--- On Sat, 6/28/08, Jaringan Bmt <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Jaringan Bmt <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Kesempatan Mendirikan BMT Baru dan menambah cabang.....
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Saturday, June 28, 2008, 10:11 PM
Jumat, 27 Juni 2008
Pinbuk Kembangkan 500 BMT Shar-E untuk Dorong Sektor Riil
Kehadiran lembaga keuangan mikro syariah atau akrab dikenal Baitulmal wattamwil
(BMT) kian jelas. Lembaga pendukung usaha mikro syariah ini hadir di berbagai
provinsi di Indonesia dan bahkan terus menjamur. Umumnya, mereka hadir di
berbagai pasar di Indonesia. Hal itu karena pasar merupakan tempat berkumpulnya
berbagai pedagang usaha mikro.
Peran BMT dalam mendorong sektor riil juga diakui Bank Indonesia (BI). Karena
itu, otoritas moneter ini terus mendorong perbankan syariah untuk mau bermitra
dan membantu pengembangan BMT di berbagai daerah.
Ketua Yayasan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk), Amin Aziz, kepada
Republika beberapa waktu lalu mengatakan, bila BMT berkembang pesat di
Indonesia, maka secara otomatis sektor riil akan berkembang cukup optimal
juga.. Hal itu karena BMT membantu pengembangan berbagai sektor usaha mikro
melalui pembiayaan. Apalagi, saat ini banyak nasabah yang mereka jangkau tidak
dapat mengakses layanan perbankan (unbankable) karena tidak dapat memenuhi
persyaratan perbankan.
Di sela workshop pembekalan pengembangan BMT Shar-E di Ciawi Bogor, beberapa
waktu lalu, Amin menyebutkan, Pinbuk melakukan kerjasama dengan salah satu bank
umum syariah. Kerjasama itu berupa rencana realisasi pembuatan 500 BMT Shar-E
dalam setahun di 12 provinsi.
Di antaranya adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera
Utara, dan Kepulauan Riau. ''Pembuatan 500 BMT ini akan dilakukan dalam
setahun. Jadi, diharapkan pada Mei tahun depan, sudah ada 500 (BMT),'' katanya.
Menurut Amin, program pembuatan 500 BMT Shar-E akan dilakukan melalui jaringan
Pinbuk yang tersebar di 12 provinsi. Masing-masing Pinbuk akan bertugas untuk
mencari, memotivasi, dan membantu masyarakat yang ingin mengembangkan BMT.
''Pinbuk-Pinbuk kami di daerah yang akan bertugas membantu masyarakat
mendirikan BMT,'' katanya.
BMT didirikan akan menjadi milik masyarakat. Karena itu, Pinbuk dan mitra bank
syariahnya mendorong agar modal pendirian BMT didominasi oleh masyarakat.
Dengan demikian, pengembangan BMT diharapkan dapat berorientasi pada
kepentingan masyarakat setempat. ''Misalnya modal dari bank syariah sekitar 15
persen dan Pinbuk 10 persen. Sisanya dari masyarakat,'' ujar Amin sambil
menyebutkan modal awal pendirian diharapkan mencapai Rp 150 juta.
Menurut Amin, pengembangan ke-500 BMT Shar-E penting dilakukan. Hal itu untuk
mendorong perkembangan sektor riil terutama sektor usaha mikro. Apalagi saat
ini BMT telah menjadi primadona mitra penyaluran pembiayaan perbankan syariah.
Dalam beberapa tahun terakhir, BMT terbukti mampu menyalurkan pembiayaan dalam
jumlah cukup tinggi dan membantu pengembangan usaha masyarakat kecil. ''Saat
ini, BMT telah jadi rebutan berbagai bank syariah untuk menyalurkan dana
keuangan mikro,'' katanya.
Saat ini, terdapat sekitar tiga ribu BMT di seluruh Indonesia. Idealnya,
menurut Amin, terdapat minimal satu BMT di satu desa atau sekitar 70 ribu BMT..
Untuk merealisasikannya, dukungan berbagai pihak sangat diperlukan. Selain itu,
pengembangan BMT itu juga perlu dilakukan secara bertahap.
Pinbuk pertama kali didirikan pada 13 Maret 1995. Lembaga ini didirikan dengan
tujuan menjadi media pengembangan sektor usaha mikro di Indonsia melalui
pemberdayaan lembaga keuangan mikro berprinsip syariah. aru( )