Ada pepatah yg mengatakan… Lebih baik terlambat daripada tidak samasekali…"

Di suatu kantor layanan di daerah antah berantah…jauh diatas bukit ,,didekat 
danau…dengan udaranya yg dingin… adalah seorang manusia.. yg baru diberi amanat 
oleh Tuhan, menunjukkan "ketidak  lazimannya" sebagai  "pemimpin".

Segala puji syukur kehadirat Tuhan yg maha Esa, sebelum "kehadirannya", betapa 
para personil kantor itu bekerja dengan nyamannya tanpa mengabaikan peraturan 
yang menjadi  petunjuk dan rambu2 dalam melaksanakan pekerjaan. 

Tuhan maha tau…hikmah apa yg akan diberikan atas semua kejadian ini kelak 
(wallohu a'lam bishowab...), namun hidup adalah pilihan…setiap manusia memiliki 
kesempatan  dan  tanggung jawab atas segala keputusan dan perbuatan yg 
dilakukannya.
Dan bagaimana seseorang yang memiliki "kekuasaan", menetapkan/ mempercayakan 
"kepemimpinan" kepada seorang yg tidak "cakap" namun berlaku "arogan dan 
sombong",  itu pun nantinya  akan juga dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

"Perpecahan dan ketidak harmonisan bisa terjadi karena perbedaan perlakuan,
Ketidaknyamanan bisa terjadi karena kesewenang-wenangan"

Mungkin bisa  menjadi pengingat bagi kita sbg pemimpin maupun pemimpin thd diri 
sendiri:
1.      Seorang pemimpin sebaiknya tidak berperilaku seperti pamain "lenong 
betawi" yg bawel dan terlalu banyak bicara yg tidak berguna, bersenandung 
dikantor dengan suara yang lantang (apalagi dengan suara yg buruk), dan 
perilaku "Snob" yang hanya akan membuat  orang lain "muak" .
2.      Sudah seharusnya perkataan sejalan dengan perbuatan, dan sesuaikan 
perbuatan dengan predikat yg melekat. Seorang pemimpin bukan cleaning service 
atau penjaga kantor yg seolah memegang "Hak Milik" atas kantor. Berperilakulah 
sebagai "manajer", mengelola dan mengatur agar segala sesuatunya berjalan baik 
sesuai aturan yg berlaku. 
3.      Jangan pernah jadi "Penggosip, tukang curhat, apalagi Pembual". 
Duduklah dan kerjakan tugas atau sesatu yg berguna diruangan, tidak semestinya 
setiap hari dan setiap saat duduk "dari meja ke meja bawahan" yang dianggap 
loyal atau "pendengar yg baik" . 
Sadarlah, karena gaji yang diterima berasal dari pajak yang dipungut negara 
dari rakyat atas jerih payahnya.
4.      Tidak menganggap diri sendiri "yg paling" benar dan hebat, atau bersih 
dari kesalahan... "open minded" dan "adaptable" membuat orang lain lebih 
menghargai, terkecuali prinsip-prinsip yang diajarkan Tuhan melalui Rasul-NYA 
yang tidak mungkin untuk kompromi.
5.      Membuat "pakta integritas" adalah hal positif untuk mengingatkan, 
mengajak, dan mengikat semua yg terlibat untuk "tidak sedikitpun" melakukan 
tindakan yang merugikan negara. 
Kembali harus diingat, "walk the talk"…. Selain dari yang "hak", Jangan 
sekalipun mengambil "keuntungan" dari kegiatan yang dialokasikan dalam Dokumen 
Pelaksanaan Anggaran, baik untuk diri sendiri atau orang lain "meskipun" hanya 
beberapa gelas/galon AQUA...sekaleng permen, dan beberapa  gram snack yang 
memang diperuntukan sbg makan/minum tamu. Atau menunjukan rasa suka cita "tiada 
terperi" ketika diajak makan diluar oleh bendahara pengeluaran satker.


Cukup bagi ku ALLAH sebagai pemeliharaku dan sandaranku.....
Semoga kita selalu terpelihara dan terhindar dari perbuatan dzolim


Mari perbaiki diri dan menuju indonesia yg lebih baik....


Kirim email ke