--- On Sun, 6/29/08, C-prof antagia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: C-prof antagia <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: MENYOAL BUDAYA FOSSEI KITA, saya, antum, dan kita semua :-)
To: [email protected]
Date: Sunday, June 29, 2008, 8:21 AM
Assalamu'alaikum wr.wb
Salam Ukhuwah utnuk semua mujahid ekonomi islam.
Alhamdulillah, FoSSEI adalah anugerah Allah untuk Indonesia. Dengannya, banyak
hal yang bisa dilakukan. Gerakan ekis yang tadinya sendiri-sendiri, menjadi
gerakan kolektif dan kontributif. Banyak gebrakan yang dibuat, mulai dari
kolaborasi dengan semua lembaga terkait, perumusan kurikulum ekis, sampai
menghubungkan dan mempertemukan jiwa2 perindu kebangkitan ekonomi Islam.
Itu dulu??? Hmm, barangkali iya... Lantas mengapa itu hanya menjadi sebuah
nostalgia? Sehingga generasi penerusnya saat ini seolah enggan berjuang
habis-habisan untuk meneruskan warisan ini?
Saya sepakat foSSEI tahun ini mengalami penurunan: Ada beberapa penyebab:
1. Peran presnas tidak optimal sebagai qiyadah.Presnas Tidak Tajarrud
(totalitas)
2. Banyak KSEi2 baru yang membutuhkan perhatian
lebih namun tidak begitu diperhatikan.
3. Minimnya bduaya "Sharing knowledge". KSEI yang sudah maju sibuk dengan kSEI
sendiri tanpa memperhatikan dan mendukung KSEi2 bayi yang baru lahir, meskipun
sekedar Sharing.
4. Budaya Temilnas dan Munas yang menjadi rutinitas tanpa makna? Bisa jadi, dan
salah satu penyebabnya adalah tuntutan peserta YANG DISADARI atau TIDAK
menginginkan fasilitas yang WAH, nyaman, dan sedikit mewah. Entah karena budaya
di fakultas ekonomi yang terkenal "fakultas Tajir" di negeri ini atau apa pun
itu. Sehingga, berimbas pada PARADIGMA panitia penyelenggara. Namun, hal ini
tidk diimbangi dengan kemampuan pendanaan, sehingga terbebankan pada peserta.
Saya mewakili presnas periode 2007-2008:
1. Mengucapkan terimakasih atas perhatian dan masukan antum semua, terutama Akh
hakim. Kami mengakui kelemahan dan kekurangan ini dan berusaha mengootimalkan
waktu yang masih ada dan peran2 pasca kepengurusan antinya.
2. Untuk
budaya munas, khususnya dana, temen2 panitia saat ini kita beri kesempatan
dulu. Saya mewajari akrena mereka berpatokan pada munas dan temilnas
sebelumnya.
3. Untuk mengubah budaya "mahal" ini ada beberapa alternatif solusi:
-- Mengubah paradigma agenda nasional berikutnya: "sedrhana dan bermakna"
-- Membuat Baitul Maal foSSEi khusus untuk kegitan ekonomi Islam
-- Sumbangkan ide sekreatif, seefektif, dan sebaik mungkin, trutam jauh-jauh
hari sebelum pelaksanaan kegiatan, atau tidak beberapa hari seblum hari H.
-- tetap mengupayakan hadir pada saat munas Malang besok, karena kita butuh
suara2 KSEI, kalu memang tidka memungkinkan, harap mengirimkan ide dan masukan
yang riil. Tapi saya optimis, Harapan itu masih ada :-)
-- Mohon, selipkan di setiap do'a malam kita, agar Allah selalu beri kekuatan
dan barokah serta kelancaran bagi jalannya foSSEi dan ekonomi isalm ke depan.
Terakhir... FoSSEI
dibubarkan.....???
Hmm... sejarah itu butuh pergiliran, bukan pembubaran. Dan, itulah bentuk
terima kasih kita pada pendiri dan sesepuh FoSSEi sembari terus mencari
perbaikan dan solusi bersama.
Sekali lagi, terima kasih atas teguran, perhatian, dan masukan antum samua.
Seoga allah selalu teguhkan hati kita. Untuk akh hakim, kita akan selalu
merindukan masukan-masukan antuk yang solutif dan kritis :-)
Wassalamu'alikum
Presanas V bidang R and D
Angga_ uda
0817467894