Itu pelangi terindah yang pernah aku lihat terdengar pelan ketika seorang
wanita paruh baya berdiri memandang lukisan warna dilangit laik goresan crayon
yang sering bocah tuliskan dalam kertas putih polos bergradasi biru. Itu
ucapan Pak Habibie ketika beliau berkunjung ke Ternate sahutnya mengenang.
Tepat disini Bapak, begitu akrabnya ia menyapa Pak Habibie dengan penuh hormat.
Memang 20 tahun yang lalu ia pernah membangun negeri ini bersama pak Habibie.
Sebagai salah satu direktur di BPPT yang kala itu masih merintis, ia
mengembangkan dan membuka lahan rumput laut di kepulauan tercinta ini. Dan hari
itu aku berdiri bersamanya menyaksikan indahnya pelangi di tanah Kesultanan
Ternate.
Sore menjelang maghrib, sesaat gerimis usai. Timku singgah di sebuah kampus
negeri ternate untuk keperluan dinas. Kaki ini memang lelah setelah seharian
diving mengumpulkan sampel biota untuk sebuah riset, untuk sebuah kemajuan
bangsa ini yang hanya menjadi objek penelitian negera-negara maju. Semangat
kami tetap menggebu untuk sebuah temuan riset yang akan membawa negeri ini
menjadi negeri yang berbasis ilmu pengetahuan. Bayangkan saja alam kita ini
sangat kaya dari berbagai segi termasuk kekayaan lautnya. Meskipun Indonesia
hanya 1,3% dari luas dunia tetapi lebih dari 17% spesies biota hidup di sini.
Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati laut di dunia. Sebanyak 30 juta
spesies biota tersebar di seluruh dunia , sekitar 10 juta terdapat di
lingkungan laut; dan 70% biota laut terdapat di daerah tropis dan subtropis
termasuk Indonesia.
I love you Indonesia tanpa sadar keluar dari mulutku, darahku bergolak penuh
semangat dan berani untuk unjuk gigi pada dunia tentang sebuah pencapaian riset
seberani pelangi menggoreskan warna merahnya di lengkung langit Ternate.
Subhanalloh karya sang Maha Karya, indah mempesona tak tergantikan. Goresan
kuning begitu cerah terlihat secerah hati tim riset kami, tetapi
warna kuning
sering diartikan sebuah kesedihan yang mendalam atau ada duka cita atas sebuah
musibah.
Orange melengkung antara merah dan kuning yang dapat melambangkan harapan serta
vitalitas. Sebuah harapan kami untuk memajukan negeri ini.
Warna hijau sangat kontras dengan warna lainnya, kesegaran langsung terpancar
dari deretan warna itu. Kesejukan hati karena iman sering dilukiskan dengan
warna ini, tempat-tempat ibadah sering melibatkan warna hijau sebagai aksen
pada pada tiang-tiang mesjid. Hijau juga menandakan ketegasan, kebanggaan, rasa
kekuatan, dan cenderung menolak perubahan. Namun, hijau juga diyakini sebagai
perlambang ketidakberuntungan. Justru sebagai seorang peneliti kami ingin
sesuatu perubahan berarti dan ingin menemukan sesuatu yang baru.
Biru dianggap simbol dari keteduhan, ketenangan, keharmonisan, dan loyalitas.
terkadang warna biru sering diartikan sesuatu yang membosankan, hati gundah
akan sesuatu. Goresan ungu begitu jelas secara materi, warna ini mahal untuk
diciptakan. Karena itu, ungu lebih banyak dipakai oleh kalangan kerajaan atau
si kaya, seperti pemimpin-pemimpin Romawi kuno. Dari latar belakang ini, tak
heran bila ungu menandakan aura kekuatan dan kekuasaan. Warna ini juga sering
diartikan kesendirian yang semu.
Dibalik itu semua ada sebuah pelajaran yang diberikan Alloh pada orang-orang
yang mau berpikir. Sisi baik dan buruk dari goresan warna yang ditimbulkan
hanya kita yang harus menjalaninya. Hidup ini hanya ada dua pilihan, menempuh
jalan kebaikan yang berujung kenikmatan dan keindahan firdaus atau jalan
keburukan yang akan mengantarkan kita pada kesengsaran dan hinaan.
Semoga kita terlindung dari sebuah ketergelinciran ilmu yang ditekuni,
jadikanlah pelita untuk alam dan sesama. Tidak sia-sia Alloh menciptakan
pelangi dari sinar matahari yang terpantul pada tetesan air hujan.
Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia
(Al-Imran:191)
Bapak sering sekali mengagumi penciptaan dari Sang Maha Karya.. berkali-kali
ucapan itu meluncur dari bibir seorang wanita professor riset ini. Sebuah
pengakuan atas kekurangan diri dari seorang hamba yang hina.
Terkadang kita dibutakan oleh sebuah jabatan, sebuah ilmu pengetahuan, sebuah
pencapaian. Merasa diri ini yang menentukan semua cita, keinginan dan harapan
tanpa pernah berpikir bahwa ada takdir Alloh dibalik semua itu. Lihat saja
pemenang-pemenang nobel itu, mereka sering meng-klaim bahwa keberhasilannya
merupakan sebuah kerja kerasnya sendiri tanpa campurtangan siapapun. Mereka
congah dan kelewat bangga akan penemuannya. Bukannya Alloh menganugrahkan ilmu
kepada kita hanya sedikit?. Tidak semestinya kita bersombong diri dan penuh
keangkuhan.
Dan tidaklah kamu diberi ilmu hanyalah sedikit
.(Al- Isra:85).
Tapi mengapa indahnya pelangi tak berujung sampai dibumi ? ucapnya mengutip
bait dalam sebuah original soundtracknya film GIE sambil kaki-kaki mungil itu
menuruni tangga. Memang waktu kami sudah habis berkunjung ke Ternate.
meninggalkan bandara Sultan Babullah menjadi sebuah keharusan. Jiwa ini akan
terus berkelana, menghamba pada Sang Khalik, bertadabbur, bertafakur serta
mengabdi pada bangsa ini. I love u Indonesia. Kaki ini akan terus melangkah dan
berpetualang menyusuri indahnya alam negeri tercinta.
Weblog : adnandjiddan. blogspot. com
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers