “Century-GATE”.  Isinya tidak 
sebanding dengan harganya.  Kualitasnya, menurut saya, jauh sekali berada di 
bawah buku “Korupsi Mengorupsi Indonesia”.  Mudah-mudahan setelah saya, tidak 
ada/banyak lagi pecinta-buku yang menjadi korban “Century-GATE”. 



Salam,

budisan





    
     

    
    


 



  






      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke