Selamat tinggal masa bermain . Maraknya buruh migran di bawah umur Ketika anak perempuan lahir, yang pertama kali dibisikkan orang tua ke telinga anaknya " ..besok kalau sudah besar, ke Arab ya nak " Peristiwa ini sering terjadi di daerah kantong-kantong asal buruh migran seperti Indramayu dan Cirebon. Banyak cita-cita orang tua di daaerah tersebut yang ingin anaknya kelak ketika dewasa menjadi buruh migran di Arab Saudi.
Kenapa mesti anak perempuan, bukan anak laki-laki ? Kemiskinan yang telah mendarah daging bagi banyak orang di Indramayu dan Cirebon, anak perempuan merupakan aset istimewa karena bisa bekerja di Arab Saudi dengan penghasilan yang cukup lumayan (bagi mereka) tanpa harus berbekal pendidikan dan keterampilan yang tinggi. Tidak ada cita-cita yang lebih tinggi bagi anak perempuan dari pada menjadi seorang buruh migran. Menjadi dokter, insinyur, guru, atau pun pekerjaan lainnya jarang terlintas, bahkan mungkin telah hilang dari benak para orang tua. selengkapnya di : http://www.iwork-id.org/index.php?action=news.detail&id_news=42

