isdom Of The Day
Karena saya sering bertemu pengusaha-pengusaha dari berbagai skala bisnis, banyak kawan2 yang bertanya kepada saya yang baru merintis bisnis sendiri, "dari pertemuan dengan mereka, apa sih sebenarnya rahasia sukses bisnis mereka? Kenapa sih kok mereka itu bisa sukses dan bisnis mereka bisa membesar hingga skala korporasi?". Terus terang, tidak mudah menjawab pertanyaan seperti ini. Jawabannya bisa sangat panjang. Tapi kalau kalau saya boleh memberikan beberapa catatan kecil, dari yang saya dapatkan informasinya, bahwa jalan menuju sukses itu bisa beragam, sesuai pengalaman dan konteks bisnisnya masing-masing. Ini seperti pertanyaan 'iklan seperti apa sih yang benar2 bisa menjual'. Ada pengusaha besar relasi yang mengatakan kunci sukses berbisnis adalah 'menjaga kepercayaan. Kalau kita sudah dipercaya maka kemudian muncul trust dari para mitra kita, termasuk pembeli". Biasanya yang mengatakan seperti ini adalah pengusaha yg bisnisnya di bidang jasa dan banyak berurusan dengan klien-klien besar secara B2B. Misalnya pengusaha jasa pertambangan, jasa kontraktor, pengusaha kurir korporat, jasa keamanan, dll. Mahalahan ada yang mengatakan 'kunci sukses ialah menyenangkan orang lain dan menjaga hubungan baik". Ini tidak salah, bisa jadi karena dia banyak pelanggan korporat dan pekerjaan dia harus menservis setiap demand dari klien -- dalam artian positif, bukan menyogok. Sementara, bagi pengusaha sukses di bidang garmen, fashion dan consumer good, bisa jadi akan cenderung mengatakan, "inti sukses berbisnis ialah membangun merek, membangun nama baik di hadapan semua konsumen. Karena itu tugas kita adalah membangun merek agar semakin dikenal. Karena itu pula tahapan tersulit ialah membangun merek dari produk kita agar dikenal konsumen secara luas, diakui sebagai produk yang baik dan dibeli". Pendapat ini tentu saja juga sangat betul, sesuai konteks industri yang digeluti. Bahkan diantara sesama pengusaha yang bisnisnya sama-sama B2B, atau sama-sama ritel ke mass consumer pun pendapatnya masih bisa berbeda-beda. Karena momentum sukses dari masing-masing orang itu juga beragam. Kalau ada diantara kawan2 yang sudah membaca buku laris terbaru terbitan Gramedia Pustaka Utama berjudul "10 PENGUSAHA YG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI 0", ditulis Sudarmadi, disitu ada contoh menarik pengusaha Roni Lukito, pengusaha tas dari Bandung. Pak Roni ini rupanya pengusaha yang mengembangkan merek tas terkenal di Indonesia seperti Exsport, Eiger, Bodypac, dll. Beliau hanya lulusan STM tapi sukses dan punya ribuan karyawan. Dari situ ketahuan, momentum yang membuat beliau bisa berkembang itu setelah dia diterima sebagai pemasok di Matahari. Seperti dijelaskan di buku itu, untuk bisa diterima sebagai pemasok Matahari ia ditolak 13 kali, tapi terus mencoba dan kemudian setelah 13 kali baru berhasil diterima. Dari sinilah ia mulai mendapatkan 'ruang' untuk membuktikan bahwa produknya memang baik dan digemari konsumen. Menurut saya, meskipun beliau ini sekarang bisnisnya sudah bermacam-macam, termasuk sukses membangun sejumlah proyek perumahan mewah di Bandung, namun momentum yang membuat dia sukses ialah ketika ia diterima sebagai pemasok Matahari saat merintis bisnis tas itu. Karena dari situlah jalannya menjadi lebih lempang dan cepat. Saya kira tugas kawan2 yang ingin sukses membangun usaha sendiri ialah 'menemukan momentum' seperti itu dan kalau sudah ketemu lalu menggenjotnya'. Kalau istilahnya Hermawan Kertajaya, menemukan G-Spot-nya. Kita tidak boleh lelah mencari 'kendaraan' agar bisa menemukan momentum seperti itu. Tentu saja kita juga harus selalu rendah hati untuk belajar dari banyak orang. Entah kebetulan atau tidak, ternyata sebagain besar pengusaha sukses juga sangat menyukai bacaan2 baru dan buku2 yang mendorong, seperti biografi mereka2 yang telah terbukti sukses. Mereka rajin menggali inspirasi dari berbagai sumber, baik dari pelakunya langsung atau pihak lain yang tahu seperti para konsultan. Saya kira pilihan 'suka membaca' seperti itu bisa dimengerti karena bagi kita sendiri mungkin belum tentu bisa ketemu pengusaha besar si A, B, dan C -- kalau harus mendengar dia ceramah di sebuah sesi seminar mungkin biayanya diatas Rp 2 juta -- namun kita bisa mengakses lebih murah cara2 berpikir dan kiat mereka dari hasil wawancara dengan media tertentu atau buku. Disini, message-nya, sebenarnya orang sukses itu ialah orang mau berendah hati untuk selalu belajar, bisa dari buku2 bacaan dan media massa, bisa juga dari pembicaraan langsung dengan pengusaha yang telah lebih dulu sukses. Dan tentu saja juga orang yang selalu berusaha terus-menerus tanpa putus asa. Ibarat batu, sekeras-kerasnya batu kalau tiap hari kena tetesan air, lama-lama akan tergerus juga dan lama-lama batu itu bisa habis. Kita semua ini adalah air yang terus menetes itu. Selama kita tidak pernah lelah untuk 'menetes' maka yakinlah bahwa batu-batu itu akan habis. Dan jangan lupa, dalam setiap mengeluarkan 'tetesan' itu seraya bersyukur dan mengingat Sang Pencipta agar semua tetesan kita diberkahi. Jangan sampai kita sukses berbisnis tapi hati kita gersang kan?... Semoga kita semua termasuk orang yang sukses 'menetes' itu sehingga usaha kita semua sukses dan diberkati. Amin.

