“Tangkap Maling Century!”

A L I :
“Sampai sekarang saya kok masih bingung, sebenarnya siapa sih maling dalam 
kasus Bank Century”?  Robert Tantular atau Sri Mulyani?”

HEMIDON :
“Menurut saya, biarkan saja proses hukum yang akan membuktikan siapa sebenarnya 
maling yang mencuri dana talangan untuk Bank Century.” 

SUDARTO :
“Masalahnya, sebagaimana diperjelas oleh kasus-kasus yang terjadi belakangan 
ini, proses hukum di Kepolisian dan Kejaksaan Agung (bahkan katanya juga di 
KPK) sudah tidak bisa lagi dijamin kemurniannya karena telah 
terkontaminasi/dipengaruhi oleh Mafia Hukum. Apakah kita rela untuk menyerahkan 
masalah/keputusan tersebut sepenuhnya kepada proses hukum yang sudah tidak bisa 
lagi dipercaya oleh publik?”

A L I :
“Saya kira, meskipun ada/banyak praktek Mafia Hukum di institusi hukum dan 
Mafia Politik di Senayan,  proses hukum  dan proses politik untuk menetapkan 
siapa pencuri uang penyelamatan Bank Century harus tetap jalan.  Yang penting, 
kita harus kawal terus dan pastikan bahwa proses hukum dan proses politik 
tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan dan tidak diintervensi 
oleh Mafia Hukum dan Mafia Politik. Barangkali ada yang berpendapat lain?”      
   

RUHUT SITOMPUL :
“Menurut saya, sebaiknya kita sudahi saja Sinetron Politik dan semua Wacana 
yang membahas tentang siapa sebenarnya “maling Bank Century”.  Saya kira kita 
sudah terlalu banyak membuang waktu dan energi kita secara percuma.  Sementara 
hasilnya masih tetap gelap dan “debatable”.  

Saya usul, lebih baik langsung saja kita tangkap mereka yang selama ini diduga 
sebagai maling-maling Bank Century.  Jangan cuma berwacana “mbulet” dan 
teriak-teriak “maling” doang.  Nanti mereka keburu lari atau sembunyi.  Kalau 
tidak berani karena belum ada dasar hukumnya, coba konsultasi sama Pak Yusuf 
Kalla.  Saya tahu persis, beliau pasti bisa memberikan resep terbaik untuk 
menangkap mereka tanpa menunggu dulu dasar hukumnya.  Sekali lagi, tangkap 
mereka! Jangan sekali-kali menjadi penganut aliran NATO (No Action and Talk 
Only), titik.”        



      

Kirim email ke