--- On Sun, 6/22/08, Iskandar A Bazar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Iskandar A Bazar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Alumni UNTAN] FW: Pay It Forward
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Sunday, June 22, 2008, 9:47 AM










    
            







   



 Saya
forwardkan dari email orang lain…..semoga manfaat buat kita semua 

   





www.kubik.co. id 





Gerakan “Pay It Forward” 





Oleh: Jamil Azzaini 





Pay It Forward adalah sebuah film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 
2000. Film yang
disutradarai oleh Mimi Leder 





itu mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari
seorang anak kecil 





berusia 11 tahun, Trevor. Bocah kecil ini hidup
bersama ibunya, Arlene, 





seorang pemabuk dan single parent. 





Kisah film tersebut berawal pada saat seorang guru
ilmu sosial di 





sekolah Trevor memberikan sebuah tugas. Sang guru,
Mr. Simonet, meminta 





para murid memikirkan sebuah ide yang dapat mengubah
dunia. Para murid juga diminta untuk
mewujudkan idenya ke dalam tindakan nyata. 





Pada saat itulah Trevor mencetuskan ide Pay It
Forward atau bayar dimuka. Inti dari ide Trevor adalah ia hanya perlu menolong
tiga orang.Pertolongan 





itu harus dalam bentuk yang nyata dan tidak bisa
dilakukan oleh orang 





yang akan ditolong itu. Setiap orang yang telah
ditolong harus menolong 





tiga orang lain, begitu seterusnya. 





Trevor memutuskan 





bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen
adalah seorang 





pemuda gembel pecandu narkoba bernama Jerry, Mr.
Simonet yang masih 





hidup membujang, dan seorang teman sekelas yang
selalu diganggu oleh 





sekelompok anak-anak nakal bernama Adam 





Trevor melihat bahwa Ibunya sangat kesepian, tidak
punya teman untuk 





berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras.
Trevor berusaha 





menghentikan kecanduan ibunya dengan cara rajin
mengosongkan isi botol 





minuman keras yang ada dirumah mereka, Trevor juga
mengatur rencana 





supaya ibunya bisa berkencan dengan guru sekolah
Trevor, Mr Simonet 





yang memberinya tugas itu.  





Ide Trevor mulai berjalan.Jerry 





dibantu oleh Trevor dengan cara membelikan baju,
sepatu dan 





perlengkapan lain untuk modal bekerja serta
meyadarkannya agar tidak 





terlibat narkoba. Uang itu diambil dari tabungan
Trevor.Ketika Jerry berucap tarima casi kepada Trevor, maka Treveor hanya
menjawab ‘Pay It Forward”. 





Jerry kemudian 





membantu memperbaiki mobil Ibunya Trevor yang rusak
tanpa diminta. Sang 





ibu melihat perhatian si anak yang begitu besar
menjadi terharu, saat 





sang Ibu mengucapkan terima kasih, Trevor menjawab
“Pay It Forward” 





Ibu Trevor yang terkesan dengan yang dilakukan
Trevor, terdorong untuk 





meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu
dengan pergi ke rumah 





ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah
rusak selama 





bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur
sapa, kehadiran sang 





putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan
diantara mereka 





membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek
Trevor mengucapkan 





terima kasih, dan dibalas dengan ucapan: “Pay
It Forward 





Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau
memaafkan dan 





menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan
tersebut dengan menolong 





seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar
polisi untuk 





bersembunyi di mobil si nenek, ketika pemuda itu
sudah aman, si pemuda 





mengucapkan terima kasih, si nenek menjawab dengan
kata-kata : “Pay It Forward”. 





Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek,
terdorong meneruskan 





kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya
di rumah
sakit 





kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk
lebih dulu 





mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu
berterima kasih 





kepada si pemuda ini, dan dijawab oleh pemuda itu
dengan ucapan : “Pay It Forward” 





Ayah si gadis kecil yang
ternyata konglomerat terkesan dengan 





kebaikan si pemuda. Orang kaya itupun terdorong
meneruskan kebaikan 





tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang
wartawan TV yang 





mobilnya mogok pada saat sedang meliput suatu acara.
Saat si wartawan 





berterima kasih karena mendapat rezeki nomplok
berupa mobil Jaguar, 





ayah si gadis menjawab: “Pay It Forward” 





Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan
ayah si gadis bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah
“Pay It Forward” tersebut. Naluri Jurnalistiknya mendorong dia
menelusuri mundur untuk 





mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda
yang memberi antrian 





nomor rumah sakit, nenek yang memberikan melindungi
pemuda, Ibunya 





Trevor yang memaafkan nenek Trevor, sampai kepada si
Trevor yang 





mempunyai ide tersebut. Dengan bantuan sang
wartawan, Trevorpun muncul 





di televisi. 





Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau
saat akan 





menolong teman sekolahnya, Adam, yang selalu
diganggu oleh para 





berandalan. Selesai pemakaman Trevor, betapa terkejutnya
sang ibu 





melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan
berkumpul di 





halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan
menyalakan lilin tanda 





ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor
sendiripun sampai 





akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang
diberikan kepada 





banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan kepada
orang lain. 





Menurut saya, walau Trevor meninggal dalam usia yang
sangat muda. 





Itu jauh lebih baik dibandingkan dengan orang tua
yang meninggal namun 





tidak meninggalkan inspirasi apa-apa.Trevor memang
pergi terlalu cepat namun ia telah mampu menginspirasi banyak orang dan mampu
membuat perubahan yang berarti. 





Dengan kondisi 





Indonesia
yang sedang carut marut, angka kemiskinan yang meningkat, 





pengangguran yang tak pernah berkurang, orang-orang
yang bingung 





memasukan anaknya untuk sekolah karena biaya yang
melangit bahkan di 





beberapa daerah ada yang terkena busung lapar,
Gerakan Pay It Forward menurut saya salah saru alternatif yang bisa ditawarkan.
 





Lakukan gerakan “Pay It Forward” dimulai
dari Anda sekarang juga.Hasilnya? 





Biarkan puluhan ribu orang, karangan bunga, dan
generasi berikutnya 





mengenang Anda ketika nanti saatnya tiba. Dan yang
paling penting, 





Tuhan-pun bangga dengan Anda. 





Salam Sukses MuliaJamil Azzaini, Inspirator Sukses
Mulia 





___     





  





       





[Non-text portions of this message have been
removed] 





  





------------ --------- --------- ------ 





  





  









      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke